Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben

Gema Suara Ilahi: Iman Dilatih Melalui Pengosongan

Bacaan Alkitab: 1 Raja-raja 17:7-24

Ketika sumber penghidupan tertutup atau krisis mendera, pikiran kita mudah terguncang. Namun, sering kali saat itulah Allah sedang melatih iman kita.

Setelah Wadi Kerit mengering, Tuhan menyuruh Nabi Elia pergi ke Sarfat dan tinggal bersama seorang janda miskin (ay. 7-9). Perintah ini tampak tidak logis, tetapi bertujuan menguji iman Elia. Di sisi lain, sang janda miskin yang sedang menghadapi kekurangan ekstrem juga dilatih untuk mengimani perkataan nabi Allah, sehingga tepung dan minyaknya tidak pernah habis (ay. 10-14).

Namun, ujian belum selesai. Ketika anak sang janda jatuh sakit hingga meninggal, ia kembali mengalami "pengosongan" yang mendalam. Melalui doa Elia, Tuhan menghidupkan kembali anak tersebut, dan sang janda akhirnya beriman sepenuhnya kepada Tuhan (ay. 20-23).

Iman yang kokoh tidak lahir dari kenyamanan semata, melainkan sering kali ditempa melalui guncangan, kehilangan, dan masa-masa pengosongan. Allah memakai momen tersebut untuk memurnikan iman kita. Jangan pandang pengosongan sebagai hambatan, melainkan kesempatan untuk melihat pemeliharaan Tuhan secara nyata.

Doa

Ya Tuhan Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Ampuni kami jika iman kami sering kali goyah ketika sumber jasmani mengering atau masa-masa sukar datang melanda. Mampukan kami untuk tidak melihat pengosongan sebagai malapetaka, melainkan sebagai wadah pelatihan iman dari-Mu. Teguhkan hati kami untuk terus memercayai firman dan kuasa-Mu yang sanggup membawa pemulihan serta kehidupan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.