2026 ~ Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : ⏳ Jangan Bertindak Bodoh!

Ilustrasi seseorang berdoa dengan sabar menantikan waktu Tuhan sebagai lambang ketaatan dan iman.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 13:1-22

"Sungguh bodoh tindakanmu itu!" (1 Samuel 13:13)

Saul berada dalam situasi yang sangat menekan. Musuh semakin kuat, rakyat mulai ketakutan dan meninggalkannya, sementara Samuel yang dinantikannya belum juga datang. Dalam keadaan terdesak, Saul memilih bertindak sendiri. Ia mempersembahkan kurban yang bukan menjadi wewenangnya, karena merasa tidak bisa lagi menunggu.

Di mata Saul, tindakannya tampak masuk akal. Namun, di mata Tuhan, itu adalah ketidaktaatan. Masalahnya bukan sekadar mempersembahkan kurban, tetapi hati yang tidak mau lagi percaya dan menunggu waktu Tuhan.

Sering kali kita juga menghadapi situasi yang membuat gelisah. Saat doa terasa belum dijawab, kita tergoda mengambil jalan pintas, mengandalkan kemampuan sendiri, atau membuat keputusan tanpa mencari kehendak Tuhan. Kita mengira sedang bertindak bijaksana, padahal bisa saja kita sedang melangkah menjauh dari kehendak-Nya.

Kesabaran adalah bagian dari iman. Menunggu Tuhan memang tidak selalu mudah, tetapi jauh lebih baik daripada bertindak tergesa-gesa dan kemudian menyesal. Tuhan menghargai hati yang tetap taat, bahkan ketika keadaan belum berubah.

💭 Refleksi:
Apakah saat ini Anda sedang tergoda mengambil jalan pintas karena merasa Tuhan terlalu lama menjawab? Maukah Anda tetap percaya dan menunggu waktu-Nya dengan setia?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ampunilah aku jika sering mendahului kehendak-Mu. Berilah aku hati yang sabar, percaya, dan tetap taat, sehingga aku tidak mengambil keputusan yang menjauhkan diriku dari-Mu. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 5 Juli 2026

 

1. Satu Hal yang Kurindu
Verse:
Satu hal yang kurindu
Berdiam di dalam rumah-Mu
Satu hal yang kupinta
Menikmati bait-Mu, Tuhan [1]
Chorus:
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu
Daripada s'ribu hari di tempat lain
Memuji-Mu, menyembah-Mu
Kau Allah yang hidup
Dan menikmati s'mua kemurahan-Mu [1, 2, 3]

2. Jadikanku Rumah Doamu
Verse:
Kubawa hidupku s'karang
Ke tempat kudus-Mu, Tuhan
Di mezbah-Mu kuserahkan
Seluruh hidupku [1, 2]
Penuhi hatiku s'karang
Dengan urapan yang baru
Agar aku lebih lagi
Mendengar suara-Mu [1, 2]
Chorus:
Jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
Agar semua suku bangsa
Datang menyembah-Mu [1]

3. Firman Jadi Manusia
Verse:
Firman jadi manusia
Diam di antara kita
Ada hidup terang bagi manusia
Engkau datang bagi kepunyaan-Mu [1]
Chorus:
Yesus, Kaulah Juruselamatku
Kuakui Kau Tuhan bagiku
Kau terang bagi saat gelapku
Kau pintu bagi setiap jalan [1]

4. Sentuh Hatiku
Verse:
Betapa ku mencintai
Segala yang t'lah terjadi
Tak pernah sendiri jalani hidup ini
Selalu menyertai
Betapa ku menyadari
Di dalam lembah kelam
Sungguh Kau menghiburku
Tangan-Mu membimbingku
Chorus:
Kau sentuh hatiku, ubah hidupku
Menjadi yang baru
Bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Bapa, ajarku mengerti sebuah kasih
Yang selalu memberi
Bagai air mengalir
Yang tiada pernah berhenti

