Di tengah banyaknya suara yang kita dengar setiap hari, apakah kita masih peka mendengar suara Tuhan? Pertanyaan ini penting karena Tuhan sering kali berbicara kepada orang yang memiliki hati yang mau mendengar dan taat kepada-Nya.
Samuel masih muda ketika Tuhan memanggilnya. Awalnya ia tidak menyadari bahwa suara itu berasal dari Tuhan. Namun, setelah mendapat arahan dari Eli, Samuel menjawab, "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Dari sikap inilah kita melihat hati seorang pelayan yang siap mendengar dan melakukan kehendak Tuhan. ❤️
Tuhan kemudian mempercayakan pesan yang penting kepada Samuel. Meski pesan itu tidak mudah disampaikan, Samuel tetap taat. Ia tidak menyembunyikan firman Tuhan demi menyenangkan orang lain. Ia memilih menyampaikan kebenaran sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Karena kesetiaannya, Tuhan memakai Samuel menjadi pemimpin yang membawa umat-Nya kembali kepada firman-Nya. ✨
Kisah Samuel mengajarkan bahwa Tuhan tidak terutama mencari orang yang paling hebat, paling berpengalaman, atau paling berpengaruh. Tuhan mencari orang yang memiliki hati yang mau mendengar, percaya kepada-Nya, dan setia melakukan kehendak-Nya. 🙏
Hal yang sama berlaku bagi kita saat ini. Sebelum Tuhan memakai kita untuk melakukan hal-hal besar, Dia terlebih dahulu ingin melihat apakah kita mau mendengar suara-Nya melalui firman-Nya. Ketaatan dalam hal-hal kecil sering kali menjadi awal dari tugas yang lebih besar yang Tuhan percayakan kepada kita. 🌱
Hari ini, marilah kita merenungkan: apakah hati kita masih terbuka untuk mendengar suara Tuhan? Ataukah kita lebih sibuk mendengarkan keinginan sendiri dan suara dunia di sekitar kita? Tuhan masih berbicara melalui firman-Nya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita siap mendengarkan dan menaatinya?
Kiranya setiap hari kita dapat memiliki sikap seperti Samuel yang berkata, "Berfirmanlah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar." 💖
Doa:
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau masih berbicara melalui firman-Mu. Ampuni aku jika sering kali lebih sibuk mendengarkan suara dunia daripada suara-Mu. Berikan aku hati yang peka seperti Samuel, yang mau mendengar dan taat kepada kehendak-Mu. Bentuklah hidupku agar menjadi alat yang Engkau pakai untuk menyatakan kebenaran dan kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏











