Teruslah Menabur Kasih
Kasih yang tulus tidak selalu mendapat balasan yang baik. Kadang kebaikan kita justru disalahpahami, dicurigai, bahkan dibalas dengan perlakuan yang menyakitkan. Namun, 2 Samuel 10 mengajarkan agar kita tidak berhenti berbuat baik hanya karena mengalami hal tersebut.
Daud bermaksud menunjukkan kebaikan kepada Hanun karena ayahnya, Nahas, pernah berbuat baik kepadanya (ayat 2). Namun niat baik itu justru dicurigai dan para utusan Daud dipermalukan. Daud tidak membiarkan kemarahan menguasai dirinya. Ia terlebih dahulu memikirkan kehormatan para utusannya, lalu menghadapi ancaman yang datang dengan keberanian dan iman kepada Tuhan.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat ketulusan hati kita, sekalipun manusia salah memahami niat kita. Kita tidak selalu dapat mengendalikan penilaian orang lain, tetapi kita dapat memilih untuk tetap melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan.
Mungkin hari ini kebaikan kita tidak dihargai. Mungkin kita pernah disalahpahami ketika bermaksud menolong. Jangan biarkan pengalaman itu membuat hati kita menjadi pahit.
Teruslah menabur kasih. Teruslah berbuat baik. Serahkan hasilnya kepada Tuhan, sebab kebaikan yang dilakukan dengan hati tulus tidak pernah sia-sia di hadapan-Nya.
Ketika manusia salah menilai, Tuhan tetap mengetahui isi hati kita. Percayalah kepada-Nya dan teruslah menabur kasih.
Doa:
Tuhan, ajar aku tetap berbuat baik meskipun terkadang disalahpahami. Jauhkan kepahitan dari hatiku dan mampukan aku terus menjadi saluran kasih-Mu. Amin.