Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Renungan Harian : ⚖️ Jangan Main Hakim Sendiri

Ilustrasi Abigail menemui Daud dengan membawa persembahan sebagai lambang hikmat dan pendamaian dari Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 25

"Pembalasan adalah hak-Ku." (Roma 12:19)

Tidak mudah menahan emosi ketika kita diperlakukan tidak adil atau dihina. Itulah yang dialami Daud. Setelah melindungi para gembala Nabal, ia justru menerima penghinaan dan penolakan. Dalam kemarahannya, Daud hampir mengambil tindakan balas dendam.

Namun, Tuhan mengutus Abigail untuk menghentikan langkah Daud. Dengan kerendahan hati dan hikmat, Abigail mengingatkan Daud agar tidak menumpahkan darah demi membalas sakit hati. Daud pun menyadari bahwa Tuhan sedang menegurnya dan memilih menyerahkan persoalan itu kepada-Nya. Pada akhirnya, Tuhan sendiri yang bertindak menghukum Nabal.

Sering kali kita ingin segera membalas orang yang menyakiti kita. Kita merasa tindakan itu adil. Padahal, Tuhan menghendaki agar kita menyerahkan penghakiman kepada-Nya. Dia adalah Hakim yang adil dan mengetahui setiap hati serta setiap perbuatan manusia.

Saat kita memilih menahan amarah dan mempercayakan semuanya kepada Tuhan, kita sedang menunjukkan bahwa iman kita lebih besar daripada keinginan untuk membalas. Tuhan sanggup membela orang yang hidup benar dan bekerja dengan cara-Nya yang sempurna.

💭 Refleksi:
Apakah ada seseorang yang masih Anda simpan rasa sakit atau ingin Anda balas? Maukah Anda menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan membiarkan Dia menjadi Hakim yang adil?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ajarku mengendalikan amarah dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Berikan aku hati yang rendah untuk mempercayakan setiap persoalan kepada-Mu, karena Engkaulah Hakim yang adil dan penuh kasih. Amin.