Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Pertumbuhan Iman
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Iman. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian : " Kamu Berbeda dengan Dunia "

Ilustrasi pribadi yang berdiri antara dua dunia: sisi gelap dan sisi terang, melambangkan panggilan hidup berbeda sebagai umat Tuhan

Ulangan 14

Kamu Berbeda dengan Dunia 

Ada kalanya kita merasa ingin membaur, menyesuaikan diri, atau terlihat seperti orang lain—agar diterima, agar tidak dianggap aneh, atau sekadar supaya hidup terasa lebih mudah. Namun firman Tuhan hari ini kembali mengingatkan: kita memang berbeda. Kita dipanggil berbeda. Kita dipilih untuk hidup dengan cara yang tidak sama dengan dunia.

Bangsa Israel pun dipanggil Allah untuk hidup berbeda dari bangsa-bangsa lain. Kekhasan mereka terlihat dari cara mereka merespons kesedihan, apa yang mereka makan, hingga bagaimana mereka mempersembahkan persepuluhan. Bukan karena hal-hal itu tampak lebih baik, tetapi karena Allah ingin identitas mereka mencerminkan siapa yang mereka sembah — Allah yang kudus.

Begitu pula kita saat ini.
Tidak semua tren perlu kita ikuti.
Tidak semua nilai dunia perlu kita telan.
Tidak semua gaya hidup yang tampak menarik harus kita jalani.

Karena kita bukan “seperti dunia.”
Kita adalah milik Kristus.

Ketika kita berkata bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, itu berarti hidup kita pun perlu menunjukkan siapa yang memimpin hidup ini. Kekudusan kita penting. Taat dan jujur memang tidak populer. Rendah hati kadang dianggap kelemahan. Kesetiaan dianggap kuno. Namun justru di situlah letak perbedaan yang Allah rindukan muncul dalam diri kita.

Perbedaan itu bukan untuk membuat kita tinggi hati, tetapi agar dunia melihat terang Kristus melalui hidup kita — dalam cara kita bekerja, berbicara, mencintai, memaafkan, melayani, dan juga dalam keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.

Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri:
Apakah hidupku mencerminkan bahwa aku adalah milik Allah?
Atau diam-diam aku sebenarnya sedang menyesuaikan diri dengan dunia agar terlihat “sama”?

Biarlah kesadaran ini menumbuhkan kerinduan baru di hati kita untuk kembali menjaga kekhasan sebagai umat Tuhan — umat yang dipanggil untuk setia, taat, dan hidup bagi-Nya.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau memilih aku menjadi milik-Mu. Tolong aku untuk hidup berbeda, bukan karena ingin terlihat suci, tetapi karena ingin menyenangkan hati-Mu. Ajari aku untuk menjaga kekudusan, melakukan yang benar, dan tetap setia meski dunia menawarkan begitu banyak hal yang bertentangan dengan firman-Mu. Bentuklah hidupku menjadi kesaksian bagi banyak orang. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.

Share:

Renungan Harian : Berhala Adalah Jerat Bagimu

Ilustrasi renungan Ulangan 7 tentang bahaya penyembahan berhala, menggambarkan kehancuran berhala dan panggilan untuk kembali setia kepada Tuhan.

Tuhan memilih Israel sebagai umat kesayangan-Nya bukan karena jumlah mereka besar, tetapi karena kasih setia-Nya dan janji-Nya kepada para leluhur. Ia memberkati mereka, memperbanyak keturunan, dan menuntun mereka menghadapi bangsa-bangsa yang lebih kuat. Namun kenyataannya, bangsa itu sangat mudah menyimpang dan terjerat pada ilah-ilah lain.

Tuhan tahu betapa cepatnya hati manusia berubah. Karena itu Ia memerintahkan Israel untuk menghancurkan seluruh bentuk penyembahan berhala—mazbah, tugu, tiang berhala, bahkan patung-patungnya. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena berhala adalah jerat yang menyesatkan hati dan memalingkan manusia dari Sang Sumber Hidup.

Di hadapan Tuhan, penyembahan berhala adalah kekejian. Hati yang terbagi membuat manusia tidak dapat hidup dalam berkat dan penyertaan-Nya. Tuhan adalah Allah yang cemburu, bukan karena Ia rapuh, tetapi karena Ia mengasihi kita dan tahu bahwa semua berhala pada akhirnya akan membinasakan kita.

Hari ini Tuhan mengingatkan kita: apa pun yang membuat kita menjauh dari-Nya—entah pekerjaan, ambisi, uang, hubungan, atau kebiasaan—itu adalah berhala yang harus dihancurkan total. Jangan beri celah sekecil apa pun. Sebab sekecil apa pun celah, itu bisa menjadi jerat yang besar.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.