GKKK Tepas
Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 19:19-21 Panggilan Tuhan sering kali tidak datang melalui suara yang menggelegar, melainkan di tengah kesibukan rutinitas sehari-hari. Ketika Elisa sedang membajak tanah, Nabi Elia melemparkan jubahnya kepadanya sebagai lambang panggilan dan otoritas kenabian (ay. 19). Tanpa tawar-menawar, Elisa langsung merespons panggil…
GKKK Tepas
Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 19:1-18 Bahkan setelah kemenangan rohani yang besar, seorang hamba Tuhan tetap bisa mengalami rasa lelah mendalam, cemas, dan merasa terasing. Ancaman pembunuhan dari Ratu Izebel membuat Nabi Elia melarikan diri ke padang gurun hingga merasa putus asa dan memohon kematian (ay. 1-4). Elia sangat lelah secara fisik dan bati…
GKKK Tepas
Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 18:16-4 6 Siapakah yang sebenarnya bertakhta di dalam hati kita? Allah yang hidup atau ilah-ilah zaman ini seperti harta, jabatan, dan kenyamanan semu? Peristiwa di Gunung Karmel menuntut sebuah keputusan yang tegas. Nabi Elia berdiri di hadapan bangsa Israel yang hidup mendua hati—mereka tahu tentang Tuhan, tetapi hati da…
GKKK Tepas
Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 18:1-15 Firman Tuhan tidak hanya datang di saat keadaan nyaman, tetapi sering kali disuarakan di tengah krisis, tekanan, dan ketegangan politik yang membahayakan nyawa. Dalam situasi kekeringan hebat, Tuhan menyuruh Nabi Elia menemui Raja Ahab melalui perantaraan Obaja, seorang pejabat istana yang diam-diam takut akan Tuh…
GKKK Tepas
Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 17:7-24 Ketika sumber penghidupan tertutup atau krisis mendera, pikiran kita mudah terguncang. Namun, sering kali saat itulah Allah sedang melatih iman kita. Setelah Wadi Kerit mengering, Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi ke Sarfat dan tinggal bersama seorang janda miskin (ay. 7-9). Perintah ini tampak tidak logis, tetapi be…