Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: renungan alkitab
Tampilkan postingan dengan label renungan alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan alkitab. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Kemenangan dalam Kematian"

Yesus membangkitkan Lazarus sebagai tanda kuasa-Nya atas kematian dan sumber pengharapan bagi orang percaya.
Kemenangan dalam Kematian
Kisah tentang Maria, Marta, dan Lazarus memperlihatkan sebuah relasi yang dekat dan penuh kasih dengan Yesus. Mereka bukan orang asing bagi-Nya—mereka adalah sahabat yang dikasihi-Nya. Ketika Lazarus sakit, Maria dan Marta mengirim kabar kepada Yesus, seolah berkata, “Tuhan, kami membutuhkan Engkau sekarang.” Namun yang terjadi justru tidak seperti yang mereka harapkan. Yesus tidak segera datang. Lazarus mati.

Dalam keheningan penantian dan kepedihan kehilangan, kita belajar bahwa Tuhan tidak pernah absen, meskipun seolah terlambat. Yesus tetap melangkah ke Betania—tempat berbahaya bagi diri-Nya—karena kasih-Nya lebih besar daripada ancaman kematian.

Saat bertemu Marta, Yesus tidak langsung membangkitkan Lazarus. Ia terlebih dahulu menguatkan iman. Kepada Maria, Yesus bahkan menangis. Air mata-Nya menunjukkan bahwa Ia bukan Tuhan yang jauh dan dingin. Ia adalah Tuhan yang turut merasakan duka manusia. Di hadapan kubur Lazarus, Yesus berseru, dan kematian pun kalah. Firman-Nya memanggil kehidupan keluar dari kegelapan.

Melalui peristiwa ini, kita diingatkan bahwa Yesus bukan hanya memberi kebangkitan—Ia adalah kebangkitan itu sendiri. Tidak ada kubur yang terlalu gelap, tidak ada keadaan yang terlalu mati, tidak ada dosa yang terlalu besar bagi kuasa-Nya.

Renungan ini mengajak kita bercermin:
Apakah hari ini ada bagian hidup kita yang terasa mati—iman yang melemah, pengharapan yang terkubur, atau hati yang mengeras karena kekecewaan? Tuhan masih memanggil. Suara-Nya masih bergema. Pertanyaannya, apakah kita mau keluar dari kubur kita dan percaya kepada-Nya?

Jangan menunda respons terhadap panggilan Tuhan. Jangan membiarkan hati tetap tertutup. Ketika firman diberitakan, itulah suara kehidupan yang sedang memanggil kita untuk bangkit dan hidup baru.

Doa
Tuhan Yesus, Engkau adalah Kebangkitan dan Hidup.
Sering kali aku merasa Engkau terlambat menjawab doaku,
padahal Engkau sedang bekerja dengan cara-Mu yang sempurna.
Hari ini aku menyerahkan segala dukacita, ketakutan, dan
bagian hidupku yang terasa mati ke dalam tangan-Mu.
Panggil aku keluar dari kubur keraguanku.
Pulihkan imanku. Bangkitkan pengharapanku.
Ajarku untuk percaya sepenuhnya kepada firman-Mu,
dan hidup sebagai saksi kuasa-Mu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Share:

Berilah Persembahan yang Kudus


Ulangan pasal 23 berisi berbagai ketetapan Allah yang mengatur kehidupan keagamaan dan sosial umat-Nya. Di dalamnya dibahas tentang syarat masuk jemaat TUHAN, ketahiran perkemahan, perlakuan terhadap budak, larangan persundalan di rumah Allah, aturan tentang bunga pinjaman, kewajiban membayar nazar, hingga tata cara mengambil hasil kebun orang lain. Semua aturan ini diberikan untuk menjaga kemurnian dan kekudusan hidup umat Allah.

Salah satu bagian penting yang perlu kita perhatikan adalah mengenai kekudusan persembahan yang dibawa ke hadapan Allah. Pada ayat 17–18, bangsa Israel diingatkan agar tidak meniru praktik keagamaan di tanah Kanaan, yang menganggap persundalan sebagai bagian dari ritual ibadah kepada Baal. Praktik tersebut menghasilkan uang yang kemudian dipersembahkan kepada ilah mereka.

TUHAN dengan tegas menolak persembahan yang berasal dari cara hidup yang tidak kudus. Persembahan seperti itu disebut sebagai kekejian di mata-Nya. Dari sini kita belajar bahwa memberi kepada Allah bukan sekadar soal jumlah atau rutinitas, melainkan juga soal asal-usul dan proses memperoleh persembahan tersebut. Allah menghendaki umat-Nya hidup benar, jujur, dan kudus, sehingga apa yang dipersembahkan benar-benar berkenan kepada-Nya.

Renungan ini mengajak kita untuk mengintrospeksi diri: apakah rezeki yang kita miliki diperoleh dengan cara yang benar, atau justru melalui praktik-praktik yang melanggar kehendak Tuhan seperti korupsi, gratifikasi, penipuan, pencurian, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya. Jangan sampai kita berpikir bahwa persembahan dapat menjadi alat untuk menyogok Allah, sementara kehidupan kita jauh dari kebenaran.

Apa pun profesi, jabatan, dan tanggung jawab kita, Tuhan memanggil kita untuk berhenti melacurkan diri dengan dosa dan budaya yang tidak benar. Berilah persembahan yang kudus—persembahan yang lahir dari kerja keras, kejujuran, dan ketaatan kepada Allah.

Mari kita menaikkan puji syukur kepada Tuhan yang kuasa-Nya melampaui segala kuasa. Kita mohon penyertaan dan perlindungan-Nya atas hidup kita, rumah tangga kita, anak-anak dan cucu-cucu kita, pekerjaan, usaha, studi, pelayanan, gereja, serta setiap rencana dan masa depan kita. Kiranya berkat Tuhan Yesus mengalir melimpah dalam setiap aspek kehidupan kita, dan hikmat-Nya terus bertambah dari hari ke hari, sehingga kita dikuatkan, mengalami terobosan, dan berjalan seturut kehendak-Nya.

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.