Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Pencobaan Yang Pasti

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

1 Korintus 10:1 13

Pencobaan pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
1 Korintus 10:13

Pepatah Tionghoa mengatakan, Jangan berikan kacang kepada orang yang tidak punya gigi. Maksudnya adalah jangan berikan tugas atau tantangan kepada orang yang tidak punya mental dan kesanggupan untuk menghadapinya. Jika Anda tetap memberikannya, maka bisa dipastikan orang itu akan gagal menanganinya.

Demikian pula cara Tuhan memperlakukan kita dalam hal pencobaan atau ujian kehidupan. Tuhan memberikan ujian kehidupan kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita menanggungnya, Rasul Paulus menyebutnya pencobaan pencobaan biasa. Dengan menyebut biasa, ia tidak sedang menganggap remeh kesusahan yang sedang kita hadapi.

Sama sekali tidak. Yang dimaksudkan Paulus adalah bahwa pencobaan pencobaan itu masih dalam batas kesanggupan kita menanggungnya. Tuhan tahu kesanggupan kita. Dia memberikan takaran yang pas. Sekuat yang kita mampu pikul. Tidak lebih, juga tidak kurang. Jika terlalu berat, kita akan kolaps, hancur, dan tidak bisa bangkit lagi. Sebaliknya, jika terlalu ringan, kita tidak akan belajar apa apa dari peristiwa itu. Kita tidak akan bertumbuh dalam iman. Selain itu, bukankah Tuhan berjanji memberikan jalan ke luar dan kekuatan untuk menanggungnya?

Seringkali kita menganggap masalah kehidupan kita terlalu berat. Kita merasa tidak sanggup menanggungnya dan kadangkala hampir putus asa. Jika saat ini Anda sedang tergelincir dan jatuh, percayalah Tuhan Yesus tidak membiarkan Anda jatuh tergeletak. TUHAN menetapkan langkah langkah orang yang hidupnya berkenan kepada Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (Mzm. 37:23, 24). Tuhan tidak pernah mengabaikan hidup kita. Setiap kali Dia mengizinkan masalah terjadi dalam hidup kita, setiap kali pula Dia akan memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapinya.

Ayo tetap semangat menghadapi pencobaan pencobaan biasa yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup Anda!

Refleksi diri:

Apa pencobaan pencobaan yang pernah/sedang Anda hadapi yang membuat Anda belajar? Bagaimana iman Anda bisa bertumbuh melaluinya?

Apa janji janji Tuhan yang bisa menguatkan Anda saat menghadapi pencobaan?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Kuat Dalam Kelemahan

 Gema suara Illahi.
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini.
  
2 Korintus 12:7 10

Cukuplah kasih karunia Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa Ku menjadi sempurna.
 2 Korintus 12:9a

Pertanyaan yang sering muncul di benak anak anak Tuhan adalah mengapa Tuhan mengizinkan saya menderita? Mengapa Tuhan tega memberikan kesusahan dan pergumulan di dalam kehidupan kita? Harapan kita sebagai anak anak Tuhan adalah memiliki kehidupan yang baik, tidak mengalami sakit penyakit, usaha lancar, dan keluarga harmonis.

Rasul Paulus juga mengalami pergumulan serupa. Di dalam penderitaan yang ia alami, terutama duri dalam daging, tentu ia ingin terbebas dari pergumulannya tersebut. Namun, Tuhan ternyata tidak menjawab apa yang menjadi keinginannya. Karena itu, respons yang diberikan oleh Paulus terhadap penderitaannya pun berbeda. Ia sekarang mencoba melihat kesusahan dan penderitaan bukan sebagai kekejaman Tuhan, melainkan sebagai bukti belas kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus kepada dirinya.

Dua hal positif yang bisa kita pelajari dan teladani dari respons Paulus. Pertama, penderitaan membuat kita tetap rendah hati. Sering kali orang menjadi sombong saat kehidupannya yang berhasil. Ketika Tuhan izinkan kesusahan, pergumulan, dan penderitaan hadir di dalam kehidupannya, ia baru sadar bahwa dirinya adalah manusia biasa. Melalui penderitaan, kita belajar bahwa manusia memiliki kelemahan dan membutuhkan Allah untuk menolong dan mengangkat hidupnya.

