Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: kesaksian hidup
Tampilkan postingan dengan label kesaksian hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesaksian hidup. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Perjumpaan yang Mengubahkan"

Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir sebagai tanda pekerjaan Allah dalam Yohanes 9
Perjumpaan yang Mengubahkan
Sering kali, tanpa kita sadari, kita mudah mengaitkan penderitaan dengan dosa. Seperti para murid Yesus yang bertanya tentang kebutaan seseorang sejak lahir: siapa yang berdosa—orang itu atau orang tuanya? Pertanyaan itu terdengar logis, tetapi sesungguhnya menyimpan cara pandang yang sempit tentang karya Allah.

Yesus menjawab dengan cara yang mengubahkan sudut pandang. Ia menegaskan bahwa kebutaan itu bukan akibat dosa siapa pun, melainkan kesempatan agar pekerjaan Allah dinyatakan. Melalui perjumpaan itu, Yesus bukan hanya membuka mata seorang yang buta, tetapi juga membuka pemahaman para murid tentang kasih dan kedaulatan Allah.

Mukjizat itu menjadi perbincangan banyak orang dan akhirnya sampai ke telinga orang-orang Farisi. Ironisnya, mereka yang menganggap diri paling mengenal hukum Allah justru menutup hati mereka. Mereka lebih sibuk memperdebatkan hari Sabat daripada bersukacita atas kehidupan yang dipulihkan. Mereka mencari kesalahan Yesus, bukan kebenaran Allah. Dan semakin mereka menolak, semakin mereka menjadi buta—bukan secara fisik, melainkan secara rohani.

Di satu sisi, perjumpaan Yesus dengan orang buta membawa kesembuhan, pemulihan, dan kemerdekaan. Di sisi lain, perjumpaan yang sama justru membuat orang Farisi semakin tenggelam dalam kegelapan hati. Kisah ini mengajak kita bertanya dengan jujur:
Dalam setiap perjumpaan dengan Yesus, kita sedang dibukakan mata atau justru menutup diri?

Perjumpaan pribadi dengan Yesus adalah anugerah yang mengubahkan hidup. Saat kita bertemu dengan Dia, kita dimampukan melihat kebenaran, mengenal Dia sebagai Juru Selamat, dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. Inilah mukjizat terbesar—bukan hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi melihat dengan iman. Allah memerdekakan kita dari dosa dan menuntun kita pada keselamatan kekal.

Namun firman ini juga menegur kita. Kita bukan dipanggil untuk menghakimi, apalagi menentukan dosa orang lain. Itu adalah bagian Allah. Panggilan kita adalah menyatakan pekerjaan Allah melalui sikap, perkataan, dan hidup yang memuliakan Dia.

Percayalah, perjumpaan kita dengan Yesus bukan kebetulan. Ada rencana Allah yang indah di dalamnya. Ada pekerjaan-Nya yang ingin dinyatakan melalui hidup kita, agar hidup kita menjadi kesaksian yang membawa terang dan keselamatan bagi sesama.

Doa

Tuhan Yesus,
Terima kasih karena Engkau menjumpai kami dengan kasih yang mengubahkan. Bukalah mata hati kami agar kami melihat kebenaran-Mu dengan jelas. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan hati yang tertutup. Mampukan kami untuk menyatakan pekerjaan Allah melalui hidup kami, sehingga orang lain dapat melihat terang-Mu. Pakailah hidup kami sebagai kesaksian yang memuliakan nama-Mu.
Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.