Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Berkat Di Balik Musibah


Rut 1:1-22
Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.”

- Rut 4:15

Ada udang di balik batu. Sebuah pepatah dalam bahasa Indonesia yang berarti ada maksud di balik sebuah perbuatan. Kebenaran dalam pepatah ini kelihatannya sudah dialami oleh sebagian besar atau bahkan semua orang. Namun, saya juga merasa pepatah ini benar dalam kondisi kehidupan orang Kristen karena di balik kehidupan kita yang terasa keras seperti batu, ada berkat Tuhan yang nikmat seperti udang.

Kisah kehidupan Naomi menggambarkan betapa pun keras kehidupan, tetap ada berkat Tuhan untuk menopang hidupnya. Kesusahan dalam hidup Naomi datang bertubi-tubi selama periode yang cukup lama. Pertama, keluarganya terpaksa harus keluar dari Tanah Perjanjian dan mengembara di tanah musuh orang Israel, Moab (lih. Bil. 22:1-25:9). Kedua, anak-anaknya tidak memiliki keturunan dan semua laki-laki dalam keluarganya meninggal (ay. 3-5). Ketiga, ia harus menjadi janda, yang notabene begitu rentan dan tergantung kepada orang lain pada masa itu. Sungguh kondisi kehidupan yang pahit, wajar jika ia tidak mau dipanggil Naomi (artinya menyenangkan) tetapi Mara (artinya pahit). Namun, Yang Mahakuasa, Allah dari Naomi memberinya berkat untuk melalui kondisi yang berat tersebut.

Berkat Tuhan dalam kehidupan Naomi adalah menantu perempuan yang setia menemani Naomi. Kisah Naomi dan Rut, menantunya, mengajarkan bahwa berkat dari Tuhan bukan melulu berbicara tentang harta, takhta, atau sukacita. Naomi tetap pulang sebagai janda yang miskin (ay. 21) dan menantunya pun membuat gempar kampung halamannya (ay. 19). Naomi pada saat itu juga tidak melihat kehadiran Rut sebagai berkat dari Tuhan, tetapi Rut-lah yang selalu menemani Naomi dan pada akhirnya memberikan keturunan untuk melanjutkan keluarga Naomi (Rut 4:14-17). Berkat Tuhan bagi Naomi hadir melalui sosok Rut, orang Moab yang setia menemani Naomi.

Orang Kristen hendaknya tidak mengotak-ngotakkan berkat Tuhan dalam kehidupan hanya dalam bentuk materi. Memiliki banyak uang belum tentu berkat Tuhan, demikian juga dengan memiliki sedikit uang. Berkat Tuhan dapat hadir dalam kehadiran seorang rekan yang dapat berbagi hidup. Hidup kita pun juga dapat menjadi berkat bagi orang lain, apalagi jika kasih Tuhan Yesus sudah memenuhi hati kita.

Refleksi Diri:
Apa berkat yang Tuhan berikan kepada Anda, yang tidak berbentuk materi?
Apakah ada teman atau kerabat yang membutuhkan kehadiran Anda?

Share:

Membawa Penghiburan

Ayub 16:1-6

“Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua! Belum habiskah omong kosong itu? Apa yang merangsang engkau untuk menyanggah?
- Ayub 16:2-3

