Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

PEKA

Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. 

Yohanes 5:1-9

“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang ....” (Yoh. 5:7)

Mobil yang membawa nasi kotak pun tiba. Melihat kedatangannya, banyak orang berduyun-duyun langsung mengerumuni mobil itu. Tua, muda, lelaki, perempuan berebut nasi kotak. Mereka memastikan diri agar tidak terlambat. Karena nasi kotak jumlahnya terbatas, mereka yang jauh, yang tidak bisa berlari kencang, dan yang kesulitan untuk berjalan kemungkinan tidak akan mendapat nasi kotak.

Melihat hal tersebut kita berharap agar yang mendapatkan nasi kotak bisa berbagi kepada mereka yang tidak mendapatkannya. Apabila itu tidak terjadi, maka hal ini adalah seperti yang dikisahkan dalam teks Alkitab hari ini. Dikisahkan Yesus berada di Betesda. Di sana Ia melihat seorang yang sudah 38 tahun mengalami sakit (Yoh. 5:5). Melihat hal tersebut, Yesus berinteraksi dengannya dan pada akhir kisah orang itu mengalami kesembuhan. Bagian menarik dalam kisah ini adalah ketika si orang sakit ini melihat absennya kepekaan sosial di sekitarnya. Ia mengeluh kepada Yesus, ketika air kolam berguncang, tidak ada orang yang membantunya. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri. Inilah yang menjadi keprihatinan.

Saudara saudariku, dalam kehidupan ini setiap orang memiliki kepentingan. Namun, hari ini kita diingatkan agar juga peka terhadap kepentingan orang lain. Kita tidak berdiam diri ketika ada orang lain yangmembutuhkan bantuan kita. Ketika rumah kita kotor, kita memiliki inisiatif untuk membersihkannya. Ketika ada teman kita kesulitan mengerjakan tugas kuliah, kita menawarkan bantuan. Dengan demikian, kita senantiasa peka melihat apa yang terjadi di sekitar kita.

1. Mengapa orang banyak tidak memiliki kepekaan terhadap si sakit?
2. Apa yang menjadi kesulitan kita untuk peka terhadap kebutuhan orang lain?

Pokok Doa: Memiliki kepekaan untuk melihat kebutuhan orang lain.

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Hari demi Hari

Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah

Mazmur 90

Ajarlah kami menghitung hari hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
 Mazmur 90:12

Hari yang paling banyak dinantikan oleh sebagian besar orang adalah weekend atau hari libur. Setelah 5 6 hari dilewati dengan berbagai kesibukan, hari yang diharapkan untuk beristirahat datang. Mereka bisa jalan jalan, bersantai atau melakukan hobi. Namun semenjak pandemi, hari hari berlangsung terasa sama saja. Tidak ada beda antara weekday dan weekend. Kita diam di rumah terus karena tempat tempat liburan ditutup. Bahkan ketika sudah mulai dibuka, masih banyak orang tetap tinggal di rumah.

Saat menjalani hari hari seperti ini, apa yang Anda pikirkan? Bagaimana Anda memandang hari hari yang dilewati? Beberapa orang merasa bosan, setiap hari yah sama gitu gitu aja. Yang lain begitu takut untuk masuk kerja setiap harinya tapi ada juga yang tidak begitu memusingkannya. Bagaimana menjalani hari berdasarkan firman Tuhan?

Pertama, percaya Tuhan bersama setiap hari. Sehari adalah waktu yang sangat pendek. Ini mengajarkan kita untuk setiap hari bergantung kepada Tuhan. Hati yang bijaksana bukanlah yang tahu atau dapat mengendalikan seluruh hari hari dalam hidupnya, tetapi bisa melihatnya sebagai kemurahan Tuhan dan kesadaran tidak mungkin menjalaninya tanpa mengandalkan Dia. Hari hari tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana, adakalanya dilewati begitu berat tetapi kita tahu perjalanannya tidak pernah dilalui sendirian. Bersama Tuhan kita akan berani menghadapi hari demi hari.

