Jangan Salah Fokus
Maria berdiri di luar kubur dan menangis.
Hatinya hancur. Ia kehilangan Yesus yang sangat dikasihinya.
Yang ada di pikirannya hanya satu: tubuh Yesus sudah tidak ada.
Ia begitu larut dalam kesedihan…
bahkan ketika malaikat berbicara kepadanya, ia tetap tidak mengerti.
Bahkan ketika Yesus sendiri berdiri di dekatnya, ia tidak mengenali-Nya.
Mengapa?
Karena fokusnya hanya pada kehilangan.
Ia terus bertanya,
“Di mana Engkau meletakkan Dia?”
Seolah semuanya sudah berakhir.
Sampai akhirnya, Yesus memanggil namanya,
“Maria!”
Satu panggilan itu mengubah segalanya.
Air mata berubah menjadi sukacita.
Kebingungan berubah menjadi pengenalan.
Ia pun berkata, “Rabuni… Guruku.”
Bukankah ini juga sering terjadi dalam hidup kita?
Saat kehilangan, kita hanya melihat apa yang hilang.
Saat masalah datang, kita hanya melihat kesulitan.
Saat doa belum dijawab, kita merasa Tuhan jauh.
Padahal… Tuhan tidak pernah pergi.
Ia justru berdiri dekat dengan kita.
Kita hanya salah fokus.
Yesus yang bangkit hadir di tengah air mata kita.
Ia mengenal kita secara pribadi.
Ia memanggil kita dengan nama kita.
Hari ini, mungkin kita sedang berada dalam “momen Maria”—
merasa kehilangan, bingung, atau kecewa.
Namun Tuhan mengundang kita untuk berhenti sejenak…
dan mendengar suara-Nya.
Karena ketika kita mulai fokus kepada-Nya,
kita akan melihat bahwa harapan belum hilang—
bahkan sedang dimulai kembali.
Doa
Tuhan Yesus,
ampuni aku jika aku sering salah fokus dalam hidupku.
Saat menghadapi masalah, aku lebih melihat kesulitan daripada melihat Engkau.
Saat aku merasa kehilangan, aku lupa bahwa Engkau selalu ada di dekatku.
Tolong aku untuk peka mendengar suara-Mu,
dan belajar percaya bahwa Engkau hadir dalam setiap keadaan.
Panggil aku, Tuhan…
agar hatiku kembali tertuju kepada-Mu.
Amin.















.png)
