Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Kesetiaan
Tampilkan postingan dengan label Kesetiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesetiaan. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Setia Bersama Tuhan"

Yesus bertanya kepada para murid tentang kesetiaan mengikuti-Nya
Setia Bersama Tuhan
Ada momen dalam hidup ketika kita harus memilih: bertahan atau pergi. Dalam Yohanes 6, Yesus berdiri di hadapan murid-murid-Nya setelah banyak orang meninggalkan Dia. Suasana menjadi sunyi dan berat ketika Yesus bertanya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Pertanyaan ini bukan sekadar untuk mengetahui jawaban, tetapi untuk menyentuh kedalaman hati para murid.

Petrus menjawab dengan keyakinan yang lahir dari relasi: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.” Petrus sadar bahwa mengikuti Yesus tidak selalu mudah, namun hanya di dalam Yesuslah ada hidup yang sejati. Ia memilih untuk tetap tinggal, bukan karena jalannya ringan, melainkan karena tidak ada alternatif lain yang memberi kehidupan.

Namun Yesus mengetahui kerapuhan para murid. Ia tahu bahwa Petrus kelak akan menyangkal-Nya, Tomas akan meragukan-Nya, dan Yudas akan mengkhianati-Nya. Meski demikian, Yesus tetap memanggil dan memilih mereka. Kesetiaan bukan berarti tanpa kelemahan, melainkan terus kembali kepada Tuhan di tengah kelemahan itu.

Kisah ini menjadi cermin bagi hidup kita. Kita pun sering berada di persimpangan: tetap setia kepada Tuhan meski penuh tantangan, atau memilih jalan yang tampak lebih nyaman namun menjauh dari-Nya. Dalam pelayanan, pekerjaan, relasi, atau pilihan hidup lainnya, godaan untuk “pergi” sering kali terasa nyata. Namun pertanyaannya tetap sama: kepada siapakah kita akan pergi?

Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesetiaan. Ia memanggil kita untuk tetap bersama-Nya, meski iman kita rapuh dan langkah kita terseok. Kesetiaan itulah yang memelihara relasi dan menumbuhkan iman kita hari demi hari.

Mari kita bertanya kepada diri sendiri: apakah kita mau tetap tinggal bersama Tuhan, bukan karena semuanya mudah, tetapi karena hanya Dia sumber hidup yang sejati?


Doa

Tuhan Yesus, kami mengakui bahwa iman kami sering goyah dan hati kami mudah ragu. Ada saat-saat ketika kami tergoda untuk pergi karena jalan bersama-Mu terasa berat. Namun hari ini kami mau berkata, seperti Petrus berkata: kepada siapakah kami akan pergi? Engkaulah sumber hidup kami. Tolonglah kami untuk setia, bukan karena kami kuat, tetapi karena kami bersandar pada kasih dan anugerah-Mu. Bentuklah hati kami agar tetap tinggal bersama-Mu sampai akhir. Amin.

Share:

Renungan Harian : Setia Menjaga Perintah Allah

🙏 Setia Menjaga Hati: Kunci Kehidupan yang Melimpah

Ulangan 11:8-32

Seringkali, saat badai kesulitan menerpa atau ketika semangat hidup meredup, kita cenderung menyalahkan keadaan. Namun, firman Tuhan dari Ulangan hari ini mengingatkan kita dengan lembut namun tegas: kesulitan seringkali berakar dari kelalaian kita dalam menjaga perintah-Nya.

Bagi umat Israel kuno—dan bagi kita hari ini—kunci untuk menikmati janji dan berkat Tuhan bukanlah pada kekuatan kita sendiri, melainkan pada kesetiaan yang tulus. Tuhan merindukan kita untuk:

  1. Mengingat Perjanjian-Nya: Tidak pernah melupakan janji dan kasih-Nya.

  2. Menjaga Perintah-Nya: Menjadikan Firman-Nya pedoman mutlak dalam setiap keputusan.

  3. Menjauhi Berhala Duniawi: Tidak menggantikan-Nya dengan ambisi, harta, atau kepentingan fana.

Singkatnya, kesetiaan adalah mata uang surga. Di dalamnya terletak berkat, kekuatan, dan kemampuan kita untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama.

Ambillah waktu sejenak dan tarik napas dalam.

  • Jujur di Hadapan Tuhan: Kapan terakhir kali saya merasa jauh atau lesu? Apakah itu mungkin karena saya telah tanpa sadar mengganti Tuhan dengan "berhala" modern—pekerjaan, uang, hiburan, atau validasi dari orang lain?

  • Arah Kompas: Apakah perintah Tuhan masih menjadi kompas utama yang menentukan arah hidup saya, ataukah saya membiarkannya hanyut oleh arus kepentingan pribadi dan tekanan duniawi?

  • Pilihan Hari Ini: Berkat dan kutuk berada di hadapan kita. Pilihan kita untuk taat atau lalai menentukan jalan mana yang kita injak. Berkat sejati datang bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari hubungan yang utuh dengan Sumber Berkat itu sendiri.

Marilah kita tidak hanya membaca, tetapi juga melakukan. Jangan biarkan hati kita keras.

Tindakan Harian: Pilih satu area dalam hidup Anda hari ini—mungkin cara Anda menggunakan waktu, cara Anda berbicara, atau cara Anda menghadapi godaan—dan putuskan untuk menjadikannya bukti nyata dari ketaatan Anda kepada perintah-Nya.

Doa Hati: Ya Bapa yang Mahakasih, aku mengakui bahwa seringkali aku gagal menjaga perintah-Mu. Kepentingan duniawi telah mencuri fokus dan menghancurkan keintiman dengan-Mu.

Aku mohon, karuniakanlah kepadaku kesetiaan dan keteguhan hati yang baru. Bantu aku untuk menjadikan Firman-Mu sebagai pelita kakiku dan kompas jiwaku. Kuatkan aku agar aku tidak menggantikan Engkau dengan apa pun.

Teguhkan hatiku, agar melalui ketaatanku, berkat-Mu melimpah dan aku dapat membagikan kasih-Mu kepada setiap orang yang Engkau tempatkan dalam hidupku. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.