Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Integritas Kristen
Tampilkan postingan dengan label Integritas Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Integritas Kristen. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian " Kikis Kecurangan, Tegakkan Kejujuran! "

Kikis Kecurangan, Tegakkan Kejujuran
 
Kikis Kecurangan, Tegakkan Kejujuran!

Berita tentang korupsi, penipuan, dan kecurangan seakan tidak pernah berhenti mengisi ruang hidup kita. Hampir setiap hari kita disuguhi kisah tentang cara-cara licik demi keuntungan pribadi. Lambat laun, kecurangan terasa seperti sesuatu yang biasa—bahkan dianggap “pintar” oleh sebagian orang.

Namun firman Tuhan hari ini dengan tegas mengingatkan: hidup umat Allah tidak boleh berjalan di jalur yang sama dengan dunia. Ulangan 25 berbicara tentang keadilan dalam perselisihan, kejujuran dalam mencari rezeki, tanggung jawab terhadap sesama, dan peringatan agar tidak meniru kejahatan Amalek. Semuanya mengarah pada satu pesan utama: kecurangan harus dikikis, kejujuran harus ditegakkan.

Timbangan dan efa menjadi gambaran nyata. Alat ukur yang seharusnya menjamin keadilan justru sering dipakai untuk menipu demi keuntungan lebih. Cara-cara seperti itu mungkin menghasilkan banyak dalam waktu singkat, tetapi meninggalkan luka yang dalam—di hati nurani, dalam relasi, dan di hadapan Tuhan.

Firman ini mengajak kita bercermin:
Apakah ada cara-cara tidak jujur yang tanpa sadar kita toleransi?
Apakah ada keuntungan kecil yang kita anggap sepele, padahal tidak benar?

Tuhan mengingatkan kita bahwa rezeki yang diperoleh dengan kecurangan tidak pernah membawa damai. Bahkan, Ia mengaitkan kejujuran dengan masa depan keluarga. Anak-anak kita bukan hanya membutuhkan makanan, tetapi juga teladan hidup yang benar. Rezeki yang jujur mungkin tampak sederhana, tetapi membawa ketenteraman dan berkat yang utuh.

Hari ini, Tuhan memanggil kita untuk berani hidup berbeda. Mengikis kebiasaan curang, sekalipun itu sudah menjadi budaya. Menegakkan kejujuran, meski harus membayar harga. Inilah jalan hidup yang berkenan kepada Tuhan dan memerdekakan hati.

Doa

Tuhan yang benar dan adil,
Ampuni kami jika selama ini kami masih menoleransi kecurangan dalam hidup kami.
Bersihkan hati dan pikiran kami dari keinginan mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar.
Ajari kami hidup jujur dalam setiap kesempatan,
agar hidup kami menjadi berkat bagi keluarga, sesama, dan memuliakan nama-Mu.
Mampukan kami berdiri teguh dalam kebenaran,
meski dunia memilih jalan yang lain.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Share:

⭐ RENUNGAN HARIAN - Tanpa Suap

Tanpa Suap – Ulangan 1618–20

Ulangan 16:18–20

Tanpa Suap

Keadilan adalah salah satu nilai yang paling dijunjung tinggi dalam masyarakat mana pun. Kita merindukan hidup dalam lingkungan yang adil, di mana kebenaran ditegakkan dan tidak ada seorang pun yang diperlakukan secara tidak semestinya. Namun, realitasnya sering kali jauh berbeda. Suap, pilih kasih, dan penyalahgunaan kuasa membuat keadilan menjadi kabur.

Melalui firman hari ini, Tuhan mengarahkan perhatian kita kepada para hakim Israel, mereka yang diangkat untuk menegakkan hukum di setiap kota. Para hakim diberi tanggung jawab besar—menjadi penjaga kebenaran dan pelindung masyarakat melalui keputusan yang adil (ay. 18). Karena itu, mereka harus memiliki integritas yang kuat agar tidak tergoda oleh kepentingan pribadi atau tekanan siapa pun.

Tuhan dengan tegas melarang tiga hal:

  • Memutarbalikkan keadilan,

  • Memandang bulu,

  • Menerima suap.

Suap adalah racun yang merusakkan mata hati. Tuhan sendiri berkata bahwa suap “membutakan mata orang bijaksana dan memutarbalikkan perkara orang benar” (ay. 19). Suap membuat seseorang gagal melihat kebenaran, dan akhirnya membuat yang benar dihukum, dan yang bersalah dibenarkan.

Akibatnya?
Keadilan runtuh.
Orang kecil tertindas.
Kebenaran kehilangan suara.

Firman ini bukan hanya bagi hakim atau penegak hukum. Ini adalah panggilan bagi kita semua. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa tergoda untuk melakukan “suap kecil”—baik untuk mempercepat urusan, menghindari masalah, atau mencari keuntungan pribadi. Kita mungkin menganggap itu hal biasa, tetapi Tuhan melihatnya sebagai pelanggaran terhadap keadilan-Nya.

Tuhan memanggil kita untuk hidup sebagai umat yang bersih hati dan berintegritas—bukan sekadar menuntut keadilan, tetapi juga menjadi pribadi yang mencerminkan keadilan-Nya. Menolak suap, tidak memutarbalikkan kebenaran, dan tidak memihak adalah bentuk nyata dari ketaatan kita kepada Tuhan.

Kiranya setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita menjadi cermin karakter Allah yang adil dan benar.

🙏 Doa

Tuhan, ajari aku hidup dengan hati yang jujur dan tidak memutarbalikkan kebenaran. Mampukan aku menolak segala bentuk suap, godaan, dan ketidakadilan. Bentuklah aku menjadi pribadi yang mencerminkan keadilan-Mu di mana pun Engkau tempatkan aku. Dalam nama Yesus. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.