Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: taat firman Tuhan
Tampilkan postingan dengan label taat firman Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taat firman Tuhan. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu)"

 

Yosua setia membacakan Taurat sebagai tanda integritas dan ketaatan

Bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Yosua 8:30–35

Dalam masa sulit, kita mudah mengucapkan janji. “Kalau Tuhan menolongku keluar dari masalah ini, aku akan lebih setia.” “Kalau usahaku berhasil, aku akan lebih banyak melayani.” Namun ketika keadaan sudah membaik, janji itu perlahan menghilang dari ingatan.

Yosua tidak seperti itu.

Setelah kemenangan atas Ai, Yosua melakukan sesuatu yang mungkin dianggap tidak mendesak secara militer: ia membangun mezbah bagi Tuhan dan membacakan seluruh hukum Taurat di hadapan umat. Ia melakukan apa yang dahulu diperintahkan Musa. Padahal Musa sudah tiada. Tidak ada lagi yang “mengawasi”. Namun Yosua tetap setia.

Ia tidak melupakan pesan yang pernah diterimanya. Ia tidak memilih jalan praktis. Ia tidak menjadi pemimpin yang hanya pandai berjanji, tetapi lalai menepati.

Sikap Yosua mencerminkan karakter Tuhan sendiri—Allah yang tidak pernah memberi harapan palsu. Apa yang Ia janjikan, Ia genapi. Kesetiaan Tuhan menjadi dasar bagi kesetiaan umat-Nya.

Menariknya, Yosua tidak hanya setia secara pribadi. Ia memastikan seluruh umat mendengar firman Tuhan—tua, muda, laki-laki, perempuan, bahkan orang asing di tengah mereka. Ia tahu bahwa keberhasilan bangsa itu tidak bergantung pada kekuatan militer, tetapi pada ketaatan kepada firman.

Renungan ini mengajak kita bertanya:
Apakah kita mudah berjanji kepada Tuhan dan sesama, tetapi lambat menepatinya?

Kesetiaan bukan soal dilihat atau tidak. Kesetiaan adalah soal integritas di hadapan Tuhan. Janji yang kita ucapkan seharusnya selaras dengan firman-Nya, dan ketika kita mengucapkannya, kita bertanggung jawab untuk menepatinya.

Hari ini mari kita belajar dari Yosua. Jangan menjadi pemberi harapan palsu—baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Biarlah hidup kita mencerminkan kesetiaan Allah yang lebih dahulu setia kepada kita.

Doa

Tuhan, ampunilah aku jika aku pernah lalai menepati janji. Ajarku memiliki hati yang setia dan berintegritas. Tolong aku hidup dalam terang firman-Mu dan setia melakukan apa yang telah kujanjikan sesuai kehendak-Mu. Amin

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.