5. Ojo Sambat Wae
Verse:
Ojo sambat wae, akehi syukure
Bakal ono dalan kanggo masalahmu
Ojo sambat wae, ono Gusti Yesus
Percoyo karo Gusti, indah ending-e [1, 2]
Chorus:
Bareng Gusti bakal ketemu dalane
Bakal luweh indah coro lan wektune
Gandeng Gusti ra bakal kleru dalane
Udan badai Gusti ra bakal ninggalke [1]

6. Waktu Tuhan
Verse:
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktu-Mu
Ku percaya kuasa-Mu memulihkan hidupku
Chorus:
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya
Waktu Tuhan pasti yang terbaik

Share:

Renungan Harian : 🌿 Mengajarkan Jalan yang Baik

Ilustrasi seorang nabi mengajarkan jalan Tuhan kepada umat sebagai lambang hidup dalam kesetiaan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 12

"Hanya takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan setia dan segenap hatimu." (1 Samuel 12:24)

Samuel telah memimpin bangsa Israel selama bertahun-tahun dengan hidup yang jujur dan setia. Menjelang akhir pelayanannya, ia tidak hanya mengingatkan mereka tentang kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi juga mengajak mereka mengingat betapa besar kasih dan pertolongan Tuhan sepanjang perjalanan hidup mereka.

Walaupun bangsa Israel pernah menolak Tuhan sebagai Raja mereka, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Sebaliknya, melalui Samuel, Tuhan kembali menunjukkan jalan yang benar: takut akan Tuhan, mendengarkan firman-Nya, beribadah dengan setia, dan tidak menyimpang dari kehendak-Nya.

Sering kali kita lebih mudah mengingat kegagalan daripada mengingat kebaikan Tuhan. Padahal, ketika kita merenungkan kembali penyertaan-Nya, hati kita akan dikuatkan untuk tetap percaya dan hidup dalam ketaatan. Tuhan tidak mencari orang yang tidak pernah jatuh, tetapi orang yang mau kembali kepada-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh.

Hari ini, mari belajar berjalan di jalan yang baik. Jangan biarkan dosa menjauhkan kita dari Tuhan. Sebaliknya, teruslah mendengarkan firman-Nya dan hiduplah setia, sebab kasih-Nya tidak pernah meninggalkan orang yang mau kembali kepada-Nya.

💭 Refleksi:
Sudahkah Anda meluangkan waktu untuk mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Apakah ada langkah yang perlu Anda tinggalkan agar dapat kembali berjalan di jalan-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas kasih dan kesetiaan-Mu yang tidak pernah berakhir. Ajarku untuk selalu mengingat kebaikan-Mu, hidup setia kepada firman-Mu, dan tetap berjalan di jalan yang Engkau kehendaki. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🔥 Raja yang Dikuasai Roh

Ilustrasi seorang pemimpin yang dipenuhi Roh Tuhan memimpin umat menolong mereka yang tertindas.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 11

"Lalu berkuasalah Roh Allah atas Saul ketika ia mendengar perkataan itu." (1 Samuel 11:6)

Orang-orang Yabes-Gilead berada dalam ancaman besar. Mereka tidak berdaya menghadapi musuh yang ingin mempermalukan dan menindas mereka. Ketika Saul mendengar kabar itu, Roh Allah menguasainya. Ia tidak tinggal diam. Tuhan membangkitkan keberanian di dalam dirinya untuk memimpin bangsa Israel bersatu menyelamatkan saudara-saudara mereka.

Roh Tuhan tidak hanya memberi keberanian, tetapi juga menggerakkan hati untuk peduli terhadap penderitaan orang lain. Hati yang dipenuhi Roh Allah tidak akan nyaman melihat ketidakadilan, penindasan, atau dosa. Sebaliknya, Roh Kudus mendorong kita untuk menjadi pembawa pertolongan, pembela kebenaran, dan penguat bagi mereka yang lemah.

Renungan ini juga menjadi cermin bagi kita. Apakah hati kita masih peka terhadap suara Tuhan? Apakah kita masih tergerak untuk menolong, atau justru memilih diam karena merasa itu bukan urusan kita?

