Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 7 Juni 2026

 

1. Bapa Engkau Sungguh Baik
Bapa Engkau sungguh baik
Kasih-Mu melimpah di hidupku
Bapa ku berterima kasih
Berkat-Mu hari ini yang Kau sediakan bagiku
Reff:
Ku naikkan syukurku buat hari yang Kau b'ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmat-Mu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan-Mu
Besar setia-Mu di sepanjang hidupku

2. Jadikan Aku Alat-Mu
Firman-Mu, pelita di hidupku
Kau sumber cahaya, menerangiku
Sinarilah hatiku
Agar ku bercahaya selalu
Janji-Mu 'tuk sertai langkahku
Kususuri jalan, tunaikan perintah-Mu
Melayani sepenuh hati
Kepada sesama
Reff:
Jadikan aku alat di tangan-Mu
Biar ku mampu menjadi hamba-Mu
B'ri aku hikmat 'tuk menurut kehendak-Mu, Bapa
Lengkapilah aku dengan Roh-Mu

3. Melayani Lebih Sungguh
Melayani, melayani lebih sungguh
Melayani, melayani lebih sungguh
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani, melayani lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh

4. Hidup Ini Adalah Kesempatan
Hidup Ini Adalah Kesempatan
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara
Sekuntum bunga di pagi hari
Mekar indah harum di padang yang hijau
Demikian Tuhan mendandani rumput
Gugur bunga bila panas terik
Reff:
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Suatu saat aku tak berdaya
Hidup ini sudah jadi berkat

5. Berkat Anak Cucu
Beberapa orang mewarisi harta
Beberapa orang mewarisi nama
Tetapi kami mewarisi berkat
Berkat dari Allah yang hidup
Reff:
Berkat anak cucu, cucu cicit kami
Diberkati Tuhan, melimpah-limpah
Sebab Allah kami, Allah yang setia
Menjaga janji-Nya, sampai s'lamanya

6. Tuhan Selalu Menolongku
Dulu ku tak tahu jalan-Mu Tuhan
Ku berjalan dalam kegelapan
Namun saat ku serahkan hidupku
Kau ubah jalanku menjadi terang
Reff:
Tuhan selalu menolongku
Di setiap waktu, di setiap langkahku
Tiada pernah Dia tinggalkanku
Tuhan selalu menolongku

Share:

Renungan Harian - Dipersatukan oleh Roh yang Sama

Renungan harian 1 Korintus 12 tentang karunia Roh Kudus yang berbeda namun dipersatukan untuk kemuliaan Tuhan

Dipersatukan oleh Roh yang Sama

1 Korintus 12:1-11 

Setiap orang percaya memiliki keunikan yang berbeda. Ada yang pandai mengajar, ada yang memiliki hati untuk melayani, ada yang kuat dalam memberi penguatan, dan ada yang setia menopang melalui doa. Semua kemampuan dan karunia itu adalah pemberian Tuhan. 🎁✨

Namun, sering kali manusia tergoda untuk membandingkan diri. Kita merasa karunia yang kita miliki lebih penting daripada orang lain, atau sebaliknya, kita merasa karunia kita tidak berarti dibandingkan dengan mereka yang terlihat lebih menonjol. Akibatnya, yang seharusnya menjadi berkat justru dapat menimbulkan kesalahpahaman, persaingan, bahkan perpecahan. 😔

Inilah yang terjadi di jemaat Korintus. Karunia-karunia rohani yang Tuhan berikan tidak lagi dipandang sebagai sarana untuk melayani, melainkan dijadikan ukuran kehebatan rohani. Karena itu, Paulus mengingatkan mereka bahwa semua karunia berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus yang sama.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa meskipun karunia kita berbeda-beda, kita tetap dipersatukan oleh Roh yang satu. Tidak ada karunia yang lebih mulia atau lebih rendah. Semua diberikan oleh Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya dan semuanya memiliki tujuan yang sama: membangun tubuh Kristus dan memuliakan Allah. 🙏

Renungan ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah aku bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan kepadaku?

  • Apakah aku menggunakan karunia itu untuk melayani atau untuk meninggikan diri sendiri?