Kedua, memandang dengan serius kesementaraan hidup kita. Musa tidak menuliskan ajarlah kami menghitung tahun tahun melainkan hari hari kami. Hidup kita sangat singkat, tidak ada yang bisa merengkuh keabadian selama di dunia ini. Singkat bukan berarti umur di dunia sebentar, maksudnya adalah bersifat kesementaraan. Siapa yang menunggu Anda setelah meninggalkan dunia? Tuhan. Di akhir kehidupan Anda akan berhadapan dengan Nya. Tentu sebuah sukacita besar jika kita bisa tinggal selamanya bersama Tuhan, tetapi kemalangan besar jika kita terpisah dengan Nya selama lamanya. Yang menentukan
Anda bisa hidup bersama Dia nanti hanya karena iman Anda kepada Tuhan Yesus. Karena itu, percayalah kepada Nya.

Berapa lama kita hidup di dunia adalah sebuah misteri besar. Jalani setiap hari dengan iman dan nantikanlah hari hari kekal nan indah bersama Kristus.

Refleksi diri:

Bagaimana Anda menjalani hari hari Anda belakangan ini? Sudahkah Anda menjalaninya dengan mengandalkan Yesus?

Seberapa serius Anda memandang kesementaraan di dunia?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

SEPAKAT UNTUK TIDAK SEPAKAT

Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. 

Kisah Para Rasul 15:36-41 (39) 
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam .... 
“Mau makan apa?” tanya seorang ibu kepada dua orang anaknya. “Aku mau mie,” jawab si sulung. “Aku mau soto,” jawab si bungsu. “Soto lagi, soto lagi!” tanggapan si sulung. “Kapan terakhir makan soto?” respons si bungsu dengan nada yang mulai meninggi. Perbedaan pendapat seperti ini menjadi potensi konflik dalam hubungan persaudaraan. Tidak hanya dalam keluarga, dalam dunia pelayanan pun acap kali terjadi konflik karena perbedaan pendapat. Salah satunya adalah kisah dalam teks Alkitab hari ini.

Dikisahkan Paulus dan Barnabas yang awalnya adalah rekan sepelayanan diperhadapkan pada perbedaan pendapat. Barnabas hendak mengajak Yohanes/Markus (Kis. 15:37), tetapi Paulus tidak menyetujuinya. Paulus berpendapat bahwa Markus bukanlah orang yang tepat untuk diajak kerja sama. Terjadilah konflik, olah konflik, dan kesepakatan. Mereka sepakat untuk menghormati pilihan masing-masing. Barnabas tetap membawa Markus, sedangkan Paulus membawa Silas. Selain itu, mereka juga tidak menyimpan dendam antara satu dengan yang lain. Terbukti di kemudian hari mereka tidak pernah menyebutkan kelemahan orang lain.
Bapak ibu hari ini kita melihat bahwa terkadang konflik tak terhindarkan dalam hidup. Di sinilah kita diingatkan untuk mengolah konflik dengan cara bersedia untuk mendengarkan, berdiskusi, dan menghargai pendapat orang lain. Konflik justru menjadi sarana yang membangun untuk lebih mengenal satu sama lain. Walaupun begitu, ini sama sekali tidak boleh menjadi pembenaran bagi kita untuk dengan sengaja mencari konflik dengan orang lain.

1. Mengapa Paulus dan Barnabas mau menerima perbedaan pendapat?
2. Mengapa kita tidak mau menerima perbedaan pendapat?

Pokok Doa: Mau belajar mengolah konflik

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Nikmati hidup jalani hidup

Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. 

Pengkhotbah 3:1

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Pengkhotbah 3:1

Hidup ini memang menyajikan beragam pelajaran. Nah hari ini, kita belajar bahwa semua akan tua pada waktunya dan kita perlu hikmat untuk menikmati hidup. Pengalaman saya ini mungkin bisa menggambarkannya.

Suatu hari sewaktu di parkiran, mobil di depan kami nampak kesulitan untuk mengambil posisi. Sudah maju mundur lebih dari tiga kali belum bisa juga. Bapak satpam sampai membantu mengarahkan. Suara klakson mobil tak sabar bersahutan dari belakang. Saya keluar untuk melihat, oh rupanya pasangan suami istri berusia sekitar 70 an. Sang suami nampak kesulitan dan sang istri tampak tegang di sebelahnya. Tukang parkir mengarahkan, Kiri pol, Pak. Kiri kiri, ya balas… Akhirnya bisa juga.