Pernahkah Anda memiliki seorang sahabat yang sedang melewati masa-masa yang sulit tetapi Anda tidak tahu bagaimana harus menghiburnya? Mungkin Anda mengatakan kepada sahabat Anda bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan baginya seperti yang disampaikan firman Tuhan. Anda berpikir mungkin janji-janji penghiburan dan pemeliharaan Tuhan tersebut akan membuatnya merasa lebih baik.
Terkadang kita tidak tahan untuk tidak mengatakan sesuatu kepada orang-orang yang sedang menderita, terluka, atau kebingungan. Kita berkeinginan untuk menjelaskan kemungkinan mengapa mereka mengalami kejadian yang menyulitkan tersebut dan ingin memberikan kata-kata penghiburan. Kita juga mungkin berusaha menghubungi mereka setiap hari untuk melihat apakah situasi mereka membaik. Inilah yang dilakukan oleh sahabat-sahabat dari Ayub pada bacaan di kitab Ayub ini.
Sebagian besar kitab Ayub berisi penjelasan dari sahabat-sahabatnya mengenai mengapa anak-anaknya meninggal, mengapa seluruh ternaknya hilang, serta mengapa ia mengalami barah yang busuk di sekujur tubuhnya. Secara umum, kita akan setuju dengan penjelasan sahabat-sahabat Ayub. Namun sebenarnya, bukan karena alasan-alasan itulah Ayub mengalami berbagai macam penderitaan. Inilah yang menyebabkan kata-kata penghiburan sahabat-sahabat Ayub ini menjadi kata-kata yang membawa ketidaknyamanan dalam diri Ayub dan membuatnya justru menghardik mereka.
Terkadang Allah memang memakai kita untuk memberikan jawaban alkitabiah bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan. Namun, kadang kala ada kondisi-kondisi dimana kita tidak menyadari bahwa apa yang kita katakan tidaklah membawa penghiburan. Daripada hanya mengutarakan kata-kata yang terdengar religius di dalam situasi-situasi seperti ini, ada kalanya kita lebih baik menutup mulut dan mendengarkan apa yang menjadi ungkapan kesedihan dan kekhawatiran orang-orang tersebut. Terkadang penghiburan justru mereka alami ketika kita menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, bukan ketika kita mencoba menjelaskan atau menyelesaikan masalah-masalah mereka.
Mari sediakan telinga yang mau mendengar, hati yang mau memahami atau jika perlu pundak yang mau menjadi sandaran kesedihan mereka. Biarlah pelukan kasih Yesus mengalir melalui diri Anda sehingga mereka bisa dihiburkan dan dikuatkan.
Refleksi Diri:
Apakah Anda sudah menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang mengalami penderitaan?
Bagaimana cara Anda menjadi seorang penghibur yang berhikmat (tahu kapan waktu yang tepat untuk mendengarkan dan kapan waktu yang tepat untuk berbicara)?
"
Share:

MENJADI SAUDARA YESUS

Matius 12:46–50
“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah
saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
(Mat. 12:50)

Kita menyebut seseorang sebagai saudara karena mempunyai hubungan darah atau keluarga. Sebutan keluarga dapat juga dikenakan kepada mereka yang relasinya sudah sangat dekat dengan kita. Atau mereka yang telah banyak berjasa dalam kehidupan kita. Dalam Injil hari ini Yesus juga berbicara tentang makna keluarga, tetapi dalam pemahaman yang baru.
Ketika sedang mengajar di Kapernaum, Yesus diberi tahu bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ingin bertemu dengan-Nya. Jawaban Yesus sangat mengejutkan. Di luar dugaan, Yesus mengatakan: “Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibuku”. Kata “saudara” yang dipakai pada ayat 50 ini berasal dari kata Yunani adelphos yang berarti saudara dalam persekutuan atau saudara seiman. Jawaban Yesus ini memberi penekanan penting sekaligus perluasan penjelasan status siapakah saudara atau ibu-Nya. Bagi Yesus, makna kata saudara tidak sebatas hubungan darah atau ikatan keluarga, tetapi lebih dari itu, yaitu dalam ikatan spiritual. Dengan demikian, setiap orang dapat menjadi saudara dan ibu Yesus ketika mendengarkan dan melakukan kehendak Allah dalam hidupnya.
Bagaimana dengan kita? Menjadi pengikut Yesus adalah menjadi pelaku firman dalam kehidupan sehingga kita layak menjadi saudara-saudari-Nya. Apakah kita sudah layak disebut sebagai saudara-saudara Yesus?
REFLEKSI:
Kita mengasihi Allah yang tidak kelihatan dengan mengasihi sesama yang
terlihat. Dengan demikian, kita telah menjadi saudara Yesus.

 
Share:

Berkat Di Balik Musibah

Rut 1:1-22

Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.”

- Rut 4:15

Ada udang di balik batu. Sebuah pepatah dalam bahasa Indonesia yang berarti ada maksud di balik sebuah perbuatan. Kebenaran dalam pepatah ini kelihatannya sudah dialami oleh sebagian besar atau bahkan semua orang. Namun, saya juga merasa pepatah ini benar dalam kondisi kehidupan orang Kristen karena di balik kehidupan kita yang terasa keras seperti batu, ada berkat Tuhan yang nikmat seperti udang.

