Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Orang Merdeka yang Berbagi Kemerdekaan

Orang merdeka hidup dalam kasih dan melayani sesama

Bayangkan jika kita memiliki utang besar yang tidak sanggup kita bayar, lalu seseorang melunasinya dengan cuma-cuma. Tentu hati kita dipenuhi kelegaan dan rasa syukur. Kita tidak ingin kembali kepada kehidupan yang sama, melainkan terdorong untuk membagikan kebaikan yang telah kita terima.

Demikianlah Paulus mengingatkan jemaat Galatia. Kristus telah memerdekakan mereka, karena itu mereka jangan kembali menjadi hamba dari aturan dan ritual keagamaan yang dianggap dapat membuat seseorang benar di hadapan Allah. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah melalui iman kepada Kristus.

Kemerdekaan dalam Kristus juga bukan kebebasan untuk melakukan apa saja. Orang yang telah dimerdekakan dipanggil untuk melayani seorang akan yang lain oleh kasih. Jadi, pusat kehidupan kita bukan sekadar menjalankan rutinitas keagamaan, tetapi memiliki hubungan yang nyata dengan Kristus dan membiarkan kasih-Nya bekerja melalui hidup kita.

Kadang kita bisa begitu sibuk dengan kegiatan dan rutinitas gereja, tetapi kehilangan kasih kepada Tuhan dan sesama. Padahal, kemerdekaan yang Kristus berikan seharusnya membuat kita semakin peduli, melayani, mengampuni, dan menjadi berkat.

Kita telah menerima kemerdekaan yang begitu besar melalui Kristus. Mari jangan menyimpannya untuk diri sendiri. Bagikan kemerdekaan itu melalui kasih dan pelayanan kepada sesama.

Apakah kemerdekaan dalam Kristus sudah terlihat melalui cara saya mengasihi dan melayani orang lain?

🙏 Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memerdekakanku. Tolong aku tidak kembali hidup sebagai hamba ketakutan dan usaha manusia. Ajarku memakai kemerdekaan ini untuk mengasihi dan melayani sesama. Amin.