Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: anugerah Allah
Tampilkan postingan dengan label anugerah Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anugerah Allah. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Anugerah Allah dalam Hukuman"

Ilustrasi Musa di Gunung Nebo melihat Tanah Perjanjian sebagai tanda anugerah Allah dalam hukuman
Anugerah Allah dalam Hukuman
Mengikuti Tuhan bukanlah perjalanan yang mudah. Dalam ketaatan, kita sering kali tersandung oleh kelemahan dan kegagalan. Namun, penghiburan besar bagi kita adalah ini: Allah tetap menyatakan anugerah-Nya, bahkan di tengah hukuman.

Bangsa Israel akan segera menyeberangi Sungai Yordan di bawah kepemimpinan Yosua. Sementara itu, Musa menerima perintah yang sangat berat. Tuhan menyuruhnya naik ke Gunung Nebo. Dari sana, Musa diizinkan memandang Tanah Kanaan—negeri yang Tuhan sendiri berikan kepada umat-Nya. Namun, Musa tidak diperkenankan masuk ke sana.

Hukuman ini diberikan karena ketidaksetiaan Musa dan Harun di peristiwa air Meriba. Mereka tidak menghormati kekudusan Tuhan di hadapan umat. Kesalahan itu berakibat besar. Musa, pemimpin besar yang setia memimpin Israel puluhan tahun, harus menerima kenyataan pahit: melihat, tetapi tidak menikmati.

Tentu ini sangat menyedihkan. Musa sangat rindu masuk ke Tanah Perjanjian. Ia bahkan pernah memohon kepada Tuhan, tetapi permohonannya tidak dikabulkan. Hukuman Tuhan sungguh nyata dan berat.

Namun, di balik hukuman itu, kita melihat anugerah Allah yang lembut. Tuhan tidak langsung mengakhiri hidup Musa tanpa penghiburan. Ia mengizinkan Musa memandang tanah itu dari kejauhan. Musa boleh melihat janji Tuhan dengan matanya sendiri. Bahkan, jauh di masa depan—dalam peristiwa transfigurasi Yesus—Musa akhirnya berdiri di tanah itu bersama Elia, di hadapan Kristus.

Firman ini mengajarkan kita bahwa hukuman Tuhan tidak pernah lepas dari kasih-Nya. Tuhan mendidik, bukan membinasakan. Ketika Tuhan menegur dan menghukum, Ia tetap menyertakan anugerah agar kita tidak kehilangan pengharapan.

Mungkin hari ini kita sedang menanggung konsekuensi dari kesalahan sendiri. Mungkin hukuman Tuhan terasa berat dan menyakitkan. Namun, jangan lupa: di dalam hukuman-Nya, Tuhan tetap menyimpan anugerah. Ia masih bekerja, memelihara, dan memberi pengharapan.

Respons Pribadi

Renungkan situasi hidup Anda saat ini. Apakah Anda sedang merasakan disiplin Tuhan? Mintalah hati yang lembut untuk melihat anugerah-Nya yang tetap bekerja, bahkan di tengah teguran-Nya.

Doa

Tuhan yang penuh kasih, aku mengakui bahwa sering kali aku gagal dan tidak setia. Terima kasih karena Engkau tidak pernah berhenti mengasihiku. Tolong aku melihat anugerah-Mu, bahkan ketika aku sedang ditegur dan dididik oleh-Mu. Aku tetap berharap kepada-Mu. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.