  • Apakah aku menghargai karunia yang dimiliki orang lain?

  • Apakah kehadiranku dalam gereja membawa kesatuan atau justru menimbulkan perbandingan dan persaingan?

Terkadang kita terlalu fokus pada apa yang tidak kita miliki sehingga lupa mensyukuri apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita. Padahal Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan karunia kepada anak-anak-Nya. Setiap karunia memiliki perannya masing-masing dalam pekerjaan Kerajaan Allah. 🌿

Ketika kita melihat seseorang melayani dengan baik, marilah kita belajar untuk bersukacita dan mendukungnya, bukan merasa iri. Sebaliknya, ketika Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk melayani, marilah kita melakukannya dengan rendah hati, menyadari bahwa semua itu adalah anugerah dari-Nya.

Karunia rohani bukanlah tanda kehebatan seseorang, melainkan alat yang Tuhan berikan agar kita dapat melayani dengan efektif. Semakin besar karunia yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. ❤️

Hari ini, mari bersyukur karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi juga memperlengkapi kita. Kiranya kita dapat mengenali karunia yang telah Tuhan percayakan, mengembangkannya dengan setia, dan menggunakannya untuk membangun sesama serta memuliakan nama-Nya.

Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukanlah karunia apa yang kita miliki, tetapi apakah karunia itu dipakai untuk menghadirkan kasih dan kemuliaan Tuhan di tengah dunia. ✨

Doa

Bapa di surga, terima kasih karena Engkau telah memberikan karunia yang berbeda kepada setiap anak-Mu. Ampuni aku jika selama ini aku membandingkan diri dengan orang lain atau menggunakan apa yang Engkau berikan untuk mencari pujian bagi diriku sendiri. Ajarku untuk mengenali karunia yang telah Engkau percayakan, mengembangkannya dengan setia, dan menggunakannya untuk melayani sesama serta memuliakan nama-Mu. Tolong aku juga menghargai dan mendukung pelayanan orang lain sebagai bagian dari tubuh Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏✨

Share:

Renungan Harian : Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan

Renungan harian 1 Korintus 11 tentang menghadirkan Tuhan dalam persekutuan melalui kasih dan kepedulian

Menghadirkan Tuhan dalam Persekutuan

1 Korintus 11:17-34

Setiap kali kita berkumpul dalam persekutuan, apa yang sebenarnya kita cari? Apakah sekadar bertemu teman, mengikuti kegiatan gereja, ataukah sungguh-sungguh mengalami kehadiran Tuhan? 🙏

Jemaat Korintus memiliki kebiasaan berkumpul untuk perjamuan Tuhan. Namun, Paulus menegur mereka karena pertemuan yang seharusnya membawa berkat justru mendatangkan keburukan. Mereka datang bersama, tetapi tidak hidup dalam kasih. Mereka makan bersama, tetapi tidak peduli kepada saudara yang berkekurangan. Mereka mengikuti perjamuan Tuhan, tetapi kehilangan makna dari persekutuan itu sendiri. 😔

Melalui bagian firman ini, kita belajar bahwa sebuah persekutuan bukan hanya soal hadir secara fisik. Persekutuan yang sejati adalah ketika Tuhan hadir dan kasih-Nya dinyatakan melalui sikap hidup setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Paulus mengingatkan bahwa makan bersama dalam perjamuan Tuhan bukan sekadar memenuhi kebutuhan jasmani. Ada makna rohani yang mendalam di dalamnya. Perjamuan menjadi tanda persekutuan dengan Tuhan dan dengan sesama. Karena itu, setiap tindakan yang dilakukan dalam persekutuan seharusnya mencerminkan kasih Kristus. ❤️

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa hati:

  • Ketika aku hadir dalam persekutuan, apakah aku datang untuk melayani atau hanya ingin dilayani?

  • Apakah aku peduli kepada saudara seiman yang sedang mengalami kesulitan?

  • Apakah kehadiranku membawa sukacita dan penguatan bagi orang lain?

  • Apakah orang dapat merasakan kasih Tuhan melalui sikap dan perkataanku?

