Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : ⏳ Jangan Bertindak Bodoh!

Ilustrasi seseorang berdoa dengan sabar menantikan waktu Tuhan sebagai lambang ketaatan dan iman.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 13:1-22

"Sungguh bodoh tindakanmu itu!" (1 Samuel 13:13)

Saul berada dalam situasi yang sangat menekan. Musuh semakin kuat, rakyat mulai ketakutan dan meninggalkannya, sementara Samuel yang dinantikannya belum juga datang. Dalam keadaan terdesak, Saul memilih bertindak sendiri. Ia mempersembahkan kurban yang bukan menjadi wewenangnya, karena merasa tidak bisa lagi menunggu.

Di mata Saul, tindakannya tampak masuk akal. Namun, di mata Tuhan, itu adalah ketidaktaatan. Masalahnya bukan sekadar mempersembahkan kurban, tetapi hati yang tidak mau lagi percaya dan menunggu waktu Tuhan.

Sering kali kita juga menghadapi situasi yang membuat gelisah. Saat doa terasa belum dijawab, kita tergoda mengambil jalan pintas, mengandalkan kemampuan sendiri, atau membuat keputusan tanpa mencari kehendak Tuhan. Kita mengira sedang bertindak bijaksana, padahal bisa saja kita sedang melangkah menjauh dari kehendak-Nya.

Kesabaran adalah bagian dari iman. Menunggu Tuhan memang tidak selalu mudah, tetapi jauh lebih baik daripada bertindak tergesa-gesa dan kemudian menyesal. Tuhan menghargai hati yang tetap taat, bahkan ketika keadaan belum berubah.

💭 Refleksi:
Apakah saat ini Anda sedang tergoda mengambil jalan pintas karena merasa Tuhan terlalu lama menjawab? Maukah Anda tetap percaya dan menunggu waktu-Nya dengan setia?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ampunilah aku jika sering mendahului kehendak-Mu. Berilah aku hati yang sabar, percaya, dan tetap taat, sehingga aku tidak mengambil keputusan yang menjauhkan diriku dari-Mu. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 5 Juli 2026

 

1. Satu Hal yang Kurindu
Verse:
Satu hal yang kurindu
Berdiam di dalam rumah-Mu
Satu hal yang kupinta
Menikmati bait-Mu, Tuhan [1]
Chorus:
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu
Daripada s'ribu hari di tempat lain
Memuji-Mu, menyembah-Mu
Kau Allah yang hidup
Dan menikmati s'mua kemurahan-Mu [1, 2, 3]

2. Jadikanku Rumah Doamu
Verse:
Kubawa hidupku s'karang
Ke tempat kudus-Mu, Tuhan
Di mezbah-Mu kuserahkan
Seluruh hidupku [1, 2]
Penuhi hatiku s'karang
Dengan urapan yang baru
Agar aku lebih lagi
Mendengar suara-Mu [1, 2]
Chorus:
Jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
Agar semua suku bangsa
Datang menyembah-Mu [1]

3. Firman Jadi Manusia
Verse:
Firman jadi manusia
Diam di antara kita
Ada hidup terang bagi manusia
Engkau datang bagi kepunyaan-Mu [1]
Chorus:
Yesus, Kaulah Juruselamatku
Kuakui Kau Tuhan bagiku
Kau terang bagi saat gelapku
Kau pintu bagi setiap jalan [1]

4. Sentuh Hatiku
Verse:
Betapa ku mencintai
Segala yang t'lah terjadi
Tak pernah sendiri jalani hidup ini
Selalu menyertai
Betapa ku menyadari
Di dalam lembah kelam
Sungguh Kau menghiburku
Tangan-Mu membimbingku
Chorus:
Kau sentuh hatiku, ubah hidupku
Menjadi yang baru
Bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Bapa, ajarku mengerti sebuah kasih
Yang selalu memberi
Bagai air mengalir
Yang tiada pernah berhenti

5. Ojo Sambat Wae
Verse:
Ojo sambat wae, akehi syukure
Bakal ono dalan kanggo masalahmu
Ojo sambat wae, ono Gusti Yesus
Percoyo karo Gusti, indah ending-e [1, 2]
Chorus:
Bareng Gusti bakal ketemu dalane
Bakal luweh indah coro lan wektune
Gandeng Gusti ra bakal kleru dalane
Udan badai Gusti ra bakal ninggalke [1]

6. Waktu Tuhan
Verse:
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktu-Mu
Ku percaya kuasa-Mu memulihkan hidupku
Chorus:
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya
Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Share:

Renungan Harian : 🌿 Mengajarkan Jalan yang Baik

Ilustrasi seorang nabi mengajarkan jalan Tuhan kepada umat sebagai lambang hidup dalam kesetiaan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 12

"Hanya takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan setia dan segenap hatimu." (1 Samuel 12:24)

Samuel telah memimpin bangsa Israel selama bertahun-tahun dengan hidup yang jujur dan setia. Menjelang akhir pelayanannya, ia tidak hanya mengingatkan mereka tentang kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi juga mengajak mereka mengingat betapa besar kasih dan pertolongan Tuhan sepanjang perjalanan hidup mereka.

Walaupun bangsa Israel pernah menolak Tuhan sebagai Raja mereka, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Sebaliknya, melalui Samuel, Tuhan kembali menunjukkan jalan yang benar: takut akan Tuhan, mendengarkan firman-Nya, beribadah dengan setia, dan tidak menyimpang dari kehendak-Nya.