Kedua, penderitaan membuat diri kita semakin kuat. Kuat bukan karena kita yang hebat tetapi karena ada Allah yang memberikan kekuatan kepada kita. Paulus akhirnya menyadari bahwa di dalam kelemahan, dirinya justru semakin kuat. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (ay. 10).

Saudara saudaraku yang terkasih, marilah memandang penderitaan yang saat ini kita alami bukan karena Tuhan kejam terhadap kita melainkan sebagai kesempatan untuk bisa mengalami kekuatan dan penyertaan Tuhan yang ajaib. Karena di dalam kelemahan, ketika kita bisa berseru dan memohon pertolongan Nya, kita bisa melihat betapa baiknya Tuhan. Dia menjawab permohonan doa doa kita sesuai dengan rencana Nya yang terbaik untuk kita.

Refleksi diri:

Apa penderitaan dan pergumulan yang pernah Anda alami yang justru membuat Anda kuat dan merasakan anugerah Tuhan?

Bagaimana rencana Allah yang baik, bekerja di balik penderitaan tersebut?



Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.



Share:

SINGA TELAH MENGAUM

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Amos 2:12-3:8

Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?” (Am. 3:8)

Ada sebab, ada akibat. Itu adalah hukum yang alamiah. Sistem yang wajar. Suatu tindakan akan memiliki efek pada tindakan yang lainnya. Tak ada yang bebas dari hal itu. Dalam hal ini jugalah keadilan Tuhan berjalan, yaitu ketika ada peringatan dan hukuman. Tuhan tidak serta-merta menghukum umat jika umat tidak berdosa. Justru dengan hukuman yang diberikan, Tuhan sedang menegakkan keadilan-Nya di muka bumi.

Amos menyampaikan firman Tuhan yang berisi hukuman Israel. Hukuman itu diberikan karena berbagai pelanggaran yang telah dilakukan Israel (Am. 2:6-8). Namun, hukuman itu tidak datang dengan tiba-tiba. Sudah ada nabi-nabi yang menyerukan nubuat serta para nazir yang mengkhususkan diri untuk Tuhan. Namun, tetap saja dosa umat makin banyak. Malah para nabi dilarang untuk bernubuat menyampaikan firman Tuhan. Karena itu, Tuhan menubuatkan sebuah hukuman melalui Nabi Amos. Hukuman ini akan datang melanda tanpa seorang pun dapat melarikan diri dari hal itu. Tuhan akan menegakkan keadilan-Nya dengan menjalankan hukuman yang telah diperingatkan sebelumnya.

Tak seorang pun senang dihukum, bukan? Namun, hukuman mesti dijalankan ketika pelanggaran terjadi. Tuhan adil dengan hukum-Nya. Ia tidak sembarangan menghukum. Ia memberikakan peringatan dan pemberitahuan kepada umat tentang apa yang baik serta konsekuensi yang akan terjadi jika berbuat sebaliknya.  milikilah hati dan pikiran yang peka terhadap peringatan Tuhan sehingga Anda tidak mengalami hukuman Tuhan.

1. Seperti apa guncangan Tuhan itu?
2. Peringatan apa yang Tuhan mau sampaikan di hari ini?


Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Tak lagi Dipercaya

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

1 Samuel 13:1 14

Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.
 1 Samuel 13:14

Butuh waktu dan banyak usaha untuk membangun kepercayaan. Menjaga kepercayaan orang lain tidaklah mudah. Ketika seseorang tak lagi dipercaya maka ia bisa kehilangan segalanya. Sebuah hubungan yang baik dapat hancur karena orang tidak lagi percaya kita. Karier seseorang bisa hancur seketika karena kepercayaan yang dikhianati. Sebuah janji indah pun bisa batal karena si pemberi janji tak lagi bisa dipercaya dan si penerima janji menyangsikan ucapannya.

