Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 17 Mei 2026

 

1. Hormat Bagi Allah Bapa (KJ 242) [1]
Hormat bagi Allah Bapa,
Hormat bagi Anak-Nya,
Hormat bagi Roh Penghibur,
Ketiganya yang Esa. [1]
Reff:
Haleluya, haleluya,
Ketiganya yang Esa. [1]
Hormat bagi Raja Surga,
Tuhan, Kau manusia.
Hormat bagi Raja Gereja,
Di seluruh dunia.
(Reff) [1, 2, 3]

2. Ku Kagum Akan Engkau (I Stand In Awe) [1]
Kau sungguh indah tiada taranya
Sungguh menakjubkan
Sungguh ajaib 'tuk dimengerti
Lebih dari s'mua yang ada [1]
Hikmat-Mu tiada terselami
Kasih-Mu dalam tak terduga
Kau sungguh indah tiada taranya
Mulia dan berkuasa [1]
Chorus:
Ku kagum, hormat akan Engkau
Ku kagum, hormat akan Engkau
Kau Allah yang layak dipuji
Ku kagum akan Engkau [1]

3. Penuhilah Pialamu (NKI 263)
Rindukah kau hari ini
Bagi s'mua berkat Hu?
Rindukah kau hari ini
Bagi kuasa Roh Kudus? [1]
Reff:
Penuhilah pialamu
Hari ini di hatimu
Lembaklah pialamu
S'perti janji Tuhanmu
Dipenuhi hari ini di hatimu
Dengan kuasa Roh Kudus [1, 2]

4. Ajarku Mengerti (Symphony Worship)
Ajarku mengerti
Segala rencana-Mu
Ajarku berserah
Hanya pada-Mu
Pimpinlah jalanku
Dalam terang firman-Mu
Ajarku berharap
Hanya pada-Mu [1]
Bapaku ajaib, s'gala rancangan-Mu
Tuhan, ku heran perbuatan-Mu
Engkau sanggup mengadakan
Segala yang kuperlukan
Menurut kehendak-Mu
Terjadilah [1, 2]

5. Tak Satupun (JPCC Worship)
Tak satupun yang tersembunyi
Di depan mata-Mu
Tak satupun yang tak Kau tahu
Tentang hidupku
Kau yang tahu segala hal
Yang kuperlukan
Kau yang tahu akhir hidupku
Dan masa depanku
Reff:
Ku mau setia
Hidup dalam jalan-Mu
Ku mau setia
Melayani-Mu [LyricFind, YouTube]

6. Sanding Gusti (Lirik Lagu Jawa)
Wektu wingi aku rumangsa sepi
Uripku tanpo guna
Nanging gusti paring pepadhang
Ing uripku kang peteng iki
Reff:
Saiki aku seneng sanget
Biso sanding gusti
Gusti Yesus paring katresnan
Kang sejati ing uripku
Matur nuwun gusti
Kowe wis mberkahi aku
Uripku saiki ayem tentrem
Sanding gusti Yesusku 
Share:

Renungan Harian : Kasih kepada Kristus

Renungan harian Yohanes 21 tentang kasih kepada Kristus dan pemulihan Tuhan

Kasih kepada Kristus

Yohanes 21:15-19 

Setiap orang pernah gagal. Ada saat ketika kita jatuh, kecewa pada diri sendiri, bahkan merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Mungkin kita pernah berjanji setia kepada Tuhan, tetapi kemudian lemah dan gagal menjalankannya.

Itulah yang dialami Petrus. Ia pernah berkata bahwa dirinya siap mati bagi Yesus, tetapi pada kenyataannya ia menyangkal Yesus sampai tiga kali. Kegagalan itu pasti sangat menyakitkan bagi Petrus.

Namun, setelah kebangkitan-Nya, Yesus datang kepada Petrus bukan untuk menghukum atau mempermalukannya. Yesus hanya bertanya dengan lembut, “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Pertanyaan itu bukan sekadar tentang perasaan, tetapi tentang hati. Yesus ingin memulihkan Petrus dan mengingatkannya kembali bahwa kasih kepada Kristus adalah dasar dari kehidupan mengikut Tuhan.

Yesus tidak menuntut Petrus menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia juga tidak meminta Petrus membuktikan dirinya layak. Yang Yesus cari hanyalah hati yang tetap mengasihi-Nya, meskipun pernah jatuh.

Begitu juga dengan kita. Kadang kegagalan membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Kita merasa malu untuk datang kembali kepada-Nya. Tetapi kasih Tuhan tidak berhenti karena kegagalan kita. Tuhan tetap memanggil, memulihkan, dan memberi kesempatan baru.

Mengasihi Kristus berarti tetap memilih mengikuti-Nya, bahkan saat hidup tidak mudah. Tetap percaya kepada-Nya saat hati lemah. Tetap setia berjalan bersama-Nya meski pernah jatuh.

