Bangsa Israel akan segera menyeberangi Sungai Yordan di bawah kepemimpinan Yosua. Sementara itu, Musa menerima perintah yang sangat berat. Tuhan menyuruhnya naik ke Gunung Nebo. Dari sana, Musa diizinkan memandang Tanah Kanaan—negeri yang Tuhan sendiri berikan kepada umat-Nya. Namun, Musa tidak diperkenankan masuk ke sana.
Hukuman ini diberikan karena ketidaksetiaan Musa dan Harun di peristiwa air Meriba. Mereka tidak menghormati kekudusan Tuhan di hadapan umat. Kesalahan itu berakibat besar. Musa, pemimpin besar yang setia memimpin Israel puluhan tahun, harus menerima kenyataan pahit: melihat, tetapi tidak menikmati.
Tentu ini sangat menyedihkan. Musa sangat rindu masuk ke Tanah Perjanjian. Ia bahkan pernah memohon kepada Tuhan, tetapi permohonannya tidak dikabulkan. Hukuman Tuhan sungguh nyata dan berat.
Namun, di balik hukuman itu, kita melihat anugerah Allah yang lembut. Tuhan tidak langsung mengakhiri hidup Musa tanpa penghiburan. Ia mengizinkan Musa memandang tanah itu dari kejauhan. Musa boleh melihat janji Tuhan dengan matanya sendiri. Bahkan, jauh di masa depan—dalam peristiwa transfigurasi Yesus—Musa akhirnya berdiri di tanah itu bersama Elia, di hadapan Kristus.
Firman ini mengajarkan kita bahwa hukuman Tuhan tidak pernah lepas dari kasih-Nya. Tuhan mendidik, bukan membinasakan. Ketika Tuhan menegur dan menghukum, Ia tetap menyertakan anugerah agar kita tidak kehilangan pengharapan.
Mungkin hari ini kita sedang menanggung konsekuensi dari kesalahan sendiri. Mungkin hukuman Tuhan terasa berat dan menyakitkan. Namun, jangan lupa: di dalam hukuman-Nya, Tuhan tetap menyimpan anugerah. Ia masih bekerja, memelihara, dan memberi pengharapan.
Renungkan situasi hidup Anda saat ini. Apakah Anda sedang merasakan disiplin Tuhan? Mintalah hati yang lembut untuk melihat anugerah-Nya yang tetap bekerja, bahkan di tengah teguran-Nya.
Doa
Tuhan yang penuh kasih, aku mengakui bahwa sering kali aku gagal dan tidak setia. Terima kasih karena Engkau tidak pernah berhenti mengasihiku. Tolong aku melihat anugerah-Mu, bahkan ketika aku sedang ditegur dan dididik oleh-Mu. Aku tetap berharap kepada-Mu. Amin.
