Demikian pula dengan Raja Saul yang telah mengkhianati kepercayaan Allah terhadap dirinya. Awalnya Saul sangat dipercaya Tuhan. Tuhan mengangkatnya menjadi raja Israel yang pertama dan berjanji akan mengokohkan kerajaannya jika ia setia. Namun sayang, ia mengkhianati Tuhan. Saul tidak sabar untuk menantikan kehadiran Samuel dan nekat mengambil alih tugas keimaman yang seharusnya tidak boleh dilakukannya, yaitu membakar korban persembahan kepada Allah. Pelanggaran demi pelanggaran dilakukannya demi ambisi pribadi. Teguran dari Tuhan pun diabaikan Saul sehingga ia sudah tidak lagi dipercaya Tuhan. Janji pengokohan kerajaan tidak terjadi karena Tuhan telah memilih Daud untuk menggantikan posisi Saul sebagai raja Israel. Kecerobohan tindakan Saul kiranya menjadi peringatan serius bagi kita saat ini.

Menjaga kepercayaan Tuhan tidaklah mudah. Seorang yang dipercaya Tuhan adalah seorang yang tetap tunduk, taat, dan setia melakukan kehendak dan agenda Nya, bukan kehendak dan agenda sendiri. Pada akhirnya waktu dan situasi yang akan menguji apakah kita mampu menjaga kepercayaan Tuhan. Ya, ada saatnya di mana Tuhan akan membawa kita pada sebuah situasi yang begitu mendesak, menakutkan, dan menuntut penyelesaian
segera. Saat itulah hati kita diuji! Kepercayaan itu ibarat selembar kertas. Sekali saja terkoyak dan kusut, ia tidak akan pernah kembali sempurna lagi. Sebab itu jagalah kepercayaan Tuhan dan orang lain terhadap kita.

Refleksi diri:

Apakah Anda dapat dipercaya? Apakah Anda tetap konsisten hidup di dalam kehendak Tuhan dan setia menantikan Nya di tengah situasi yang sulit?

Apa yang Anda lakukan untuk memelihara kepercayaan Tuhan terhadap Anda?

Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

DOBEL MERANA

Gema suara Illahi. 
 Gimana kabarnya Bpk ibu sdr yang terkasih dalam Tuhan. Saya harap tetap sehat, dan doa saya selalu dalam penyertaan dan perlindungan Allah. Selamat beribadah di minggu ini. 

Mazmur 6
Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar .... (Mzm. 6:3)
Ketika seseorang terinfeksi virus Covid-19, ada pertanyaan yang sulit dijawab. Pertanyaan itu adalah, “Kena di mana?” Sulit dijawab karena virusnya tak terlihat. Sulit bagi kita untuk benarbenar mengetahui bisa “kena” (terinfeksi) di mana. Pertanyaan itu biasanya disambung dengan dugaan-dugaan: lalai menjalankan protokol kesehatan, masih bertemu orang lain, tidak memakai masker. Padahal, orang yang terinfeksi mungkin saja sudah menjalankan itu semuanya. Hanya saja orang tetap tidak dapat memastikan di mana terpapar virus. Sayangnya, kemudian ada sebagian orang yang memberi cap kepada orang yang terinfeksi Covid-19: lalai dan tidak menjaga diri. Bukankah hal itu justru dapat membuat orang yang terinfeksi bertambah stres dan sedih? Sudah mengalami sakit, lalu ia mendapat cap negatif juga dari orang lain.

Pemazmur sedang menggambarkan dirinya yang sedang sakit. Sakit yang ia pahami sebagai akibat dari dosanya. Ia merana, menderita, dan menangis. Penyakit yang membuatnya begitu susah. Bukan hanya itu, ia juga berhadapan dengan lawan-lawannya. Bukan lawannya yang membuat ia sakit. Namun, Daud menggambarkan bahwa lawannya maju dan berbuat jahat kepadanya. Mungkin mereka mengolok-olok atau hendak menjatuhkannya selagi ia sakit.

Saudaraku , mudah untuk menyalahkan dan mengalahkan orang yang sedang sakit. Mereka sedang lemah. Ketika kita mengetahui seseorang sedang sakit, sikap yang terbaik adalah menolong untuk membawa kesembuhan dan memberikan dukungan terbaik kita sehingga orang yang sakit tidak tambah merana. Dengan demikian, yang sakit pun memperoleh semangat dan kesembuhan.

1. Bagaimana pemazmur menggambarkan kesedihannya?
2. Bagaimana cara kita menolong orang yang sedang sakit?



Jangan lupa tetap prokes, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan, dan terlebih jika belum vaksin segera vaksin. Supaya dapat menolong orang lain dan diri terhindar dari covid 19.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.