Hari ini, Tuhan juga bertanya kepada kita:
“Apakah engkau mengasihi Aku?”

Jawaban terbaik bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat hidup yang mau kembali kepada-Nya dan terus belajar mengikuti kehendak-Nya setiap hari.

  • Apakah saya masih menyimpan rasa bersalah yang membuat saya menjauh dari Tuhan?
  • Apakah saya sungguh mengasihi Kristus dalam kehidupan sehari-hari?
  • Sudahkah saya tetap setia mengikuti Tuhan meski pernah gagal?

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena kasih-Mu tidak berubah sekalipun aku sering gagal dan jatuh. Ampuni segala kelemahan dan dosa-dosaku. Pulihkan hatiku seperti Engkau memulihkan Petrus. Ajarku untuk tetap mengasihi-Mu dengan sungguh-sungguh dan setia mengikuti-Mu dalam setiap keadaan. Pegang hidupku agar aku tidak menjauh dari-Mu, tetapi terus berjalan dalam kasih dan kehendak-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian "Allah yang Menghukum Kefasikan"

Renungan harian Hakim-Hakim 20 tentang Allah yang menghukum kefasikan

Allah yang Menghukum Kefasikan

Hakim-hakim 20 

Peristiwa dalam Hakim-hakim 20 menunjukkan bahwa Allah tidak menutup mata terhadap dosa dan kefasikan. Kejahatan yang terjadi di Gibea membuat seluruh Israel terguncang. Mereka datang kepada Tuhan dan meminta petunjuk sebelum maju berperang melawan suku Benyamin.

Namun hal yang mengejutkan terjadi. Meski mereka merasa berada di pihak yang benar, Allah tetap membiarkan mereka mengalami kekalahan dua kali. Banyak tentara Israel gugur sebelum akhirnya Tuhan memberi kemenangan.

Mengapa Tuhan mengizinkan hal itu?

Firman Tuhan mengingatkan bahwa penghakiman dimulai dari umat Allah sendiri. Tuhan bukan hanya melihat dosa orang lain, tetapi juga memeriksa hati umat-Nya. Sebelum Tuhan menghukum Benyamin, Tuhan terlebih dahulu mendidik dan merendahkan hati sebelas suku Israel agar mereka datang dengan pertobatan dan ketergantungan penuh kepada-Nya.

Sering kali kita mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi lupa memeriksa diri sendiri. Kita merasa lebih benar, lebih rohani, atau lebih baik. Padahal Tuhan ingin kita memiliki hati yang rendah dan mau dikoreksi.

Kadang Tuhan mengizinkan proses yang berat supaya kita belajar taat, bergantung kepada-Nya, dan tidak berjalan menurut kekuatan sendiri. Air mata, kegagalan, dan pergumulan sering kali dipakai Tuhan untuk membentuk hati kita.

Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk hidup lebih sungguh di hadapan-Nya. Jangan hanya meminta Tuhan memberkati hidup kita, tetapi mintalah juga hati yang mau dibentuk dan dimurnikan oleh firman-Nya.

Biarlah hidup kita dipenuhi kasih, ketaatan, dan kerendahan hati dalam menjalani setiap musim kehidupan.

  • Apakah saya lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada memeriksa diri sendiri?
  • Apakah saya tetap mau percaya kepada Tuhan saat mengalami proses yang berat?
  • Sudahkah saya hidup dengan hati yang taat dan rendah di hadapan Tuhan?

Doa

Tuhan, aku datang dengan hati yang mau diajar dan dibentuk oleh-Mu. Ampuni aku jika selama ini lebih sibuk melihat kesalahan orang lain daripada memperbaiki hidupku sendiri. Ajarku untuk hidup dalam ketaatan, kerendahan hati, dan kasih kepada sesama. Dalam setiap proses hidup, tolong aku tetap percaya kepada-Mu dan berjalan menurut kehendak-Mu.

Biarlah berkat dan penyertaan-Mu mengalir dalam kehidupan kami, keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan setiap langkah hidup kami. Berkati rumah tangga, anak-anak, cucu-cucu, usaha, pekerjaan, studi, serta masa depan kami. Tambahkan hikmat dan kekuatan agar kami tetap setia berjalan bersama-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur. Amin

Share:

Renungan Harian " Saat Hidup Tidak Lagi Mencerminkan Tuhan "

Renungan harian Hakim-Hakim 19 tentang hidup yang mencerminkan Tuhan

Saat Hidup Tidak Lagi Mencerminkan Tuhan

Hakim-hakim 19

Hakim-hakim 19 adalah kisah yang menyedihkan dan mengguncang hati. Peristiwa ini menunjukkan betapa jauhnya umat Allah saat itu dari kehendak Tuhan. Mereka hidup sama seperti dunia yang tidak mengenal Allah, bahkan melakukan kejahatan yang sangat mengerikan.