Ketika kita hidup dekat dengan Tuhan dan taat kepada firman-Nya, Dia akan memberikan keberanian untuk melakukan apa yang benar. Mungkin kita tidak memimpin sebuah bangsa seperti Saul, tetapi kita dapat menjadi alat Tuhan di keluarga, tempat kerja, gereja, maupun lingkungan sekitar.

💭 Refleksi:
Apakah hati Anda masih mudah digerakkan oleh Roh Tuhan untuk membela yang benar dan menolong sesama? Atau justru sudah terbiasa menutup mata terhadap kebutuhan orang lain?

🙏 Doa

Ya Tuhan, penuhi hatiku dengan Roh-Mu. Berikan aku keberanian untuk melakukan yang benar, membela yang lemah, dan menjadi saluran kasih-Mu bagi sesama. Ajarlah aku hidup taat kepada firman-Mu setiap hari. Amin.

Share:

Renungan Harian : 👑 Dipilih untuk Taat

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 10:17–27

"Kamu lihat orang yang dipilih TUHAN itu?" (1 Samuel 10:24)

Saul dipilih Tuhan menjadi raja pertama atas Israel. Secara lahiriah ia tampak layak menjadi pemimpin. Namun, yang terpenting bukanlah penampilannya, melainkan bahwa ia dipilih untuk menjalankan kehendak Tuhan. Di Israel, raja bukanlah penguasa tertinggi. Tuhan tetap menjadi Raja yang sesungguhnya, sedangkan raja hanyalah alat di tangan-Nya.

Hal yang sama berlaku bagi setiap orang percaya. Tuhan memberi kita tanggung jawab yang berbeda-beda, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun masyarakat. Apa pun posisi kita, tujuan utamanya bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menyatakan kehendak Tuhan melalui hidup kita.

Mungkin tidak semua orang akan menerima atau menghargai panggilan yang Tuhan berikan kepada kita. Saul sendiri menghadapi orang-orang yang meragukan dan meremehkannya. Namun, penilaian manusia tidak boleh membuat kita berhenti melakukan apa yang Tuhan percayakan.

Keberhasilan di mata Tuhan tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan kita, tetapi dari seberapa setia kita menaati-Nya. Ketika Tuhan memanggil, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk menjalankan tugas yang telah dipercayakan.

💭 Refleksi:
Apakah Anda sedang menjalankan tanggung jawab dengan hati yang taat kepada Tuhan, atau lebih sibuk mencari pengakuan dari manusia? Ingatlah, orang yang dipilih Tuhan dipanggil untuk setia, bukan untuk mencari pujian.

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau mempercayakan tanggung jawab kepadaku. Tolong aku untuk tetap rendah hati, setia, dan taat melakukan kehendak-Mu, meskipun tidak selalu mendapat penghargaan dari orang lain. Amin.

Share:

Renungan Harian : 👑 Allah yang Mengangkat dan Memberi

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 9:1–10:16

"TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri." (1 Samuel 10:1)

Saul memulai harinya dengan tugas yang sangat biasa, yaitu mencari keledai ayahnya yang hilang. Ia tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan sederhana itu akan mengubah seluruh hidupnya. Di balik langkah-langkah yang tampak biasa, Tuhan ternyata sedang mempersiapkan rencana yang luar biasa. Melalui Nabi Samuel, Saul dipilih dan diurapi menjadi raja pertama atas Israel.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sering bekerja melalui hal-hal yang sederhana. Apa yang kita anggap sebagai rutinitas atau kebetulan, bisa menjadi jalan yang Tuhan pakai untuk membawa kita kepada tujuan-Nya. Ketika kita setia melakukan tanggung jawab yang ada di depan mata, Tuhan sanggup membuka pintu yang tidak pernah kita bayangkan.

