Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Rencana Allah Anti Gagal

Manusia dapat merencanakan banyak hal, tetapi tidak ada satu pun yang mampu menggagalkan rencana Allah.

Adonia telah berusaha mengangkat dirinya sendiri menjadi raja. Ia mengandalkan ambisi dan perhitungannya sendiri tanpa memedulikan kehendak Tuhan. Namun, ketika Daud mengetahui semuanya, ia segera bertindak sesuai dengan janji dan kehendak Allah. Salomo akhirnya diurapi menjadi raja Israel.

Ketika mendengar sorak-sorai rakyat bagi Salomo, Adonia menjadi takut. Ia sadar bahwa rencananya telah gagal. Ia bahkan berlari mencari perlindungan di tanduk mazbah dan memohon belas kasihan Salomo.

Kisah ini menunjukkan bahwa rencana manusia bisa gagal, tetapi rencana Allah tidak pernah gagal. Adonia dapat menyusun strategi dan mencari dukungan, tetapi ia tidak dapat mengubah apa yang telah Allah tetapkan.

Sering kali kita juga ingin mengatur hidup menurut keinginan sendiri. Kita membuat rencana, mengejar ambisi, lalu berharap Tuhan mengikuti apa yang sudah kita tentukan. Ketika rencana itu tidak berhasil, kita kecewa dan bertanya mengapa Tuhan tidak menolong.

Padahal, mungkin Tuhan sedang mengingatkan kita untuk kembali percaya kepada-Nya.

Kita tidak selalu memahami bagaimana Allah bekerja. Namun, kita dapat percaya bahwa Dia memegang kendali. Tugas kita bukan memaksakan kehendak sendiri, melainkan belajar mengenali kehendak-Nya dan setia menjalaninya.

Apakah saya sedang mempercayai rencana Allah, atau berusaha memaksakan rencana saya sendiri kepada-Nya?

Jangan takut ketika jalan yang kita lalui tidak sesuai dengan keinginan kita. Tetaplah percaya. Apa yang Allah kehendaki tidak akan gagal. Rencana-Nya jauh lebih besar dan sempurna daripada rencana kita.

🙏 Doa:
Tuhan, ajar aku percaya pada rencana-Mu ketika aku tidak memahami jalan-Mu. Jauhkan aku dari ambisi yang membuatku mengabaikan kehendak-Mu. Tolong aku tetap setia dan percaya bahwa rencana-Mu tidak pernah gagal. Amin.