Orang Lewi yang seharusnya hidup dekat dengan Tuhan justru tidak menunjukkan kasih dan tanggung jawab yang benar. Orang-orang di kota Gibea pun bertindak sangat jahat dan kehilangan hati nurani. Tempat yang seharusnya menjadi tempat aman malah berubah menjadi tempat penuh kekerasan dan dosa.

Yang paling menyedihkan, semua itu terjadi di tengah umat Tuhan.

Firman Tuhan hari ini menjadi peringatan bagi kita. Sangat mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi hidupnya tidak lagi mencerminkan Tuhan. Kita bisa rajin beribadah, melayani, atau aktif dalam kegiatan gereja, tetapi hati kita perlahan menjadi dingin, egois, dan kehilangan kasih.

Dunia saat ini juga semakin menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa. Kekerasan, kebencian, ketidakpedulian, dan hidup tanpa takut akan Tuhan makin sering terlihat. Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk hidup berbeda.

Tuhan rindu agar hidup kita menjadi terang, bukan ikut larut dalam gelapnya dunia. Kita dipanggil untuk menghadirkan kasih, menjaga sesama, menolong yang lemah, dan hidup dalam kekudusan.

Jangan sampai hidup kita justru melukai orang lain dan mempermalukan nama Tuhan. Biarlah melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita, orang lain dapat melihat kasih Tuhan yang nyata.

  • Apakah hidup saya sudah mencerminkan karakter Tuhan?
  • Adakah sikap, perkataan, atau kebiasaan saya yang masih sama seperti dunia?
  • Sudahkah saya menjadi pribadi yang membawa kasih dan rasa aman bagi orang lain?

Doa

Tuhan, ampuni aku jika hidupku masih sering tidak mencerminkan kasih dan kekudusan-Mu. Bentuklah hatiku agar semakin lembut, peduli, dan hidup benar di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak mengikuti cara hidup dunia, tetapi menjadi terang yang memuliakan nama-Mu. Pakailah hidupku untuk membawa kebaikan dan kasih bagi sesama. Amin.

Share:

Renungan Harian :Saat Dosa Dianggap Biasa"

Renungan harian Hakim-Hakim 18 tentang bahaya dosa yang menyebar

Saat Dosa Dianggap Biasa

Hakim-hakim 18 

Dosa yang dibiarkan tidak akan berhenti pada satu orang saja. Dosa bisa menyebar, memengaruhi banyak orang, bahkan akhirnya dianggap sesuatu yang biasa.

Dalam Hakim-hakim 18, kita melihat bagaimana kesalahan yang dimulai dari rumah Mikha akhirnya menjalar kepada suku Dan dan juga seorang Lewi. Patung-patung yang seharusnya tidak ada justru dipakai dalam penyembahan. Orang-orang yang seharusnya mencari kehendak Tuhan malah mengikuti keinginan sendiri.

Yang paling menyedihkan adalah ketika orang Lewi itu rela meninggalkan kebenaran demi kedudukan yang lebih besar. Ia tergoda menjadi imam bagi satu suku karena terlihat lebih menguntungkan. Sedikit demi sedikit, hati yang seharusnya melayani Tuhan menjadi kompromi dengan dosa.

Bukankah hal seperti ini juga bisa terjadi dalam hidup kita?
Awalnya kita tahu sesuatu itu salah, tetapi karena sering melihatnya, mendengarnya, atau melakukannya, akhirnya hati menjadi terbiasa. Dosa yang dulu terasa mengganggu perlahan dianggap normal. Kita mulai membenarkan diri sendiri dan kehilangan kepekaan terhadap firman Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa dosa tidak boleh diberi ruang sekecil apa pun. Apa yang dibiarkan hari ini bisa menjadi kebiasaan besok, lalu akhirnya menyeret banyak orang ikut jatuh.

Tuhan rindu agar kita hidup setia kepada-Nya, bukan hanya di depan orang lain, tetapi juga dalam hati dan keputusan sehari-hari. Jangan sampai kenyamanan, keuntungan, atau keinginan pribadi membuat kita meninggalkan kebenaran.

Mari belajar menjaga hati dan tetap berjalan dalam firman Tuhan, meski dunia menganggap dosa sebagai hal yang biasa.

Refleksi Pribadi

  • Adakah dosa yang selama ini mulai saya anggap biasa?
  • Apakah saya pernah berkompromi dengan kesalahan demi kenyamanan atau keuntungan?
  • Apakah hidup saya sungguh menjadi teladan yang membawa orang dekat kepada Tuhan?

Doa

Tuhan, ampuni aku jika selama ini masih memberi ruang bagi dosa dalam hidupku. Tolong aku agar tidak terbiasa dengan kesalahan dan tidak membenarkan apa yang Engkau benci. Jagalah hatiku supaya tetap setia kepada firman-Mu dan berani menolak dosa, sekalipun itu tidak mudah. Ajarku untuk hidup hanya bagi-Mu. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.