Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Aman Di Dalam Tuhan

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 


Mazmur 46:1 12
TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.
Mazmur 46:8
Banyak orang bertanya tanya di dalam kehawatiran dan ketakutannya menghadapi situasi zaman, Pada bulan atau tahun depan, situasi macam apakah yang akan saya hadapi? Apakah ekonomi akan bangkit di tengah perjuangan melawan pandemi ini? Apakah saya dan keluarga saya akan aman dan terhindari dari ancaman terorisme, radikalisme, dan fanatisme kelompok agama lain? Apakah saya dan keluarga saya dapat tetap bertahan dan menang menghadapi virus Corona dan senantiasa dalam kondiri sehat dan survive di masa depan? Pergumulan pergumulan seperti ini kerap kali membuat kita merasa tidak aman sekaligus gentar, atau bahkan terkadang mempertanyakan dengan geram kepada Tuhan, Mengapa Engkau izinkan ini terjadi?
Pemazmur menasihati kita untuk tetap berharap dan percaya kepada Allah. Sebab Dia berkuasa memelihara dan melindungi kita pada masa masa yang sukar. Allah mengendalikan semua kejadian di bumi termasuk kekacauan yang melanda dunia (ay. 2 4). Orang yang berlindung di dalam Allah akan mengalami rasa aman yang luar biasa. Mereka tidak akan takut, karena akan menyaksikan demonstrasi kekuasaan Allah atas dunia (ay. 5 10). Bagi pemazmur, Allah adalah seperti Kota Benteng yang selalu melindungi umat Nya dari mara bahaya. Allah adalah penolong dalam kesesakan, sekalipun bumi berubah dan gunung berguncang kita akan tetap aman. Biar pun perang berkecamuk dan bangsa bangsa saling menghancurkan, Allah akan menjadi Kota Benteng yang teguh, yang menjaga kita yang berdiam di dalamnya.
Sebagai orang percaya, kita pun tak luput dari problematika kehidupan. Pergumulan dan kesulitan bisa datang silih berganti. Namun jangan takut dan panik, sebaliknya Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa bangsa, ditinggikan di bumi! (ay. 11). Karena itu, pergumulan dan kesulitan seberat apa pun yang sedang menimpa kita saat ini, jangan marah, jangan kecewa dan lari dari Tuhan. Tetaplah mendekat dan percaya kepada Nya maka kita akan aman dan tenteram. Kiranya Tuhan menuntun dan memampukan kita untuk percaya kepada Nya dan semakin mengasihi Dia.
Refleksi diri:
Pergumulan terbesar apakah yang sedang Anda hadapi saat ini dan bagaimana sikap Anda saat menghadapinya?
Apa langkah konkrit yang Anda lakukan untuk menang terhadap pergumulan tersebut?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

BIMBINGAN TUHAN

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Kejadian 24:1-21

Dan orang itu mengamatamatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak. (Kej. 24:21)

“Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun, ‘pabila Kau tak ada di sampingku.” Demikian lirik bait pertama lagu “Ya Tuhan, Bimbing Aku” gubahan Julie von Hausmann (1826-1901) yang terdapat dalam Kidung Jemaat nomor 406. Sebagaimana yang tampak dari judulnya, tema utama lagu ini adalah permohonan agar Tuhan membimbing kita dalam menjalani kehidupan. Karena itu, lagu ini pertama-tama merupakan sebuah “doa” yang dinyanyikan.

Teks Alkitab hari ini berkisah tentang petualangan seorang hamba yang mencari jodoh; bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk anak lelaki tuannya. Tugas tersebut tampaknya mustahil dilakukan. Jangankan mencari jodoh untuk orang lain, untuk diri sendiri saja rasanya tidak mudah menemukan jodoh yang cocok. Sanggupkah ia melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya? Namun, hamba itu tetap taat. Ia memohon bimbingan Tuhan dalam melaksanakan tugasnya. Untuk itu ia berdoa (Kej. 24:12) dan “mengamat-amati dengan berdiam diri” situasi yang sedang dihadapinya (Kej. 24:21). Syukurlah, akhirnya, ia pun berhasil menemukan orang yang tepat (Kej. 24:67).

