Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Ikuti Injil yang Orisinal

Paulus mengajarkan Injil yang sejati kepada jemaat, menggambarkan panggilan untuk tetap berpegang pada kebenaran Kristus.

Galatia 1:1-10

Di zaman sekarang, barang imitasi bisa dibuat begitu mirip dengan aslinya sehingga sulit dibedakan. Namun, sebagus apa pun tiruannya, tetap bukan barang yang orisinal. Demikian juga dengan Injil. Ada ajaran yang tampak benar, tetapi sebenarnya telah mengubah inti Injil Kristus.

Paulus menulis kepada jemaat di Galatia karena mereka mulai mengikuti “injil lain”. Ada orang-orang yang mengajarkan bahwa percaya kepada Kristus saja belum cukup untuk keselamatan, tetapi harus ditambah dengan ketaatan pada hukum Musa, termasuk sunat.

Paulus dengan tegas mengingatkan bahwa Injil yang sejati berpusat pada Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk menebus dosa manusia. Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah melalui Kristus.

Karena itu, kita perlu berhati-hati terhadap setiap ajaran yang menambahkan syarat lain di luar karya Kristus. Injil tidak perlu dibuat lebih menarik dengan mengurangi kebenarannya atau ditambah dengan sesuatu yang mengubah maknanya.

Paulus juga menunjukkan bahwa seorang pelayan Tuhan seharusnya tidak hidup untuk mencari pujian manusia. Tujuan utamanya adalah menyenangkan Allah dan tetap setia menyampaikan kebenaran-Nya.

Mari kita memeriksa kembali iman kita. Jangan sampai kita tanpa sadar menggantikan kecukupan Kristus dengan usaha, tradisi, atau hal-hal lain. Tetaplah berpegang pada Injil yang sejati dan percaya kepada Kristus.

🙏 Doa

Tuhan Yesus, teguhkan iman kami agar tetap berpegang pada Injil-Mu yang benar. Jauhkan kami dari ajaran yang menyimpangkan kebenaran dan ajar kami untuk hidup hanya bagi-Mu. Amin.