Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Gema Suara Ilahi: Ibadah yang Direkayasa

Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 12:25-33

Ketakutan sering kali mendorong manusia mencari jalan pintas hingga mengorbankan prinsip iman yang mendasar demi rasa aman dan kepentingan diri sendiri.

Itulah yang dilakukan oleh Raja Yerobeam. Demi mengamankan kekuasaannya dan mencegah rakyatnya kembali kepada dinasti Daud di Yerusalem, ia melakukan "restrukturisasi religi". Yerobeam membuat dua patung anak lembu emas, mengubah tempat ibadah, mengangkat imam sembarangan, serta menetapkan hari raya baru (ay. 28-33).

Ibadah yang dibuat Yerobeam tampak religius dan memudahkan rakyat, tetapi itu adalah manipulasi rohani yang mengabaikan firman Tuhan.

Bahaya serupa bisa terjadi di masa kini. Ketika ibadah hanya berorientasi pada kenyamanan, kemudahan, atau sekadar keramaian, gereja atau kehidupan rohani kita rentan berkompromi dengan kebenaran. Allah tidak menolak kreativitas dalam beribadah, tetapi Ia menolak ibadah yang dibangun atas dasar ketakutan, kepentingan diri, atau rekayasa manusia. Ibadah sejati harus berpusat pada kebenaran dan ketaatan kepada Tuhan.

Doa

Terima kasih Bapa atas segala berkat dan rancangan indah dalam hidup kami. Kami percaya janji-Mu bahwa saat kami hidup setia kepada-Mu, Engkau memberkati dan menyertai langkah kami.

Oleh kuasa darah Yesus yang tercurah di atas kayu salib, segala belenggu dosa dan kutuk telah dipatahkan. Kami percaya hidup kami, keluarga kami, dan masa depan kami diberkati dan dilindungi oleh-Mu.

Ampuni kami, ya Tuhan, jika sering kali ibadah dan pelayanan kami didorong oleh rasa takut, kenyamanan, atau kepentingan diri sendiri, bukan karena ketaatan yang murni. Ajar kami untuk selalu beribadah di dalam roh dan kebenaran sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.