Jemaat yang terkasih saat kita harus membuat pilihan dan keputusan penting, jangan terburu-buru. Mohonlah bimbingan Tuhan. Ambillah waktu untuk menggumulinya dengan sungguh-sungguh dalam doa. Berdiam dirilah dan cermatilah situasi yang sedang terjadi. Jangan mengandalkan pengertian sendiri. Mintalah nasihat dari seorang yang dapat dipercaya. Percayalah, melalui semua itu, Tuhan membimbing kita untuk memilih dan memutuskan yang terbaik.

1. Bagaimana hamba tersebut memohon bimbingan Tuhan?
2. Apa yang perlu dilakukan saat kita harus membuat pilihan dan keputusan?

Pokok Doa: Agar meyakini dan mengikuti bimbingan Tuhan

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Tuhan yang bertindak

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Amsal 16:1 6

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
  Amsal 16:3

Kita tahu dan pasti mengalami bahwa hidup di dunia penuh dengan kejutan. Di tahun 2020, kehadiran virus Covid 19 menjadi kejutan terbesar bagi kita semua. Tidak ada yang menyangka munculnya virus Covid 19 mengubah segalanya. Kita menjadi manusia yang berbeda di dalam menyikapi hidup selama masa pandemi. Kita sejak awal tidak bisa menduga semua ini bakal terjadi. Apa yang sudah kita rencanakan dengan baik, semuanya menjadi berantakan karena kehadiran virus ini.

Dari Amsal 16:1 6 ada dua hal kita bisa pelajari, yaitu pertama, berserah pasrah pada kehendak Tuhan. Semua yang terjadi di dalam hidup berada di tangan Tuhan, karena itu adalah bijak jika kita belajar untuk menyerahkan masa depan kepada Nya. Ketika kita menyerahkan semua kehendak kepada Tuhan maka kita belajar untuk mengikuti rencana Tuhan daripada rencana kita sendiri. Tuhan akan menuntun kita pada situasi yang terbaik di dalam hidup kita.

Kedua, jangan menjadi sombong. Janganlah menjadi sombong dengan apa yang kita sudah peroleh dan dapatkan. Kita tidak boleh sombong dengan segala rencana yang kita telah susun karena tetap kedaulatan ada di tangan Tuhan dan segala sesuatu tetaplah milik Allah. Kehadiran virus Covid 19 yang sangat kecil dan tidak kelihatan, sebenarnya juga mengajarkan kita betapa rapuh dan rentannya manusia. Kita harus belajar menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan dan hidup takut kepada Nya.

Marilah saudara saudaraku yang terkasih, kita melihat kehidupan kita saat ini. Apakah kita sudah berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan menyerahkan segala rencana hidup kita kepada Nya? Apakah kita selalu bertanya dan berdoa untuk apa yang akan kita kerjakan? Janganlah menjadi sombong dengan menganggap bahwa semua rencana pasti bisa berjalan dengan baik karena kemampuan dan kehebatan kita. Ingatlah selalu, Tuhanlah yang berdaulat atas apa pun termasuk hidup kita. Manusia bisa berencana tetapi Tuhan yang berkehendak atas hidup kita. Serahkan segala apa yang menjadi rencana kita kepada Tuhan Yesus yang akan menyatakan yang terbaik bagi kita, anak anak Nya.

Refleksi diri:

Apakah rencana rencana Anda di masa depan sudah Anda serahkan kepada Tuhan supaya sejalan dengan kehendak Nya?

Apakah ada selama ini sikap sombong yang mengandalkan diri Anda, bukannya Tuhan?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Tidak Semua Dapat Mujizat

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Yesaya 55:1 9

Sebab rancangan Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan Ku, demikianlah firman TUHAN.
Yesaya 55:8

Sebagai orang Kristen, kita pasti senang mendengar atau menyaksikan kesaksian orang yang mengalami pertolongan Tuhan dalam hidupnya. Misalnya, ada ibu yang kehabisan susu untuk anaknya. Eh, tiba tiba ada orang mengirim susu ke rumahnya. Ada lagi yang bersaksi tentang pengalamannya selamat dari kecelakaan. Kesaksian kesaksian itu pasti menguatkan kita yang tidak mengalaminya. Kita takjub akan kebaikan dan pemeliharaan Tuhan atas orang beriman. Mungkin kita juga punya kerinduan mengalami hal yang sama. Ketika ada masalah, Tuhan mengulurkan tangan Nya menolong kita. Tentu kerinduan semacam itu tidaklah salah.