Antre parkir beres, kami masuk belanja ke supermarket. Sewaktu mau bayar, eeeh harus antri lagi! Ada seorang ibu usia 60 70 tahun sedang kebingungan mencari belanjaannya. Rupanya tadi setelah bayar, ia langsung jalan tanpa membawa belanjaan. Kasir membantu mencari belanjaannya. Saya bilang kepada suami sambil tersenyum, Nanti kita gitu juga.

Seperti yang dikatakan Pengkhotbah tadi, segala sesuatu ada waktunya dan kita perlu hikmat untuk menghadapinya. Jika kita berhikmat maka kita akan tahu diri, tahu waktu, tahu batas, tahu malu, tahu menikmati, dan tahu mensyukuri. Waktu bisa di luar nikmatilah, waktu tidak bisa keluar (di rumah saja) ya dinikmati juga. Waktu sehat syukuri, waktu terpaksa terbaring sakit ya dinikmati. Waktu untung puji Tuhan, waktu buntung segala sesuatu ada maksud Nya. Waktu lancar haleluya Tuhan baik, waktu antre mari latih kesabaran. Karena semua ada masanya. Inilah yang saya pahami mengenai hikmat dalam menikmati hidup.

Nikmati dan jalani hidup karena tidak akan terus terusan kita muda, sehat, kuat, dan segar. Ada masanya akan berlalu. Akan tiba waktunya kita tua, sakit, lemah dan layu. Pasti , nikmatilah hidup. Jangan hidup di masa lalu. Jangan terobsesi dengan masa depan sampai lupa menikmati masa kini. Mintalah hikmat kepada Tuhan Yesus supaya kita bisa menikmati hidup.

Refleksi diri:

Bagaimana selama ini Anda menjalani hidup? Apakah Anda bisa menikmatinya?

Sudahkah Anda memintakan hikmat dari Tuhan Yesus supaya bisa menikmati setiap situasi kehidupan?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

PUJILAH TUHAN

Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. 

Mazmur 148

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN .... (Mzm. 148:13)
Kekristenan tanpa puji-pujian bagaikan sayur tanpa garam. Ibadah, persekutuan, pembinaan, Sekolah Minggu, dan acara gereja pada umumnya tidak bisa dilepaskan dari pujipujian. Berbagai suasana dalam ibadah juga tak bisa dilepaskan dari puji-pujian. Dalam ibadah kedukaan, pemakaman, penghiburan, puji-pujian kerap disenandungkan. Dalam ibadah syukur memasuki rumah baru dan ibadah syukur pembukaan kantor baru, ada puji-pujian yang dinyanyikan. Dalam ibadah syukur ulang tahun pun ada puji-pujian. Puji-pujian tak bisa dilepaskan dari berbagai acara seremonial Kristen.
Mazmur 148 juga menekankan pentingnya memuji Tuhan. Pujian kepada Tuhan merupakan sebuah ritual umum pada zaman kuno. Biasanya, seseorang akan memuja dewa agar dewa tersebut memberikan sesuatu atau agar dewa tersebut tidak murka. Dengan demikian, pujian yang dilakukan bisa saja merupakan pujian dengan ketakutan dan kekhawatiran jikalau berkatnya atau rezekinya dihambat.
Saudaraku yang terkasih. hari ini kita diingatkan untuk memuji Tuhan dengan tulus, bukan karena ketakutan dan kekhawatiran. Kita memuji Tuhan karena kebaikan Tuhan yang kita terima; memuji Tuhan dengan ketulusan hati kita. Selain itu, kita juga diingatkan untuk memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh; bukan sekadar kebiasaan kosong dalam ritual Kekristenan, melainkan kita memang memuji Tuhan dengan hati dan dengan iman. Kita mengucapkan tiap kata dalam pujian tersebut dengan sadar dan dengan iman. Melalui puji-pujian itu kita makin membangun relasi kita dengan Tuhan.
1. Mengapa pemazmur meminta pendengarnya untuk memuji Tuhan?
2. Mengapa kita sulit untuk memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh?
Pokok Doa: Memuji Tuhan dengan hati dan kesungguhan.

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.