Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : 😊 Membangun Monumen Iman

Monumen Eben-Haezer sebagai lambang pertolongan Tuhan yang setia.

1 Samuel 7:2-17

"Sampai di sini TUHAN telah menolong kita." (1 Samuel 7:12)

Setelah dua puluh tahun menjauh dari Tuhan, bangsa Israel akhirnya kembali mencari-Nya. Namun, Samuel mengingatkan bahwa kerinduan kepada Tuhan harus dibuktikan dengan pertobatan. Mereka meninggalkan berhala, mengarahkan hati kepada Tuhan, lalu datang kepada-Nya dalam doa dan puasa.

Ketika orang Filistin menyerang, Israel tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Samuel berseru kepada Tuhan, dan Tuhan bertindak membela umat-Nya. Sebagai ungkapan syukur, Samuel mendirikan sebuah batu yang dinamainya Eben-Haezer, yang berarti, "Sampai di sini TUHAN telah menolong kita."

Setiap orang percaya juga memiliki "Eben-Haezer" dalam hidupnya. Mungkin kita pernah melewati masa sulit, sakit, kegagalan, atau pergumulan yang terasa begitu berat. Namun, jika hari ini kita masih dapat berdiri, itu bukan semata karena kekuatan kita, melainkan karena Tuhan tetap setia menolong.

Luangkan waktu sejenak untuk mengingat kembali setiap pertolongan Tuhan. Biarlah kenangan akan kesetiaan-Nya menjadi monumen iman yang menguatkan kita untuk terus percaya menghadapi hari esok. Tuhan yang sudah menolong dahulu, tetap sanggup menolong hari ini dan selamanya.

💭 Refleksi:
Apa "Eben-Haezer" dalam hidup Anda hari ini? Sudahkah Anda mengucap syukur dan menjadikan pertolongan Tuhan sebagai alasan untuk semakin percaya kepada-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas setiap pertolongan-Mu yang tidak pernah gagal. Tolong aku untuk selalu mengingat kesetiaan-Mu, hidup dalam pertobatan, dan tetap percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Amin.

 

Share:

Renungan Harian : JANGAN MENUNDA TAAT KEPADA TUHAN 🙏

 1 Samuel 6:1–7:1

Sering kali kita tahu apa yang harus dilakukan, tetapi memilih menundanya. Kita sadar ada sikap yang harus diubah, dosa yang harus ditinggalkan, atau langkah yang harus diambil, namun kita berkata, "Nanti saja." Tanpa disadari, penundaan itu justru membuat kita semakin jauh dari damai sejahtera yang Tuhan sediakan.

Orang Filistin mengalami penderitaan yang berat setelah merampas Tabut TUHAN. Mereka tahu bahwa bencana yang mereka alami bukanlah kebetulan. Namun, mereka baru mengembalikan Tabut TUHAN setelah tujuh bulan lamanya. Selama itu pula mereka hidup dalam ketakutan dan penderitaan. Pada akhirnya, mereka mengakui bahwa Allah Israel adalah Allah yang Mahakuasa dan tidak dapat dipermainkan. ⚖️

Di sisi lain, ketika Tabut TUHAN tiba di Bet-Semes, sebagian orang Israel juga gagal menunjukkan sikap hormat kepada Allah. Mereka membuka dan melihat ke dalam Tabut TUHAN, padahal Tuhan telah menetapkan bahwa Tabut itu harus diperlakukan dengan penuh hormat. Akibatnya, mereka menerima hukuman. Peristiwa ini mengingatkan bahwa mengenal Tuhan tidak berarti kita boleh memperlakukan-Nya dengan sembarangan. Tuhan adalah Allah yang penuh kasih, tetapi juga Allah yang kudus. ❤️

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa hati. Apakah ada area dalam hidup yang masih kita tunda untuk diserahkan kepada Tuhan? Mungkin kita terus menunda mengampuni, meninggalkan dosa, memperbaiki hubungan, atau hidup lebih sungguh-sungguh dalam firman-Nya. Padahal, ketaatan yang ditunda sering kali berubah menjadi ketidaktaatan. 🌱

Tuhan tidak ingin kita hidup dalam rasa bersalah atau terus terikat oleh kesalahan. Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang rendah, bertobat, dan hidup dalam ketaatan. Ketika kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan, kita akan mengalami sukacita dan damai yang berasal dari-Nya, bukan dari keadaan di sekitar kita. ✨

Hari ini, jangan menunggu waktu yang dianggap "tepat" untuk taat. Mulailah mengambil langkah kecil bersama Tuhan. Semakin cepat kita merespons panggilan-Nya, semakin cepat pula kita merasakan pemulihan yang Dia sediakan.

