Perkataan yang Tepat
Perkataan dapat membawa kehidupan, tetapi juga dapat melukai dan menghancurkan. Karena itu, kita perlu belajar bukan hanya apa yang kita katakan, tetapi juga kapan dan bagaimana kita mengatakannya.
Dalam 2 Samuel 20, Yoab bertindak dengan sangat keras. Ia membunuh Amasa, bahkan yang dibunuhnya adalah kerabatnya sendiri. Ketika mengejar Seba, tindakannya juga hampir membahayakan seluruh penduduk kota yang sebenarnya tidak bersalah.
Namun, seorang perempuan yang tidak disebutkan namanya berani menemui Yoab. Dengan bijaksana ia menyampaikan perkataan yang tepat dan mengingatkan Yoab agar tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak orang. Perkataan perempuan itu membuat Yoab berpikir jernih. Akhirnya, penduduk kota diselamatkan dan Seba berhasil dihukum.
Kisah ini menunjukkan bahwa perkataan yang bijak dan disampaikan pada waktu yang tepat dapat mencegah kesalahan besar. Kita tidak harus menjadi orang terkenal untuk dipakai Tuhan. Perempuan tanpa nama itu menjadi alat Tuhan melalui keberanian dan perkataannya.
Amsal 25:11 menggambarkan perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya seperti “buah apel emas di pinggan perak.” Artinya, perkataan yang benar akan menjadi berkat ketika disampaikan dengan cara dan waktu yang tepat.
Mari memeriksa perkataan kita hari ini. Apakah kata-kata kita membangun atau justru menjatuhkan? Apakah teguran kita disampaikan dengan kasih atau dengan kemarahan?
Beranilah mengatakan kebenaran, tetapi sampaikanlah dengan kasih, hikmat, dan pada waktu yang tepat. Perkataan yang tepat dapat menyelamatkan, menguatkan, bahkan mengubah keadaan.
Doa
Tuhan, jagalah perkataanku agar menjadi berkat bagi orang lain. Berikan aku hikmat untuk mengatakan kebenaran dengan kasih, keberanian untuk menegur dengan tepat, dan kepekaan untuk mengetahui waktu yang terbaik. Amin.