Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Iman di Tengah Pengkhianatan

Daud meninggalkan Yerusalem di tengah pengkhianatan Absalom dalam 2 Samuel 15:13-37, tetap percaya kepada Tuhan dalam penderitaan.

Pengkhianatan terasa begitu menyakitkan karena biasanya datang dari orang yang dekat dan kita percaya. Daud mengalami luka itu ketika Absalom, anaknya sendiri, memberontak dan berusaha merebut takhtanya. Daud bahkan harus meninggalkan Yerusalem untuk menyelamatkan diri.

Di tengah keadaan yang berat, Daud melihat kesetiaan orang-orang yang tetap memilih mengikutinya. Mereka rela meninggalkan kenyamanan dan menghadapi ketidakpastian bersama Daud. Namun, hati Daud tetap penuh kesedihan. Ia menangis dan meratap ketika meninggalkan kota (ayat 30).

Yang menarik, dalam penderitaan itu Daud tidak hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan dirinya. Ia tetap menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Bahkan ketika ada kemungkinan Tuhan tidak lagi berkenan kepadanya, Daud berkata bahwa ia siap menerima apa yang baik menurut kehendak Tuhan (ayat 26).

Inilah iman yang dewasa: tetap percaya ketika kita tidak memahami apa yang sedang Tuhan kerjakan. Daud tidak berpura-pura kuat. Ia menangis, kecewa, dan terluka, tetapi ia tidak melepaskan kepercayaannya kepada Tuhan.

Kita pun mungkin pernah mengalami pengkhianatan, kekecewaan, atau kehilangan kepercayaan kepada seseorang. Jangan biarkan luka tersebut membuat kita kehilangan iman. Bawalah kesedihan kepada Tuhan dan percayakan masa depan kepada-Nya.

Kita juga perlu menyadari bahwa kita sendiri pernah mengecewakan Tuhan melalui dosa. Karena itu, jangan mengandalkan kebaikan diri sendiri. Datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati dan percayalah kepada kasih karunia-Nya.

Ketika manusia mengecewakan, Tuhan tetap dapat menjadi tempat perlindungan. Tetaplah beriman dan serahkan hidup kita sepenuhnya ke dalam tangan-Nya.

Doa:
Tuhan, ketika aku mengalami pengkhianatan dan kekecewaan, kuatkan imanku. Tolong aku untuk tidak dikuasai luka, tetapi tetap percaya kepada kehendak dan kemurahan-Mu. Ajarlah aku menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Amin.