Sering kali kita lebih mudah mengingat kegagalan daripada mengingat kebaikan Tuhan. Padahal, ketika kita merenungkan kembali penyertaan-Nya, hati kita akan dikuatkan untuk tetap percaya dan hidup dalam ketaatan. Tuhan tidak mencari orang yang tidak pernah jatuh, tetapi orang yang mau kembali kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh.

Hari ini, mari belajar berjalan di jalan yang baik. Jangan biarkan dosa menjauhkan kita dari Tuhan. Sebaliknya, teruslah mendengarkan firman-Nya dan hiduplah setia, sebab kasih-Nya tidak pernah meninggalkan orang yang mau kembali kepada-Nya.

💭 Refleksi:
Sudahkah Anda meluangkan waktu untuk mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Apakah ada langkah yang perlu Anda tinggalkan agar dapat kembali berjalan di jalan-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas kasih dan kesetiaan-Mu yang tidak pernah berakhir. Ajarku untuk selalu mengingat kebaikan-Mu, hidup setia kepada firman-Mu, dan tetap berjalan di jalan yang Engkau kehendaki. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🔥 Raja yang Dikuasai Roh

Ilustrasi seorang pemimpin yang dipenuhi Roh Tuhan memimpin umat menolong mereka yang tertindas.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 11

"Lalu berkuasalah Roh Allah atas Saul ketika ia mendengar perkataan itu." (1 Samuel 11:6)

Orang-orang Yabes-Gilead berada dalam ancaman besar. Mereka tidak berdaya menghadapi musuh yang ingin mempermalukan dan menindas mereka. Ketika Saul mendengar kabar itu, Roh Allah menguasainya. Ia tidak tinggal diam. Tuhan membangkitkan keberanian di dalam dirinya untuk memimpin bangsa Israel bersatu menyelamatkan saudara-saudara mereka.

Roh Tuhan tidak hanya memberi keberanian, tetapi juga menggerakkan hati untuk peduli terhadap penderitaan orang lain. Hati yang dipenuhi Roh Allah tidak akan nyaman melihat ketidakadilan, penindasan, atau dosa. Sebaliknya, Roh Kudus mendorong kita untuk menjadi pembawa pertolongan, pembela kebenaran, dan penguat bagi mereka yang lemah.

Renungan ini juga menjadi cermin bagi kita. Apakah hati kita masih peka terhadap suara Tuhan? Apakah kita masih tergerak untuk menolong, atau justru memilih diam karena merasa itu bukan urusan kita?

Ketika kita hidup dekat dengan Tuhan dan taat kepada firman-Nya, Dia akan memberikan keberanian untuk melakukan apa yang benar. Mungkin kita tidak memimpin sebuah bangsa seperti Saul, tetapi kita dapat menjadi alat Tuhan di keluarga, tempat kerja, gereja, maupun lingkungan sekitar.

💭 Refleksi:
Apakah hati Anda masih mudah digerakkan oleh Roh Tuhan untuk membela yang benar dan menolong sesama? Atau justru sudah terbiasa menutup mata terhadap kebutuhan orang lain?

🙏 Doa

Ya Tuhan, penuhi hatiku dengan Roh-Mu. Berikan aku keberanian untuk melakukan yang benar, membela yang lemah, dan menjadi saluran kasih-Mu bagi sesama. Ajarlah aku hidup taat kepada firman-Mu setiap hari. Amin.

Share:

Renungan Harian : 👑 Dipilih untuk Taat

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 10:17–27

"Kamu lihat orang yang dipilih TUHAN itu?" (1 Samuel 10:24)

Saul dipilih Tuhan menjadi raja pertama atas Israel. Secara lahiriah ia tampak layak menjadi pemimpin. Namun, yang terpenting bukanlah penampilannya, melainkan bahwa ia dipilih untuk menjalankan kehendak Tuhan. Di Israel, raja bukanlah penguasa tertinggi. Tuhan tetap menjadi Raja yang sesungguhnya, sedangkan raja hanyalah alat di tangan-Nya.

Hal yang sama berlaku bagi setiap orang percaya. Tuhan memberi kita tanggung jawab yang berbeda-beda, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun masyarakat. Apa pun posisi kita, tujuan utamanya bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menyatakan kehendak Tuhan melalui hidup kita.

Mungkin tidak semua orang akan menerima atau menghargai panggilan yang Tuhan berikan kepada kita. Saul sendiri menghadapi orang-orang yang meragukan dan meremehkannya. Namun, penilaian manusia tidak boleh membuat kita berhenti melakukan apa yang Tuhan percayakan.

Keberhasilan di mata Tuhan tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan kita, tetapi dari seberapa setia kita menaati-Nya. Ketika Tuhan memanggil, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk menjalankan tugas yang telah dipercayakan.

💭 Refleksi:
Apakah Anda sedang menjalankan tanggung jawab dengan hati yang taat kepada Tuhan, atau lebih sibuk mencari pengakuan dari manusia? Ingatlah, orang yang dipilih Tuhan dipanggil untuk setia, bukan untuk mencari pujian.

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau mempercayakan tanggung jawab kepadaku. Tolong aku untuk tetap rendah hati, setia, dan taat melakukan kehendak-Mu, meskipun tidak selalu mendapat penghargaan dari orang lain. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.