Salah satu prinsip indah yang diajarkan Paulus adalah bahwa kasih itu mau menunggu. Kasih tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Kasih rela memberi ruang bagi orang lain. Kasih memperhatikan kebutuhan sesama sebelum memikirkan kepentingan pribadi. 🌿

Dalam kehidupan bergereja, sering kali ada orang-orang yang terabaikan. Mungkin mereka sedang bergumul, merasa kesepian, sakit, atau membutuhkan perhatian. Kehadiran Tuhan dapat dirasakan melalui tindakan sederhana yang kita lakukan bagi mereka: menyapa, mendengarkan, mendoakan, mengunjungi, atau sekadar menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian.

Persekutuan yang hidup bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa nyata kasih Kristus dinyatakan di dalamnya. Ketika kasih hadir, Tuhan pun dimuliakan. Ketika kita saling memperhatikan, orang lain dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui kehidupan kita. ✨

Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri: siapakah orang yang Tuhan ingin saya perhatikan? Bagaimana saya dapat menjadi saluran kasih-Nya bagi mereka?

Kiranya setiap persekutuan yang kita ikuti tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi tempat di mana kasih, perhatian, dan kehadiran Tuhan sungguh dirasakan oleh semua orang. 🤝❤️

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Ampuni aku jika selama ini lebih sering memikirkan diriku sendiri daripada memperhatikan kebutuhan orang lain. Ajarku untuk memiliki hati yang penuh kasih, peka terhadap pergumulan sesama, dan rela menjadi berkat bagi mereka. Biarlah melalui sikap, perkataan, dan tindakanku, orang lain dapat merasakan kehadiran-Mu. Jadikan setiap persekutuan yang kuikuti sebagai tempat di mana kasih-Mu dinyatakan dan nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏✨

Share:

Renungan Harian – Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

 

Renungan harian tentang kesatuan jemaat dan hidup yang memuliakan Tuhan berdasarkan 1 Korintus 11

Kesatuan Jemaat dan Kemuliaan Allah

Dalam kehidupan bersama, perbedaan adalah hal yang wajar. Setiap orang dibesarkan dengan kebiasaan yang berbeda, cara berpikir yang berbeda, bahkan cara mengekspresikan iman yang bisa tidak sama. Namun sering kali justru dari hal-hal kecil itulah gesekan muncul. 😔

Jemaat Korintus juga mengalaminya. Perbedaan kebiasaan antara perempuan Yahudi dan Yunani saat beribadah menjadi persoalan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Paulus melihat bahwa masalah ini bukan hanya soal budaya atau kebiasaan, tetapi juga tentang bagaimana jemaat menjaga kepatutan dalam ibadah dan memelihara kesatuan sebagai tubuh Kristus.

Melalui bagian ini, kita diingatkan bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang lebih penting atau lebih rendah. Laki-laki dan perempuan sama-sama berharga di hadapan Allah. Kita saling membutuhkan, saling melengkapi, dan sama-sama bergantung kepada Tuhan. 🤝✨

Kadang persoalan di dalam gereja bukan muncul karena ajaran yang salah, melainkan karena perbedaan kebiasaan, selera, atau pandangan yang tidak sama. Cara berpakaian, cara melayani, cara menyampaikan pendapat, bahkan kebiasaan-kebiasaan kecil dalam persekutuan bisa menjadi sumber salah paham jika tidak disikapi dengan kasih.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk bertanya dalam hati:

  • Apakah sikapku membawa damai atau justru menimbulkan perpecahan?

  • Apakah aku lebih ingin mempertahankan pendapatku sendiri daripada menjaga kesatuan?

  • Apakah yang kulakukan sungguh memuliakan Tuhan?

Tidak semua hal selalu tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Terkadang yang perlu kita pikirkan adalah: Apakah ini patut? Apakah ini membangun? Apakah ini membawa damai?

