Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: Anak-anak Allah
Tampilkan postingan dengan label Anak-anak Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak-anak Allah. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Warisi Iman, Bukan Sekadar Status"

Warisi iman sejati sebagai anak-anak Allah melalui ketaatan kepada Kristus
Warisi Iman, Bukan Sekadar Status
Pernahkah kita merasa lebih bernilai karena relasi, latar belakang, atau identitas tertentu yang kita miliki?

Tanpa disadari, kedekatan dengan orang yang berpengaruh atau status tertentu dapat membuat kita meninggikan diri. Hal serupa terjadi pada orang-orang Yahudi. Mereka begitu membanggakan identitas sebagai keturunan Abraham, seolah status itu otomatis menjamin hidup yang benar di hadapan Allah.

Yesus tidak menyangkal fakta bahwa mereka memang keturunan Abraham. Namun Yesus menyingkapkan kebenaran yang jauh lebih dalam: mereka tidak hidup seperti Abraham. Niat mereka untuk membunuh Yesus justru membuktikan bahwa mereka tidak mewarisi iman Abraham, bapa orang beriman itu.

Bagi Yesus, iman tidak diukur dari garis keturunan, tetapi dari hati dan ketaatan. Abraham dikenal bukan karena statusnya, melainkan karena ketaatannya kepada Allah. Ia mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Sebaliknya, orang-orang Yahudi pada waktu itu menolak Yesus, tidak memahami perkataan-Nya, bahkan memusuhi Dia. Semua itu menunjukkan bahwa hati mereka jauh dari Allah.

Yesus dengan tegas menyatakan bahwa siapa yang berasal dari Allah pasti mendengarkan firman Allah. Ketidakmampuan mereka memahami dan menerima kebenaran bukan sekadar masalah intelektual, tetapi persoalan hati yang tertutup.

Renungan ini menantang kita untuk bercermin. Kita bisa saja memiliki identitas Kristen, aktif dalam pelayanan, dan dikenal sebagai orang beriman. Namun pertanyaannya: apakah kita sungguh mewarisi iman itu? Ataukah kita hanya hidup dari status rohani tanpa ketaatan?

Yesus menyatakan dua tanda yang jelas dari anak-anak Allah: mengasihi Yesus dan mendengarkan firman Allah. Kasih kepada Kristus akan nyata dalam kerinduan untuk taat, bukan sekadar mengaku percaya.

Sebagai “keturunan Abraham” secara rohani, kita dipanggil untuk hidup dalam iman yang sama—iman yang taat, rendah hati, dan bersandar penuh kepada Allah. Bukan status yang menyelamatkan kita, melainkan iman yang hidup dan bertumbuh dalam ketaatan kepada Kristus.

Doa

Tuhan Allah Bapa kami,
ampuni kami bila kami sering membanggakan status rohani
namun lalai hidup dalam ketaatan.
Ajarlah kami untuk tidak hanya mengaku sebagai anak-anak-Mu,
tetapi sungguh-sungguh mewarisi iman yang hidup.
Tolong kami mengasihi Yesus dengan segenap hati
dan memberi telinga yang taat kepada firman-Mu.
Bentuklah hidup kami agar iman kami nyata dalam perbuatan,
dan kami semakin serupa dengan Kristus.
Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.