Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Berkat Tuhan
Tampilkan postingan dengan label Berkat Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkat Tuhan. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Masa Depan Sungguh Ada"

Masa Depan Sungguh Ada
Amsal 23:17–18; Yeremia 17:7

Sahabatku,
Hari ini kita berdiri di ambang waktu. Tahun 2025 segera berakhir, dan esok hari terbentang sebagai sesuatu yang belum kita ketahui. Manusia boleh merencanakan, tetapi tidak seorang pun mampu menambah sehasta pada hidupnya. Rasa khawatir adalah hal yang manusiawi. Namun, bagi mereka yang takut akan Tuhan, masa depan tidak pernah kosong—sebab Tuhan sendiri yang menentukannya.

Firman Tuhan berkata, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Janji ini bukan untuk mereka yang hidup sembarangan, melainkan bagi orang yang memilih hidup dalam takut akan Tuhan.

Takut akan Tuhan

Takut akan Tuhan bukanlah ketakutan yang membuat kita menjauh, melainkan sikap hormat yang menuntun kita menjauhi kejahatan dan setia melakukan firman-Nya. Hidup dengan kesadaran bahwa suatu hari kita akan mempertanggungjawabkan hidup ini di hadapan Tuhan. Kehidupan seperti inilah yang dijamin masa depannya oleh Tuhan sendiri.

Mengandalkan Tuhan

Firman Tuhan menegaskan, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” Mengandalkan Tuhan berarti menyerahkan arah hidup, keputusan, dan pengharapan kita sepenuhnya ke dalam tangan-Nya—bukan pada kekuatan sendiri, bukan pada keadaan.

Beres Kabeh (Selesai dengan Hati yang Bersih)

Menutup tahun dengan benar juga berarti membereskan relasi:

  • Tidak menyimpan perseteruan

  • Melepaskan pengampunan

  • Hidup dalam damai

Hati yang bersih mempersiapkan jalan bagi berkat yang baru.

Sahabatku, jika kita berjalan dalam takut akan Tuhan, mengandalkan-Nya, dan hidup berdamai, maka masa depan sungguh ada. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya.

Doa

Tuhan Yesus,
kami mengucap syukur untuk setiap hari yang telah Engkau tambahkan dalam hidup kami. Di penghujung tahun ini, kami menyerahkan masa depan kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Ajari kami hidup dalam takut akan Tuhan, mengandalkan Engkau, dan menjaga hati tetap bersih di hadapan-Mu.

Biarlah berkat-Mu mengalir dalam hidup kami:
atas rumah tangga kami, anak-anak dan cucu-cucu kami, pekerjaan dan usaha kami, ladang dan perusahaan kami, studi dan pelayanan kami, gereja dan setiap relasi yang Engkau percayakan.

Tambahkanlah hikmat seiring bertambahnya hari-hari kami, berikan kekuatan, terobosan, dan proses yang membawa kami kepada keberhasilan seturut kehendak-Mu.
Jadilah semua ini untuk kemuliaan nama-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.

Share:

Renungan Harian " Inilah Kesaksian Yohanes Pembaptis "

Cahaya matahari terbit di balik salib, melambangkan kemenangan Anak Domba Allah.
Memandang Sang Anak Domba: Di Mana Dosa Berakhir dan Berkat Bermula
Pernahkah Anda merasa memikul beban yang tidak kasat mata? Beban dari kesalahan masa lalu, rasa bersalah yang menghantui, atau sekadar kehampaan yang sulit dijelaskan. Hari ini, mari kita berdiri di tepi sungai Yordan bersama Yohanes Pembaptis, melihat sesosok Pribadi yang datang mendekat, sementara sebuah seruan menggema: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Bukan Sekadar Nama, Tapi Pengorbanan Yohanes tidak menyebut Yesus sebagai "Raja yang Megah" atau "Prajurit yang Gagah", melainkan Anak Domba. Ini adalah sebutan yang penuh kelembutan sekaligus kepedihan. Seperti anak domba yang darahnya menyelamatkan bangsa Israel di Mesir, Yesus datang untuk merelakan diri-Nya hancur agar kita utuh, dan terluka agar kita sembuh.