Karena itu, jangan memaksakan diri mengejar kedudukan, pengakuan, atau keberhasilan dengan cara kita sendiri. Apa yang Tuhan berikan akan datang pada waktu-Nya yang terbaik. Tugas kita adalah tetap setia, taat, dan membiarkan Tuhan memimpin setiap langkah hidup kita.

💭 Refleksi:
Apakah Anda sedang sibuk mengejar keinginan sendiri, ataukah sedang belajar setia menjalani tugas yang Tuhan percayakan hari ini? Percayalah, Tuhan tahu kapan dan bagaimana mengangkat hidup kita sesuai dengan rencana-Nya.

🙏 Doa

Ya Tuhan, ajarku untuk setia dalam setiap tanggung jawab yang Engkau berikan. Tolong aku agar tidak memaksakan kehendakku, tetapi percaya bahwa Engkau akan membuka jalan dan mengangkatku pada waktu-Mu yang terbaik. Amin.

Share:

Renungan Harian : 💔 Hati yang Membatu

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 8

"Mereka bukan menolak engkau, tetapi mereka menolak Aku sebagai Raja atas mereka." (1 Samuel 8:7)

Bangsa Israel menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa lain. Mereka tahu Samuel adalah nabi yang menyampaikan kehendak Tuhan, tetapi mereka tetap memaksakan keinginan mereka. Bahkan setelah mendengar peringatan tentang akibat memiliki seorang raja, mereka tidak mau mengubah keputusan. Hati mereka sudah tertutup terhadap suara Tuhan.

Sering kali kita pun bersikap seperti itu. Kita berdoa, tetapi sebenarnya hanya ingin Tuhan menyetujui rencana kita. Saat firman Tuhan menegur atau menunjukkan jalan yang berbeda, kita justru mengabaikannya karena tidak sesuai dengan keinginan hati.

Tuhan memang panjang sabar. Kadang Ia mengizinkan kita mengalami akibat dari pilihan sendiri, bukan karena Ia setuju, tetapi agar kita belajar mempercayai hikmat-Nya. Betapa lebih baik jika kita mau berhenti memaksakan kehendak dan belajar berkata, "Tuhan, biarlah kehendak-Mu yang jadi."

Jangan biarkan hati kita menjadi keras karena ambisi atau keinginan pribadi. Sebaliknya, milikilah hati yang lembut, yang mau mendengar, taat, dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik daripada rencana kita.

💭 Refleksi:
Apakah ada keinginan yang sedang Anda paksa, padahal Tuhan sedang mengingatkan untuk berhenti? Sudahkah Anda menyerahkan kehendak pribadi kepada pimpinan Tuhan?

🙏 Doa

Ya Bapa, lembutkan hatiku agar peka mendengar suara-Mu. Tolong aku untuk tidak memaksakan kehendakku sendiri, tetapi belajar percaya dan taat kepada setiap tuntunan-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian : 😊 Membangun Monumen Iman

Monumen Eben-Haezer sebagai lambang pertolongan Tuhan yang setia.

1 Samuel 7:2-17

"Sampai di sini TUHAN telah menolong kita." (1 Samuel 7:12)

Setelah dua puluh tahun menjauh dari Tuhan, bangsa Israel akhirnya kembali mencari-Nya. Namun, Samuel mengingatkan bahwa kerinduan kepada Tuhan harus dibuktikan dengan pertobatan. Mereka meninggalkan berhala, mengarahkan hati kepada Tuhan, lalu datang kepada-Nya dalam doa dan puasa.

Ketika orang Filistin menyerang, Israel tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Samuel berseru kepada Tuhan, dan Tuhan bertindak membela umat-Nya. Sebagai ungkapan syukur, Samuel mendirikan sebuah batu yang dinamainya Eben-Haezer, yang berarti, "Sampai di sini TUHAN telah menolong kita."

Setiap orang percaya juga memiliki "Eben-Haezer" dalam hidupnya. Mungkin kita pernah melewati masa sulit, sakit, kegagalan, atau pergumulan yang terasa begitu berat. Namun, jika hari ini kita masih dapat berdiri, itu bukan semata karena kekuatan kita, melainkan karena Tuhan tetap setia menolong.