Kisah kehidupan Naomi menggambarkan betapa pun keras kehidupan, tetap ada berkat Tuhan untuk menopang hidupnya. Kesusahan dalam hidup Naomi datang bertubi-tubi selama periode yang cukup lama. Pertama, keluarganya terpaksa harus keluar dari Tanah Perjanjian dan mengembara di tanah musuh orang Israel, Moab (lih. Bil. 22:1-25:9). Kedua, anak-anaknya tidak memiliki keturunan dan semua laki-laki dalam keluarganya meninggal (ay. 3-5). Ketiga, ia harus menjadi janda, yang notabene begitu rentan dan tergantung kepada orang lain pada masa itu. Sungguh kondisi kehidupan yang pahit, wajar jika ia tidak mau dipanggil Naomi (artinya menyenangkan) tetapi Mara (artinya pahit). Namun, Yang Mahakuasa, Allah dari Naomi memberinya berkat untuk melalui kondisi yang berat tersebut.

Berkat Tuhan dalam kehidupan Naomi adalah menantu perempuan yang setia menemani Naomi. Kisah Naomi dan Rut, menantunya, mengajarkan bahwa berkat dari Tuhan bukan melulu berbicara tentang harta, takhta, atau sukacita. Naomi tetap pulang sebagai janda yang miskin (ay. 21) dan menantunya pun membuat gempar kampung halamannya (ay. 19). Naomi pada saat itu juga tidak melihat kehadiran Rut sebagai berkat dari Tuhan, tetapi Rut-lah yang selalu menemani Naomi dan pada akhirnya memberikan keturunan untuk melanjutkan keluarga Naomi (Rut 4:14-17). Berkat Tuhan bagi Naomi hadir melalui sosok Rut, orang Moab yang setia menemani Naomi.

Orang Kristen hendaknya tidak mengotak-ngotakkan berkat Tuhan dalam kehidupan hanya dalam bentuk materi. Memiliki banyak uang belum tentu berkat Tuhan, demikian juga dengan memiliki sedikit uang. Berkat Tuhan dapat hadir dalam kehadiran seorang rekan yang dapat berbagi hidup. Hidup kita pun juga dapat menjadi berkat bagi orang lain, apalagi jika kasih Tuhan Yesus sudah memenuhi hati kita.

Refleksi Diri:
Apa berkat yang Tuhan berikan kepada Anda, yang tidak berbentuk materi?
Apakah ada teman atau kerabat yang membutuhkan kehadiran Anda?"
Share:

Rasisme, No!


Galatia 3:26-29

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

- Galatia 3:26-28

Rasisme adalah kepercayaan bahwa ras sangat menentukan sifat dan kemampuan seseorang. Kepercayaan ini menyebabkan terciptanya hirarki yang mana ras tertentu dianggap lebih unggul daripada ras lain. Rasisme disebabkan oleh berbagai hal, misalnya kebiasaan hanya bergaul dengan orang-orang sesuku/sebangsa sehingga tercipta kepercayaan yang sama. Penyebab lain adalah kebiasaan menghakimi orang lain atas penampilan, cara berpakaian, bahasa, dan ciri-ciri fisik lainnya, serta melabeli mereka “cerdas”, “berisik”, “kasar”, dsb.

Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Galatia bahwa mereka menjadi anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus, bukan karena ras atau status sosial lainnya. Di dalam Kristus, tidak lagi dikenal pembedaan ras (Yahudi dan Yunani), status sosial tinggi dan rendah (orang merdeka dan budak), dan jenis kelamin. Semua orang satu dan setara di dalam Kristus. Dengan penegasan ini, Paulus menolak rasisme dalam kekristenan. Tidak ada keunggulan rohani suku/bangsa tertentu atas suku/bangsa lain. Orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai umat pilihan tidak bisa lagi merasa diri mereka lebih istimewa di hadapan Allah dibandingkan terhadap orang Yunani atau bangsa lain. Demikian pula orang merdeka terhadap budak, pria terhadap wanita. Paulus sengaja menyebut tiga kategori ini karena orang Yahudi (pria) berdoa demikian: Tuhan, saya berterima kasih karena Engkau tidak jadikan saya orang kafir, budak dan wanita. Setiap orang percaya setara di hadapan Tuhan dan menjadi ahli waris dan penerima janji hidup kekal. (Gal 4:5-7).

Sudah saatnya orang Kristen tidak lagi mempersoalkan ras atau status dalam relasi dengan sesama apalagi bersikap rasis. Di dalam Kristus, semua orang disatukan tanpa mengenal pembedaan lagi. Di dalam Kristus, semua orang percaya adalah anak-anak Allah. Kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Refleksi Diri:

Apakah Anda masih bersikap rasis? Misalnya menganggap suku atau bangsa tertentu lebih rendah?

Bagaimana caranya menghilangkan sikap rasis?"

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.