Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Ahli Waris

Galatia 4:21-31

Kita mengenal istilah “ahli waris”, yaitu orang yang menerima warisan bukan karena pencapaiannya, melainkan karena ia memiliki hubungan yang sah dengan sang pewaris.

Paulus memakai kisah Hagar dan Sara untuk menjelaskan perbedaan antara hidup sebagai budak hukum dan hidup sebagai anak yang menerima janji Allah. Ismael lahir dari Hagar, seorang hamba, melalui usaha manusia. Sedangkan Ishak lahir dari Sara, perempuan merdeka, sebagai penggenapan janji Allah.

Gambaran ini mengingatkan kita bahwa di dalam Kristus, kita bukanlah budak yang harus terus berusaha mendapatkan penerimaan Allah. Kita adalah anak-anak janji, yang menerima kasih karunia karena inisiatif Allah.

Sering kali kita masih hidup seperti seorang budak: merasa harus membuktikan diri, mengejar kesempurnaan, dan takut tidak cukup baik di hadapan Tuhan. Padahal, Kristus telah memberikan kebebasan kepada kita sebagai anak-anak Allah.

Karena itu, jangan kembali hidup berdasarkan penampilan atau usaha untuk mendapatkan kasih Tuhan. Hiduplah dalam kebebasan, syukur, dan sukacita sebagai anak yang dikasihi-Nya. Kebebasan itu bukan alasan untuk hidup sembarangan, tetapi kesempatan untuk menaati Tuhan dengan hati yang penuh kasih.

Apakah saya masih berusaha mendapatkan kasih Allah, atau sudah hidup sebagai anak yang menerima kasih karunia-Nya?

🙏 Doa:
Tuhan, terima kasih karena melalui Kristus aku menjadi anak-Mu. Tolong aku meninggalkan kehidupan yang penuh ketakutan dan usaha untuk membuktikan diri. Ajarku hidup dalam kebebasan, ketaatan, dan sukacita sebagai anak-Mu. Amin.