Luangkan waktu sejenak untuk mengingat kembali setiap pertolongan Tuhan. Biarlah kenangan akan kesetiaan-Nya menjadi monumen iman yang menguatkan kita untuk terus percaya menghadapi hari esok. Tuhan yang sudah menolong dahulu, tetap sanggup menolong hari ini dan selamanya.

💭 Refleksi:
Apa "Eben-Haezer" dalam hidup Anda hari ini? Sudahkah Anda mengucap syukur dan menjadikan pertolongan Tuhan sebagai alasan untuk semakin percaya kepada-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas setiap pertolongan-Mu yang tidak pernah gagal. Tolong aku untuk selalu mengingat kesetiaan-Mu, hidup dalam pertobatan, dan tetap percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Amin.

 

Share:

Renungan Harian : JANGAN MENUNDA TAAT KEPADA TUHAN 🙏

 1 Samuel 6:1–7:1

Sering kali kita tahu apa yang harus dilakukan, tetapi memilih menundanya. Kita sadar ada sikap yang harus diubah, dosa yang harus ditinggalkan, atau langkah yang harus diambil, namun kita berkata, "Nanti saja." Tanpa disadari, penundaan itu justru membuat kita semakin jauh dari damai sejahtera yang Tuhan sediakan.

Orang Filistin mengalami penderitaan yang berat setelah merampas Tabut TUHAN. Mereka tahu bahwa bencana yang mereka alami bukanlah kebetulan. Namun, mereka baru mengembalikan Tabut TUHAN setelah tujuh bulan lamanya. Selama itu pula mereka hidup dalam ketakutan dan penderitaan. Pada akhirnya, mereka mengakui bahwa Allah Israel adalah Allah yang Mahakuasa dan tidak dapat dipermainkan. ⚖️

Di sisi lain, ketika Tabut TUHAN tiba di Bet-Semes, sebagian orang Israel juga gagal menunjukkan sikap hormat kepada Allah. Mereka membuka dan melihat ke dalam Tabut TUHAN, padahal Tuhan telah menetapkan bahwa Tabut itu harus diperlakukan dengan penuh hormat. Akibatnya, mereka menerima hukuman. Peristiwa ini mengingatkan bahwa mengenal Tuhan tidak berarti kita boleh memperlakukan-Nya dengan sembarangan. Tuhan adalah Allah yang penuh kasih, tetapi juga Allah yang kudus. ❤️

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa hati. Apakah ada area dalam hidup yang masih kita tunda untuk diserahkan kepada Tuhan? Mungkin kita terus menunda mengampuni, meninggalkan dosa, memperbaiki hubungan, atau hidup lebih sungguh-sungguh dalam firman-Nya. Padahal, ketaatan yang ditunda sering kali berubah menjadi ketidaktaatan. 🌱

Tuhan tidak ingin kita hidup dalam rasa bersalah atau terus terikat oleh kesalahan. Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang rendah, bertobat, dan hidup dalam ketaatan. Ketika kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan, kita akan mengalami sukacita dan damai yang berasal dari-Nya, bukan dari keadaan di sekitar kita. ✨

Hari ini, jangan menunggu waktu yang dianggap "tepat" untuk taat. Mulailah mengambil langkah kecil bersama Tuhan. Semakin cepat kita merespons panggilan-Nya, semakin cepat pula kita merasakan pemulihan yang Dia sediakan.

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini aku sering menunda untuk taat kepada-Mu. Tolong aku agar tidak mempermainkan kasih dan kesabaran-Mu, tetapi memiliki hati yang hormat dan tunduk kepada kehendak-Mu. Berikan keberanian untuk meninggalkan dosa, melakukan yang benar, dan hidup setia setiap hari. Biarlah hidupku memuliakan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Renungan Harian : Saat Tekanan Membawa Kita Kembali kepada Tuhan 🙏

Renungan harian 1 Samuel 5 tentang Tuhan yang berdaulat dan memakai tekanan hidup untuk membawa pertobatan.
 1 Samuel 5

Tekanan hidup sering kali membuat kita bertanya, "Tuhan, di manakah Engkau?" Saat masalah datang silih berganti, kita mungkin merasa seolah-olah Tuhan diam atau bahkan meninggalkan kita. Namun, firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di balik setiap tekanan, Tuhan tetap bekerja.

