Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: kebutuhan rohani
Tampilkan postingan dengan label kebutuhan rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebutuhan rohani. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian " Yesus Sang Roti Kehidupan"

Yesus Sang Roti Kehidupan sumber hidup kekal

Yesus Sang Roti Kehidupan
Pernahkah kita merasa kenyang setelah makan, tetapi tak lama kemudian lapar kembali? Entah karena porsinya kurang, atau karena selera yang muncul lagi. Rasa kenyang itu nyata, namun sifatnya sementara.

Demikian pula hidup manusia. Kita sering mengejar hal-hal yang tampaknya memuaskan—keberhasilan, harta, kenyamanan, pujian—tetapi setelah semua itu diraih, hati justru kembali merasa kosong. Ada kerinduan yang tak terjawab.

Orang banyak dalam kisah ini mendatangi Yesus dengan harapan yang sama: mereka ingin dikenyangkan lagi. Namun Yesus tidak berhenti pada kebutuhan jasmani. Ia mengarahkan mereka kepada sesuatu yang lebih dalam dan esensial. Dengan tegas Ia berkata, “Akulah Roti Kehidupan.” Pernyataan ini diulang berkali-kali, seolah Yesus ingin memastikan bahwa mereka sungguh memahami siapa Dia.

Bagi orang Israel, roti adalah kebutuhan pokok. Mereka mengenal manna—roti dari surga—yang menopang hidup nenek moyang mereka di padang gurun. Namun manna itu hanya sementara. Berbeda dengan Yesus. Ia datang dari surga dan memberikan diri-Nya bukan hanya untuk satu hari, tetapi untuk kehidupan kekal. Tubuh dan darah-Nya kelak dikorbankan agar manusia memperoleh hidup yang sejati.

Yesus mengajak orang banyak—dan juga kita hari ini—untuk tidak berhenti pada berkat, melainkan datang kepada Sang Pemberi Berkat. Bukan sekadar menikmati pemberian-Nya, tetapi percaya dan tinggal di dalam Dia.

Renungan ini mengajak kita menengok ke dalam hati:
Apa yang selama ini paling kita kejar?
Apakah semua itu benar-benar mengenyangkan jiwa kita?
Ataukah kita masih menyimpan rasa hampa yang tak terucap?

Yesus mengetahui kelaparan terdalam manusia—bukan lapar roti, melainkan lapar makna, kasih, dan kehidupan sejati. Ia menawarkan diri-Nya sebagai Roti Kehidupan. Pertanyaannya kini ada pada kita: maukah kita datang kepada-Nya, percaya, dan hidup di dalam Dia?

Doa
Tuhan Yesus, sering kali kami mencari kepuasan di banyak hal, namun tetap merasa kosong. Hari ini kami datang kepada-Mu, Sang Roti Kehidupan. Penuhilah hati kami dengan hadirat-Mu. Ajarlah kami untuk tidak hanya mencari berkat, tetapi hidup bergantung sepenuhnya kepada-Mu. Jadilah sumber hidup kami, hari ini dan selamanya. Amin.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.