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini aku sering menunda untuk taat kepada-Mu. Tolong aku agar tidak mempermainkan kasih dan kesabaran-Mu, tetapi memiliki hati yang hormat dan tunduk kepada kehendak-Mu. Berikan keberanian untuk meninggalkan dosa, melakukan yang benar, dan hidup setia setiap hari. Biarlah hidupku memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Renungan Harian : Saat Tekanan Membawa Kita Kembali kepada Tuhan 🙏

Renungan harian 1 Samuel 5 tentang Tuhan yang berdaulat dan memakai tekanan hidup untuk membawa pertobatan.
 1 Samuel 5

Tekanan hidup sering kali membuat kita bertanya, "Tuhan, di manakah Engkau?" Saat masalah datang silih berganti, kita mungkin merasa seolah-olah Tuhan diam atau bahkan meninggalkan kita. Namun, firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di balik setiap tekanan, Tuhan tetap bekerja.

Setelah orang Filistin merampas Tabut Perjanjian, mereka mengira telah mengalahkan Allah Israel. Mereka meletakkan tabut itu di kuil Dagon sebagai lambang kemenangan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Patung Dagon roboh di hadapan Tabut Tuhan, bahkan hancur. Kemudian Tuhan menimpakan penderitaan kepada kota-kota Filistin sehingga mereka menyadari bahwa tidak ada allah yang dapat menandingi kuasa-Nya. 💪

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemenangan orang Filistin bukan berarti Tuhan kalah. Tuhan tetap berdaulat atas segala sesuatu. Dia tidak kehilangan kuasa hanya karena keadaan terlihat tidak sesuai dengan harapan manusia. Bahkan ketika umat Israel mengalami kekalahan, Tuhan tetap memegang kendali atas sejarah dan menyatakan kemuliaan-Nya. ✨

Dalam hidup kita pun, ada masa-masa ketika keadaan terasa berat. Tekanan, kegagalan, sakit penyakit, atau berbagai pergumulan bisa membuat kita kehilangan semangat. Namun, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Tuhan tidak bekerja. Bisa jadi melalui tekanan itu Tuhan sedang mengajar kita untuk kembali mengandalkan-Nya, meninggalkan kesombongan, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. ❤️

Tekanan bukan selalu tanda bahwa Tuhan menghukum kita. Kadang-kadang, tekanan menjadi undangan kasih dari Tuhan agar kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan belajar berserah kepada-Nya. Saat hati kita mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, Dia akan membentuk iman kita menjadi semakin dewasa. 🌱

Hari ini, renungkanlah: apakah ada tekanan yang sedang Anda alami? Jangan hanya berfokus pada masalahnya. Bertanyalah kepada Tuhan, "Apa yang ingin Engkau ajarkan melalui keadaan ini?" Percayalah, Tuhan sanggup memakai setiap pergumulan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya.

Doa:

Bapa yang Mahakuasa, terima kasih karena Engkau tetap memegang kendali atas hidupku. Ketika aku menghadapi tekanan dan pergumulan, tolong aku agar tidak kehilangan iman. Ajarku untuk melihat setiap keadaan sebagai kesempatan untuk semakin mengenal dan mempercayai-Mu. Bentuklah hatiku agar selalu rendah hati, taat, dan menghormati kedaulatan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Renungan Harian : Jangan Memperalat Tuhan 🙏

 1 Samuel 4:1-22

Saat menghadapi masalah, kita tentu menginginkan pertolongan Tuhan. Namun, pernahkah tanpa sadar kita lebih mencari pertolongan-Nya daripada mencari Tuhan sendiri?

