Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Keluarga Kristen
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kristen. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian " Hargai Istrimu! "

Ilustrasi siluet suami dan istri berjalan berdampingan saat matahari terbenam, melambangkan penghargaan dan kesetaraan dalam keluarga Kristen.
 
Hargai Istrimu!

Dalam banyak budaya, perempuan—terutama istri—sering kali ditempatkan pada posisi yang lebih rendah. Mereka dianggap tidak punya suara, tidak berhak mengambil keputusan, bahkan tak jarang diperlakukan seolah hanya “milik” suami. Di tengah realitas semacam inilah firman Tuhan dalam Ulangan 21:10-17 hadir membawa cahaya yang berbeda.

Tuhan menetapkan aturan yang menegaskan bahwa istri bukan benda, melainkan pribadi yang harus dihormati. Bahkan seorang tawanan perang—yang secara sosial sangat rentan—tetap harus diperlakukan dengan penuh martabat (ay. 14). Demikian pula seorang istri yang tidak lagi dicintai suaminya; hak-haknya tidak boleh dirampas, terlebih ketika itu menyangkut status anak sulungnya (ay. 15-17).

Perintah ini menunjukkan hati Tuhan yang menghargai setiap manusia. Ia tidak pernah melihat perempuan sebagai kelas kedua, melainkan sebagai pribadi berharga yang layak dihormati.

Hari ini, firman Tuhan mengajak setiap suami untuk merenungkan kembali:
Apakah aku sudah menghargai istri seperti Tuhan menghendaki?
Dalam keluarga masa kini—di mana suami istri sama-sama bekerja, bertanggung jawab, dan membangun rumah tangga bersama—penghargaan bukanlah pilihan, tetapi kebutuhan. Menghargai pasangan berarti memberi ruang bagi suara, keputusan, pergumulan, bahkan kelelahannya.

Menghargai berarti bersedia berbagi peran.
Menghargai berarti mengakui bahwa istri adalah penolong yang sepadan—bukan bawahan.
Menghargai berarti memperlakukan istri seperti diri sendiri ingin diperlakukan.

Kiranya setiap rumah tangga tumbuh menjadi tempat di mana kasih, penghormatan, dan ketulusan mengalir tanpa syarat.

🙏 Doa 

Tuhan, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk menghargai setiap pribadi, termasuk pasangan yang Engkau percayakan dalam hidup kami. Tolong aku untuk memperlakukan pasanganku dengan hormat, kasih, dan kelembutan. Ajari aku untuk membangun keluarga yang setara, saling memahami, dan saling menopang. Biarlah rumahku menjadi tempat di mana kasih-Mu nyata. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

Share:

Renungan Harian : ✨Ajaran Paling Utama bagi Seorang Anak

Ilustrasi seorang anak dan orang tua yang berjalan bersama dalam cahaya hangat, melambangkan pengajaran untuk mengasihi Tuhan.

Ajaran Paling Utama bagi Seorang Anak

Di zaman ini, banyak orang tua merasa bahwa tugas terbesar mereka adalah memastikan anak memperoleh nilai terbaik di sekolah. Rapor seakan menjadi ukuran utama keberhasilan. Namun bila kita menelusuri Firman Tuhan, ada sebuah prioritas yang jauh lebih penting daripada prestasi akademis.

Tuhan berkata, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu” (Ul. 6:5).
Inilah ajaran yang paling utama—ajaran yang Tuhan sendiri ingin orang tua tanamkan dalam hati anak-anak mereka.

Tuhan meminta agar ajaran ini diajarkan berulang-ulang. Bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga dibicarakan dalam setiap situasi: saat duduk, saat berjalan, sebelum tidur, dan ketika bangun. Firman ini harus “diikatkan pada tangan dan dahi,” tanda bahwa apa pun yang kita kerjakan, pikirkan, dan putuskan harus mengalir dari kasih kita kepada Allah.

Ajaran ini pun harus “pada tiang pintu” dan “pintu gerbang”—artinya menjadi nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga, komunitas, bahkan seluruh aspek kehidupan kita. Anak-anak bukan hanya membutuhkan penjelasan, tetapi teladan nyata. Mereka lebih mudah meniru tindakan orang tua dibanding mendengar perkataan mereka.

Tanpa disadari, ketika orang tua lebih fokus pada nilai sekolah, mereka sedang mengajarkan kepada anak bahwa prestasi lebih penting daripada mengasihi Tuhan.
Padahal, pengajaran iman yang paling kuat adalah hidup yang mencerminkan kasih kepada Allah.

Karena itu, marilah kita sebagai orang tua, pengasuh, atau pribadi dewasa, menuntun generasi berikutnya dengan kehidupan yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.
Ketika kasih kepada Allah nyata dalam perkataan dan tindakan kita, anak-anak pun belajar untuk mengasihi Tuhan dan sesama dengan hati yang murni.


Doa Penutup

Puji syukur bagi-Mu ya Tuhan, atas kasih dan kuasa-Mu yang melampaui segala kuasa. Sertailah hidup kami, lindungilah keluarga kami, anak-anak dan cucu-cucu kami, pekerjaan kami, usaha kami, sawah dan ladang kami, studi kami, kantor dan pelayanan kami. Biarlah berkat-Mu mengalir atas rumah kami dan seluruh karya tangan kami.

Dalam nama Tuhan Yesus, kami mohon hikmat untuk melangkah, kekuatan untuk bertahan, dan hati yang taat agar hidup kami seturut kehendak-Mu.
Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.