Kerendahan hati menjadi sangat penting dalam kehidupan berjemaat. Ada saatnya kita perlu berbicara. Ada saatnya kita perlu mendengarkan. Ada saatnya kita perlu mengalah—bukan karena kalah, tetapi karena mengutamakan kasih dan kesatuan. 🌿

Kesatuan jemaat adalah sesuatu yang indah di hadapan Tuhan. Ketika kita saling menerima, saling menghormati, dan sama-sama mengarahkan hati kepada Kristus, nama Tuhan dimuliakan melalui kebersamaan kita.

Hari ini mari kita belajar menjaga hati dalam persekutuan. Bukan mencari kemenangan pribadi, tetapi mencari apa yang membawa damai, kesatuan, dan kemuliaan bagi nama Tuhan. 🙏

🙏 Doa

Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Ajarku memiliki hati yang rendah dan penuh kasih dalam kehidupan bersama dengan sesama. Ampuni jika aku pernah lebih mementingkan pendapatku sendiri daripada menjaga kesatuan. Tolong aku menjadi pembawa damai di tengah persekutuan, menghargai perbedaan, dan hidup dengan sikap yang memuliakan nama-Mu. Biarlah melalui hidupku, gereja-Mu semakin dipersatukan dan nama-Mu ditinggikan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏✨

Share:

Renungan Harian – Jangan Jatuh ke Lubang yang Sama

Renungan harian 1 Korintus 10 tentang belajar dari kesalahan dan hidup memuliakan Tuhan

Jangan Jatuh ke Lubang yang Sama

1 Korintus 10:1–11:1

Pernahkah kita berkata dalam hati, “Aku tidak mau mengulanginya lagi…”, tetapi ternyata beberapa waktu kemudian kita jatuh dalam kesalahan yang sama? 😔

Sebagai manusia, kita sering belajar dari pengalaman. Namun tidak jarang, meski sudah pernah terluka, kecewa, atau menyesal, kita tetap kembali melangkah ke jalan yang sama.

Melalui 1 Korintus 10:1–11:1, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk belajar dari perjalanan bangsa Israel. Mereka adalah umat yang dipelihara Tuhan. Mereka melihat penyertaan Tuhan secara nyata. Mereka menerima pertolongan-Nya. Tetapi tetap saja, mereka berulang kali jatuh dalam ketidaktaatan.

Paulus menuliskan itu bukan untuk menghakimi mereka, melainkan supaya kita belajar dari kisah mereka. Supaya kita tidak jatuh ke lubang yang sama. 🙏

Renungan ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah ada kesalahan yang terus aku ulangi?

  • Apakah ada sikap hati yang belum aku serahkan sungguh-sungguh kepada Tuhan?

  • Apakah keputusan, perkataan, dan tindakanku hari ini memuliakan Tuhan?

Tantangan hidup kita hari ini mungkin berbeda dengan zaman dahulu, tetapi pergumulannya sering sama—godaan, keinginan daging, ego, kesombongan, amarah, atau hidup yang mulai menjauh dari Tuhan.

Namun kita bersyukur karena Tuhan tidak membiarkan kita berjalan tanpa arah. Ia memberi firman-Nya sebagai pelita bagi langkah kita. 📖✨ Dari firman Tuhan, kita diingatkan, ditegur, dibentuk, dan diarahkan kembali.

Paulus memberi satu prinsip yang sangat indah:
“Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31)

Artinya, bukan hanya saat beribadah, tetapi dalam seluruh hidup kita—dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, percakapan, bahkan pikiran kita—semuanya dapat menjadi persembahan yang memuliakan Tuhan.

Hari ini mari datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka. Biarlah kita belajar dari masa lalu, bukan tinggal di dalamnya. Biarlah kegagalan menjadi pelajaran, bukan tempat kita terus terjatuh. 🌿

Tuhan sanggup menolong kita berjalan dalam ketaatan yang baru.

Doa 
Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkanku hari ini. Ampuni aku jika masih sering mengulangi kesalahan yang sama. Tolong aku belajar dari setiap kegagalan dan menjadikannya pelajaran untuk bertumbuh bersama-Mu. Beri aku hati yang peka terhadap teguran-Mu, dan tuntun setiap pikiran, perkataan, serta tindakanku supaya memuliakan nama-Mu. Ajarku hidup seturut kehendak-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏✨
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.