Darah-Nya di kayu salib bukanlah tanda kekalahan, melainkan tanda kasih yang paling tuntas. Melalui Dia, tembok pemisah antara kita dan Bapa telah runtuh. Kita tidak lagi dipandang berdasarkan dosa-dosa kita, melainkan berdasarkan pengampunan-Nya yang sempurna.

Lebih dari Sekadar Ampun: Sebuah Kehidupan Baru Namun, kesaksian Yohanes tidak berhenti di salib. Ia melihat Roh Kudus turun atas Yesus. Ini adalah janji bagi Anda dan saya: bahwa di dalam Yesus, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diperbarui. Roh Kudus-Nya bekerja di dalam kita, memberikan kekuatan saat kita lemah, dan memberikan hikmat saat kita kehilangan arah. Menjadi milik Kristus berarti mengalami transformasi sejati—dari dalam ke luar.

Respon Pribadi Anda Di hadapan Sang Anak Domba yang telah memberikan segalanya, apa respon hati kita hari ini?

  • Maukah kita melepaskan genggaman atas dosa atau kegagalan yang selama ini kita simpan sendiri?

  • Sudahkah kita membuka pintu rumah tangga, pekerjaan, dan masa depan kita untuk sepenuhnya dipimpin oleh Roh-Nya?

  • Percayakah kita bahwa tangan yang terpaku di salib itu adalah tangan yang sama yang kini teracung untuk memberkati setiap aspek hidup kita?

Doa & Deklarasi Berkat

"Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih-Mu yang melampaui segala akal. Hari ini kami memandang kepada-Mu, Sang Anak Domba yang telah menebus hidup kami. Terima kasih untuk pengampunan yang memerdekakan kami dari belenggu masa lalu.

Tuhan, biarlah kuasa-Mu yang melampaui segala kuasa melindungi kami senantiasa. Kami mohon, biarlah berkat-Mu mengalir deras dalam setiap jengkal kehidupan kami. Berkatilah rumah tangga kami, pasangan hidup kami, anak-cucu kami, hingga studi dan pekerjaan kami. Kami serahkan sawah, ladang, perusahaan, toko, usaha, hingga setiap MOU dan pelanggan kami ke dalam tangan-Mu. Biarlah di kantor, di rumah, dan dalam pelayanan kami, nama-Mu dipermuliakan. Tambahkanlah hikmat seiring bertambahnya usia kami, agar kami tetap kuat dan selalu ada terobosan dalam setiap proses menuju kesuksesan yang seturut pimpinan-Mu.

Jadilah seturut kehendak-Mu yang sempurna. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin!"

Share:

Renungan Harian : Setia Menjaga Perintah Allah

🙏 Setia Menjaga Hati: Kunci Kehidupan yang Melimpah

Ulangan 11:8-32

Seringkali, saat badai kesulitan menerpa atau ketika semangat hidup meredup, kita cenderung menyalahkan keadaan. Namun, firman Tuhan dari Ulangan hari ini mengingatkan kita dengan lembut namun tegas: kesulitan seringkali berakar dari kelalaian kita dalam menjaga perintah-Nya.

Bagi umat Israel kuno—dan bagi kita hari ini—kunci untuk menikmati janji dan berkat Tuhan bukanlah pada kekuatan kita sendiri, melainkan pada kesetiaan yang tulus. Tuhan merindukan kita untuk:

  1. Mengingat Perjanjian-Nya: Tidak pernah melupakan janji dan kasih-Nya.

  2. Menjaga Perintah-Nya: Menjadikan Firman-Nya pedoman mutlak dalam setiap keputusan.

  3. Menjauhi Berhala Duniawi: Tidak menggantikan-Nya dengan ambisi, harta, atau kepentingan fana.

Singkatnya, kesetiaan adalah mata uang surga. Di dalamnya terletak berkat, kekuatan, dan kemampuan kita untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama.