Bangsa Israel mengalami kekalahan dalam peperangan melawan orang Filistin. Alih-alih bertobat dan mencari kehendak Tuhan, mereka memilih membawa Tabut Perjanjian ke medan perang. Mereka berharap benda suci itu akan menjamin kemenangan mereka. Kehadiran tabut membuat mereka penuh semangat dan percaya diri. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Mereka mengalami kekalahan yang lebih besar, dan Tabut Allah dirampas oleh musuh. 💔

Kesalahan Israel bukanlah karena mereka menghormati Tabut Allah, melainkan karena mereka memperlakukan Tuhan seolah-olah bisa dipakai untuk mencapai keinginan mereka. Mereka menginginkan kuasa Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh ingin hidup taat kepada-Nya. Mereka berharap Tuhan mengikuti rencana mereka, bukan mereka yang mengikuti rencana Tuhan. ⚠️

Bukankah terkadang kita juga dapat jatuh dalam sikap yang sama? Kita berdoa agar berhasil, diberkati, atau dilepaskan dari masalah, tetapi tidak selalu bertanya apakah hidup kita sudah berkenan kepada Tuhan. Kita mungkin rajin beribadah, melayani, atau memberi persembahan, tetapi tanpa sadar menganggap semua itu sebagai cara untuk "menukar" berkat dari Tuhan. 🙏

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Allah bukanlah alat untuk memenuhi keinginan manusia. Dia adalah Tuhan yang kudus dan berdaulat. Kita tidak dapat mengatur-Nya, tetapi kita dipanggil untuk tunduk kepada-Nya. Tuhan lebih rindu melihat hati yang taat daripada sekadar aktivitas rohani yang dilakukan tanpa pertobatan. ❤️

Ketika doa kita belum dijawab atau keadaan tidak berjalan sesuai harapan, jangan segera mempertanyakan kasih Tuhan. Mungkin Dia sedang mengajar kita untuk lebih mengenal-Nya, mempercayai hikmat-Nya, dan hidup sesuai kehendak-Nya. Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberikan apa yang kita perlukan untuk pertumbuhan iman kita. 🌱

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah saya mencari Tuhan karena mengasihi-Nya, atau hanya karena menginginkan pertolongan-Nya? Biarlah hati kita belajar menghormati Tuhan dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada pimpinan-Nya.

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini lebih sering mencari berkat-Mu daripada mencari diri-Mu. Ajarku untuk mengasihi dan menghormati-Mu dengan sungguh-sungguh. Tolong aku agar tidak menjadikan Engkau alat untuk memenuhi keinginanku, tetapi menjadikan hidupku alat bagi kemuliaan-Mu. Bentuklah hatiku untuk taat kepada kehendak-Mu dan percaya pada hikmat-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 28 Juni 2026

 

1. Oleh Karena Kemurahan Tuhan
Oleh karena kemurahan Tuhan
Ku ada sampai hari ini
Oleh karena kebaikan Tuhan
Janji-Mu terjadi bagiku
Reff:
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat tanganku
Selamanya Kau ajaib bagiku
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat wajahku
Selamanya Kau hebat bagiku

2. Anugerah-Mu Mempesonaku
Tuhan Kau sungguh besar
Karya-Mu sungguh ajaib
Tiada hentinya ku mengagumi
Sungguh Kau ajaib
Reff:
Anugerah-Mu mempesonaku
Selalu dan selalu
Kau angkat hatiku
Kau membuatku terpaku
Mengagumi kebaikan-Mu di hidupku

3. Ajarku Mengerti
Ajarku mengerti segala rencana-Mu
Ajarku berserah hanya pada-Mu
Pimpinlah jalanku dalam terang firman-Mu
Ajarku berharap hanya pada-Mu
Reff:
Bapaku ajaib segala rancangan-Mu
Tuhanku heran perbuatan-Mu
Engkau sanggup mengadakan segala yang kuperlukan
Menurut kehendak-Mu terjadilah

4. Terhubung
Kasih-Mu layakkan seluruh hidupku
Mampukan ku melakukan yang Kau inginkan
Tak bisa ku terlepas
Kau menggenggam tanganku
Ingin lebih mengenal pribadi-Mu
Reff:
Ku terhubung dengan-Mu
Selalu melekat di hati-Mu
Firman-Mu itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atasku

5. Kasih Pasti Lemah Lembut
Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan
Reff:
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasih-Mu, ya Tuhan
Kasih-Mu, kudus, tiada batasnya

6. Kasih Allah Tak Berkesudahan
Kasih Allah tak berkesudahan
Selalu baru setiap pagi
Rahmat-Nya pun tak pernah berakhir
Seumur hidupku
Reff:
Dengan sukacita ku 'kan menari
Dengan sorak-sorai memuji
Kunaikkan pujian haleluya
Nyanyi bagi Dia Sang Raja
Nyanyi bagi Dia Sang Raja (Selamanya)

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.