Renungan Harian "Allah yang Melukai dan Menyembuhkan" ~ Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian "Allah yang Melukai dan Menyembuhkan"

Ilustrasi Allah yang melukai dan menyembuhkan umat-Nya berdasarkan Ulangan 32:26–43
Allah yang Melukai dan Menyembuhkan
Bagian lanjutan dari nyanyian Musa ini kembali mengingatkan kita bahwa hukuman Allah atas ketidaksetiaan umat bukanlah tindakan tanpa tujuan. Allah memang menghukum, tetapi Ia tidak membinasakan umat-Nya sepenuhnya. Ia bertindak dengan penuh kedaulatan dan kasih.

Allah menyatakan bahwa Ia tidak menghabiskan umat Israel, bukan karena mereka layak, melainkan supaya musuh tidak menyombongkan diri dan mengira bahwa kekuatan merekalah yang menang. Tuhan ingin semua orang tahu bahwa Dialah yang berkuasa atas sejarah, kemenangan, dan kekalahan.

Tuhan juga menyingkapkan kebodohan umat-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa kekalahan yang mereka alami terjadi karena mereka meninggalkan Gunung Batu keselamatan mereka. Tuhan sendiri yang menyerahkan mereka ke dalam tangan musuh sebagai bentuk didikan dan teguran.

Namun, nyanyian ini tidak berhenti pada penghukuman. Ketika umat berada dalam keadaan tidak berdaya, Tuhan bangkit untuk membela dan mengasihani mereka. Ia adalah Allah yang adil sekaligus penuh belas kasihan. Puncaknya, Tuhan menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada Allah lain selain Dia. Dialah yang mematikan dan menghidupkan, yang melukai dan yang menyembuhkan. Tidak ada satu kuasa pun yang dapat melepaskan dari tangan-Nya.

Firman ini menolong kita memahami penderitaan dalam terang iman. Tidak semua penderitaan berarti hukuman, tetapi tidak ada penderitaan yang berada di luar kendali Tuhan. Baik sebagai akibat dari ketidaktaatan, maupun sebagai proses pembentukan, Tuhan tetap bekerja untuk kebaikan umat-Nya.

Ketika kesulitan datang, respons terbaik bukanlah menjauh, melainkan mendekat kepada Tuhan. Di hadapan-Nya, kita belajar untuk bertobat, disembuhkan, dan dibentuk menjadi serupa dengan Kristus. Disiplin Tuhan adalah tanda kasih-Nya sebagai Bapa.

Karena itu, jangan kehilangan pengharapan. Allah yang mengizinkan luka terjadi adalah Allah yang sama yang sanggup memulihkan. Di tangan-Nya ada kehidupan, pemulihan, dan masa depan yang penuh pengharapan.

Respons Pribadi
Renungkan pergumulan yang sedang Anda alami. Apakah Anda sedang ditegur atau dibentuk oleh Tuhan? Datanglah kepada-Nya dengan hati yang terbuka dan percaya bahwa Ia sedang bekerja untuk kebaikan Anda.

Doa
Tuhan yang berdaulat, aku percaya bahwa hidupku ada di dalam tangan-Mu. Ketika aku terluka dan mengalami kesesakan, ajarku untuk tetap berharap kepada-Mu. Pulihkan aku dan bentuk aku sesuai kehendak-Mu. Amin.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.