Setelah orang Filistin merampas Tabut Perjanjian, mereka mengira telah mengalahkan Allah Israel. Mereka meletakkan tabut itu di kuil Dagon sebagai lambang kemenangan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Patung Dagon roboh di hadapan Tabut Tuhan, bahkan hancur. Kemudian Tuhan menimpakan penderitaan kepada kota-kota Filistin sehingga mereka menyadari bahwa tidak ada allah yang dapat menandingi kuasa-Nya. 💪

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemenangan orang Filistin bukan berarti Tuhan kalah. Tuhan tetap berdaulat atas segala sesuatu. Dia tidak kehilangan kuasa hanya karena keadaan terlihat tidak sesuai dengan harapan manusia. Bahkan ketika umat Israel mengalami kekalahan, Tuhan tetap memegang kendali atas sejarah dan menyatakan kemuliaan-Nya. ✨

Dalam hidup kita pun, ada masa-masa ketika keadaan terasa berat. Tekanan, kegagalan, sakit penyakit, atau berbagai pergumulan bisa membuat kita kehilangan semangat. Namun, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Tuhan tidak bekerja. Bisa jadi melalui tekanan itu Tuhan sedang mengajar kita untuk kembali mengandalkan-Nya, meninggalkan kesombongan, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. ❤️

Tekanan bukan selalu tanda bahwa Tuhan menghukum kita. Kadang-kadang, tekanan menjadi undangan kasih dari Tuhan agar kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan belajar berserah kepada-Nya. Saat hati kita mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, Dia akan membentuk iman kita menjadi semakin dewasa. 🌱

Hari ini, renungkanlah: apakah ada tekanan yang sedang Anda alami? Jangan hanya berfokus pada masalahnya. Bertanyalah kepada Tuhan, "Apa yang ingin Engkau ajarkan melalui keadaan ini?" Percayalah, Tuhan sanggup memakai setiap pergumulan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya.

Doa:

Bapa yang Mahakuasa, terima kasih karena Engkau tetap memegang kendali atas hidupku. Ketika aku menghadapi tekanan dan pergumulan, tolong aku agar tidak kehilangan iman. Ajarku untuk melihat setiap keadaan sebagai kesempatan untuk semakin mengenal dan mempercayai-Mu. Bentuklah hatiku agar selalu rendah hati, taat, dan menghormati kedaulatan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Renungan Harian : Jangan Memperalat Tuhan 🙏

 1 Samuel 4:1-22

Saat menghadapi masalah, kita tentu menginginkan pertolongan Tuhan. Namun, pernahkah tanpa sadar kita lebih mencari pertolongan-Nya daripada mencari Tuhan sendiri?

Bangsa Israel mengalami kekalahan dalam peperangan melawan orang Filistin. Alih-alih bertobat dan mencari kehendak Tuhan, mereka memilih membawa Tabut Perjanjian ke medan perang. Mereka berharap benda suci itu akan menjamin kemenangan mereka. Kehadiran tabut membuat mereka penuh semangat dan percaya diri. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Mereka mengalami kekalahan yang lebih besar, dan Tabut Allah dirampas oleh musuh. 💔

Kesalahan Israel bukanlah karena mereka menghormati Tabut Allah, melainkan karena mereka memperlakukan Tuhan seolah-olah bisa dipakai untuk mencapai keinginan mereka. Mereka menginginkan kuasa Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh ingin hidup taat kepada-Nya. Mereka berharap Tuhan mengikuti rencana mereka, bukan mereka yang mengikuti rencana Tuhan. ⚠️

