Kebutaan Akut
Ada kalanya seseorang begitu sibuk melihat kesalahan orang lain sampai tidak mampu melihat kesalahannya sendiri. Inilah yang terjadi pada Daud.
Setelah melakukan dosa terhadap Batsyeba dan Uria, Daud seolah-olah dapat menyimpan semuanya sebagai masa lalu. Namun Tuhan tidak membiarkan dosa itu tersembunyi. Ia mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud melalui sebuah perumpamaan.
Ketika mendengar kisah tentang orang kaya yang mengambil domba milik orang miskin, Daud sangat marah dan menuntut keadilan. Ia tidak menyadari bahwa kisah itu sebenarnya sedang berbicara tentang dirinya. Karena itu Natan berkata dengan tegas, “Engkaulah orang itu!” (2 Samuel 12:7).
Teguran Tuhan membuka mata Daud. Ia akhirnya menyadari dosanya dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Dari sini kita belajar bahwa dosa dapat membuat hati menjadi buta, sehingga kita mudah melihat kesalahan orang lain tetapi sulit mengakui kesalahan sendiri.
Firman Tuhan mengajak kita untuk berani memeriksa hati. Jangan menutupi dosa, membenarkannya, atau menganggapnya sebagai sesuatu yang kecil. Ketika Tuhan menegur, datanglah dengan hati yang rendah dan mau bertobat.
Mengakui kesalahan memang tidak mudah, tetapi pertobatan membuka jalan menuju pengampunan dan pemulihan. Tuhan tidak mencari manusia yang pura-pura sempurna, melainkan hati yang mau merendahkan diri dan kembali kepada-Nya.
Jangan sampai kita begitu sibuk menilai orang lain sehingga menjadi buta terhadap keadaan hati sendiri. Mintalah Tuhan membuka mata kita dan menolong kita hidup dalam pertobatan.
Doa:
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat keadaan hatiku dengan jujur. Berikan aku keberanian untuk mengakui dosa, menerima teguran-Mu, dan kembali berjalan dalam kehendak-Mu. Amin.