Persoalannya menjadi berbeda ketika orang yang memberi kesaksian itu mengatakan, Tuhan itu Mahakuasa. Dia menolong saya. Dia membuat mukjizat bagi saya. Saya yang dulu miskin sekarang jadi kaya. Jika kamu beriman, kamu juga akan alami seperti yang saya alami. Anda lalu mengaminkan. Anda percaya Tuhan Yesus baik kepada anak anak Nya. Jika si A mengalami mukjizat, mengapa saya tidak? Jika si B mengalami kesembuhan dari penyakit yang berat, mengapa saya tidak? Anda beriman tetapi tidak mendapatkan. Lalu Anda bertanya tanya, Mengapa Tuhan, saya tidak dapat? Mengapa Tuhan tidak adil? Tuhan memang Mahakuasa, Mahabaik, dan Mahakasih. Tuhan juga Mahaadil, tak pernah Dia pilih kasih. Namun, tidak dapat diartikan bahwa Tuhan harus memerlakukan setiap orang sama. Jalan pikiran, rencana, maksud Tuhan dalam hidup orang beriman berbeda beda. Bagi si A, ia disembuhkan. Bagi si B, ia harus menderita lama dan kemudian meninggal dunia. Apakah Tuhan tidak baik atau tidak adil kepada si B? Karena kita tidak tahu pikiran dan rencana Tuhan, kita tidak boleh menjadi hakim atas Tuhan seolah olah kita lebih berhikmat daripada Dia. Tuhan jauh lebih berhikmat daripada kita (Rm. 11:33).

Pengalaman pribadi yang ajaib bersama Tuhan Yesus tetaplah pengalaman pribadi. Itu sah bagi yang mengalami tetapi menjadi tidak sah jika dijadikan pola bagi orang lain. Keliru menuntut Tuhan memerlakukan setiap orang sama. Kewajiban kita adalah memercayakan diri kepada Nya dalam segala hal. Percaya bahwa tak ada rancangan Nya yang buruk dalam hidup orang beriman (Rm. 8:28).

Refleksi diri:

Apakah Anda pernah merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan? Bagaimana sikap Anda waktu itu?

Setelah membaca renungan ini, apakah Anda bisa memercayai Tuhan atas rancangan hidup Anda? Mengapa?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

BERPEGANG PADA KEBENARAN

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Efesus 4:7-16
... tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Ef. 4:15)
Seiring dengan kemajuan teknologi, kita pun makin mudah mengakses berbagai informasi. Tidak hanya itu, kita juga mengalami situasi yang di dalamnya bermacam-macam informasi membanjiri kehidupan kita. Masalahnya, di antara sekian banyak informasi tersebut, tidak semua dapat dipertanggungjawabkan. Ada pula informasi yang tidak benar. Informasi yang tidak berdasarkan fakta yang sesungguhnya, bahkan informasi yang memutarbalikkan fakta. Informasi semacam ini mesti kita waspadai karena dapat menyesatkan kita.
Jemaat di Efesus hidup di tengah-tengah perkembangan berbagai macam pengajaran. Tidak semua pengajaran tersebut baik dan sesuai dengan panggilan iman Kristen. Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati jemaat agar “dengan teguh berpegang kepada kebenaran”. Hanya dengan demikian, mereka tidak akan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran dan oleh permainan palsu manusia yang menyesatkan. Apa ciri kebenaran yang sejati? Bagi Rasul Paulus, kebenaran yang sejati mendorong jemaat untuk bertumbuh di dalam kasih ke arah Kristus.

Jemaat yang terkasih, berpegang kepada kebenaran” berarti kesediaan untuk berusaha “mencari” kebenaran yang sejati. Untuk itu, diperlukan akal sehat, pikiran yang jernih, dan hati yang bening. Dalam iman, pedoman kita adalah Kristus, Sang Kebenaran (Yoh. 14:6). Dalam setiap situasi kita bertanya, apakah hal itu mengarahkan kita kepada Kristus atau kepada yang lain? Inilah yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidup kita. Dia adalah Roh Kebenaran yang memuliakan Kristus (Yoh. 16:14).
1. Mengapa berpegang pada kebenaran merupakan hal yang penting?
2. Bagaimana kita dapat mengenali kebenaran yang sejati?

Pokok Doa: Agar dengan teguh berpegang pada kebenaran.



Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.