Bukankah terkadang kita juga dapat jatuh dalam sikap yang sama? Kita berdoa agar berhasil, diberkati, atau dilepaskan dari masalah, tetapi tidak selalu bertanya apakah hidup kita sudah berkenan kepada Tuhan. Kita mungkin rajin beribadah, melayani, atau memberi persembahan, tetapi tanpa sadar menganggap semua itu sebagai cara untuk "menukar" berkat dari Tuhan. 🙏

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Allah bukanlah alat untuk memenuhi keinginan manusia. Dia adalah Tuhan yang kudus dan berdaulat. Kita tidak dapat mengatur-Nya, tetapi kita dipanggil untuk tunduk kepada-Nya. Tuhan lebih rindu melihat hati yang taat daripada sekadar aktivitas rohani yang dilakukan tanpa pertobatan. ❤️

Ketika doa kita belum dijawab atau keadaan tidak berjalan sesuai harapan, jangan segera mempertanyakan kasih Tuhan. Mungkin Dia sedang mengajar kita untuk lebih mengenal-Nya, mempercayai hikmat-Nya, dan hidup sesuai kehendak-Nya. Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberikan apa yang kita perlukan untuk pertumbuhan iman kita. 🌱

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah saya mencari Tuhan karena mengasihi-Nya, atau hanya karena menginginkan pertolongan-Nya? Biarlah hati kita belajar menghormati Tuhan dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada pimpinan-Nya.

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini lebih sering mencari berkat-Mu daripada mencari diri-Mu. Ajarku untuk mengasihi dan menghormati-Mu dengan sungguh-sungguh. Tolong aku agar tidak menjadikan Engkau alat untuk memenuhi keinginanku, tetapi menjadikan hidupku alat bagi kemuliaan-Mu. Bentuklah hatiku untuk taat kepada kehendak-Mu dan percaya pada hikmat-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 28 Juni 2026

 

1. Oleh Karena Kemurahan Tuhan
Oleh karena kemurahan Tuhan
Ku ada sampai hari ini
Oleh karena kebaikan Tuhan
Janji-Mu terjadi bagiku
Reff:
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat tanganku
Selamanya Kau ajaib bagiku
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat wajahku
Selamanya Kau hebat bagiku

2. Anugerah-Mu Mempesonaku
Tuhan Kau sungguh besar
Karya-Mu sungguh ajaib
Tiada hentinya ku mengagumi
Sungguh Kau ajaib
Reff:
Anugerah-Mu mempesonaku
Selalu dan selalu
Kau angkat hatiku
Kau membuatku terpaku
Mengagumi kebaikan-Mu di hidupku

3. Ajarku Mengerti
Ajarku mengerti segala rencana-Mu
Ajarku berserah hanya pada-Mu
Pimpinlah jalanku dalam terang firman-Mu
Ajarku berharap hanya pada-Mu
Reff:
Bapaku ajaib segala rancangan-Mu
Tuhanku heran perbuatan-Mu
Engkau sanggup mengadakan segala yang kuperlukan
Menurut kehendak-Mu terjadilah

4. Terhubung
Kasih-Mu layakkan seluruh hidupku
Mampukan ku melakukan yang Kau inginkan
Tak bisa ku terlepas
Kau menggenggam tanganku
Ingin lebih mengenal pribadi-Mu
Reff:
Ku terhubung dengan-Mu
Selalu melekat di hati-Mu
Firman-Mu itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atasku

5. Kasih Pasti Lemah Lembut
Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan
Reff:
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasih-Mu, ya Tuhan
Kasih-Mu, kudus, tiada batasnya

6. Kasih Allah Tak Berkesudahan
Kasih Allah tak berkesudahan
Selalu baru setiap pagi
Rahmat-Nya pun tak pernah berakhir
Seumur hidupku
Reff:
Dengan sukacita ku 'kan menari
Dengan sorak-sorai memuji
Kunaikkan pujian haleluya
Nyanyi bagi Dia Sang Raja
Nyanyi bagi Dia Sang Raja (Selamanya)

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.