Belajar dari Masa Lalu Bersama Tuhan
Ada saat-saat dalam hidup
di mana kita bertanya,
“Tuhan, mengapa ini terjadi?”
Kita melihat ke belakang…
mengingat masa lalu…
dan mencoba memahami apa yang sedang kita alami sekarang.
Itulah yang dilakukan Gideon.
Bangsa Israel sedang menderita.
Hasil panen dirusak, ternak dirampas, hidup mereka penuh ketakutan.
Di tengah situasi itu, Tuhan memanggil Gideon.
Namun Gideon tidak langsung percaya.
Ia justru bertanya,
“Jika Tuhan menyertai kami, mengapa semua ini terjadi?”
Bukankah ini juga pertanyaan kita?
Saat hidup terasa berat…
saat doa belum terjawab…
kita mulai meragukan penyertaan Tuhan.
Namun Tuhan tidak marah kepada Gideon.
Ia menjawab dengan lembut,
dan memberi satu hal yang pasti:
penyertaan-Nya.
Gideon juga merasa tidak mampu.
Ia merasa kecil, tidak layak, dan tidak cukup kuat.
Namun Tuhan tidak melihat seperti manusia melihat.
Tuhan melihat hati yang mau dipakai.
Melalui proses itu, Gideon belajar satu hal penting:
Tuhan tidak berubah.
Dia tetap setia, bahkan ketika keadaan tidak mudah.
Hari ini, kita diajak untuk melakukan “retrospeksi iman”.
Melihat kembali perjalanan hidup kita bersama Tuhan.
Di mana Tuhan pernah menolong kita?
Di mana kita pernah meragukan-Nya?
Dan bagaimana Tuhan tetap setia?
Dari sana, kita belajar untuk percaya lagi.
Karena iman yang hidup
bukan berarti tidak pernah bertanya,
tetapi tetap percaya di tengah pertanyaan.
Doa
Tuhan,
aku datang dengan segala pertanyaan dalam hatiku.
Sering kali aku tidak mengerti jalan-Mu dalam hidupku.
Namun tolong aku untuk tetap percaya kepada-Mu.
Ajarku untuk belajar dari masa lalu,
melihat kesetiaan-Mu,
dan berpegang pada janji penyertaan-Mu.
Kuatkan imanku, Tuhan,
agar aku tetap berjalan bersama-Mu.
Amin.