Ambillah waktu sejenak dan tarik napas dalam.

  • Jujur di Hadapan Tuhan: Kapan terakhir kali saya merasa jauh atau lesu? Apakah itu mungkin karena saya telah tanpa sadar mengganti Tuhan dengan "berhala" modern—pekerjaan, uang, hiburan, atau validasi dari orang lain?

  • Arah Kompas: Apakah perintah Tuhan masih menjadi kompas utama yang menentukan arah hidup saya, ataukah saya membiarkannya hanyut oleh arus kepentingan pribadi dan tekanan duniawi?

  • Pilihan Hari Ini: Berkat dan kutuk berada di hadapan kita. Pilihan kita untuk taat atau lalai menentukan jalan mana yang kita injak. Berkat sejati datang bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari hubungan yang utuh dengan Sumber Berkat itu sendiri.

Marilah kita tidak hanya membaca, tetapi juga melakukan. Jangan biarkan hati kita keras.

Tindakan Harian: Pilih satu area dalam hidup Anda hari ini—mungkin cara Anda menggunakan waktu, cara Anda berbicara, atau cara Anda menghadapi godaan—dan putuskan untuk menjadikannya bukti nyata dari ketaatan Anda kepada perintah-Nya.

Doa Hati: Ya Bapa yang Mahakasih, aku mengakui bahwa seringkali aku gagal menjaga perintah-Mu. Kepentingan duniawi telah mencuri fokus dan menghancurkan keintiman dengan-Mu.

Aku mohon, karuniakanlah kepadaku kesetiaan dan keteguhan hati yang baru. Bantu aku untuk menjadikan Firman-Mu sebagai pelita kakiku dan kompas jiwaku. Kuatkan aku agar aku tidak menggantikan Engkau dengan apa pun.

Teguhkan hatiku, agar melalui ketaatanku, berkat-Mu melimpah dan aku dapat membagikan kasih-Mu kepada setiap orang yang Engkau tempatkan dalam hidupku. Amin.

Share:

Renungan Harian : Berhala Adalah Jerat Bagimu

Ilustrasi renungan Ulangan 7 tentang bahaya penyembahan berhala, menggambarkan kehancuran berhala dan panggilan untuk kembali setia kepada Tuhan.

Tuhan memilih Israel sebagai umat kesayangan-Nya bukan karena jumlah mereka besar, tetapi karena kasih setia-Nya dan janji-Nya kepada para leluhur. Ia memberkati mereka, memperbanyak keturunan, dan menuntun mereka menghadapi bangsa-bangsa yang lebih kuat. Namun kenyataannya, bangsa itu sangat mudah menyimpang dan terjerat pada ilah-ilah lain.

Tuhan tahu betapa cepatnya hati manusia berubah. Karena itu Ia memerintahkan Israel untuk menghancurkan seluruh bentuk penyembahan berhala—mazbah, tugu, tiang berhala, bahkan patung-patungnya. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena berhala adalah jerat yang menyesatkan hati dan memalingkan manusia dari Sang Sumber Hidup.

Di hadapan Tuhan, penyembahan berhala adalah kekejian. Hati yang terbagi membuat manusia tidak dapat hidup dalam berkat dan penyertaan-Nya. Tuhan adalah Allah yang cemburu, bukan karena Ia rapuh, tetapi karena Ia mengasihi kita dan tahu bahwa semua berhala pada akhirnya akan membinasakan kita.

Hari ini Tuhan mengingatkan kita: apa pun yang membuat kita menjauh dari-Nya—entah pekerjaan, ambisi, uang, hubungan, atau kebiasaan—itu adalah berhala yang harus dihancurkan total. Jangan beri celah sekecil apa pun. Sebab sekecil apa pun celah, itu bisa menjadi jerat yang besar.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.