Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Gema Suara Ilahi: Keangkuhan Pangkal Perpecahan

Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 12:1-24

Perpecahan sering kali dipicu oleh keangkuhan serta penolakan untuk mendengar hikmat. Kisah Raja Rehabeam menjadi peringatan keras bagi kita.

Saat dilantik menjadi raja, rakyat meminta keringanan beban pajak. Para tua-tua menasihatinya untuk merendahkan hati dan melayani rakyat agar mereka setia selamanya. Namun, Rehabeam menolak nasihat bijak tersebut. Ia malah menuruti nasihat teman-teman mudanya yang mendorongnya bertindak kejam dan menindas demi mempertahankan gengsi dan wibawanya.

Keputusan angkuh Rehabeam ini berujung fatal: kerajaan Israel pecah menjadi dua. Masalah utama Rehabeam bukanlah usianya yang muda, melainkan hatinya yang angkuh. Ia lebih mementingkan harga diri daripada keadilan dan belas kasihan.

Meskipun perpecahan ini merupakan bagian dari kedaulatan Allah atas dosa keturunan Salomo, keangkuhan manusia tetap menjadi penyebab hancurnya kedamaian. Mari kita buang sifat angkuh, bersedia mendengarkan hikmat, dan melayani sesama agar hidup kita membuahkan kerukunan, bukan perpecahan.

Doa

Ya Tuhan Allah yang Mahabijaksana, ampunilah kami jika sering kali kami mempertahankan keangkuhan, gengsi, dan ego kami daripada memilih jalan kasih dan keadilan. Berikan kami hati yang lembut, mau mendengar nasihat hikmat-Mu, dan rela merendahkan diri untuk melayani sesama. Jauhkan kami dari sikap angkuh yang mendatangkan perpecahan, dan pakailah hidup kami untuk membawa kedamaian. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.