Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Bahaya Melanggar Sumpah

Janji yang kita ucapkan bukanlah sesuatu yang boleh dianggap sepele. Terlebih ketika janji itu diucapkan dalam nama Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kesetiaan dalam perkataan merupakan bagian dari menghormati Allah.

Pada zaman Daud, Israel mengalami kelaparan selama tiga tahun. Setelah Daud bertanya kepada TUHAN, diketahui bahwa kelaparan itu berkaitan dengan dosa Saul yang telah membunuh orang-orang Gibeon. Padahal, bangsa Israel sebelumnya telah bersumpah untuk membiarkan orang Gibeon hidup (2 Samuel 21:1-2).

Daud kemudian berusaha menyelesaikan persoalan tersebut. Menariknya, ketika berhadapan dengan Mefiboset, Daud tetap memegang sumpah yang pernah dibuatnya kepada Yonatan di hadapan Tuhan (7). Daud menunjukkan bahwa janji yang dibuat dengan sungguh-sungguh harus dihormati.

Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan memperhatikan perkataan dan komitmen kita. Jangan mudah mengucapkan janji, apalagi bersumpah dalam nama Tuhan, jika kita tidak sungguh-sungguh berniat menepatinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah berjanji kepada Tuhan, pasangan, keluarga, teman, atau orang lain. Jangan biarkan janji itu hanya menjadi kata-kata. Kesetiaan dimulai dari keberanian untuk menjaga apa yang telah kita ucapkan.

Karena itu, sebelum berjanji, pikirkanlah dengan sungguh-sungguh. Tetapi jika kita sudah berjanji, belajarlah untuk menepatinya dengan setia. Kiranya melalui perkataan dan tindakan kita, nama Tuhan semakin dihormati.

Firman Tuhan mengajar kita: jangan mudah berjanji, tetapi ketika sudah berjanji, hiduplah dalam kesetiaan.

Doa

Tuhan, ajarilah kami menjaga setiap perkataan dan janji yang kami ucapkan. Berikan kami hati yang setia dan bertanggung jawab sehingga hidup kami memuliakan nama-Mu. Amin.