Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

PENGAKUAN KEPADA ALLAH

2 Samuel 19:27 (TB)  Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik.

Jika kita amati cerita  dalam nas ini. Dimana bangsa israel mengalami kemenangan dan kembali kepada absalom. Namun ada beberapa orang yang tertipu dengan pemimpin absalom. Sehingga penyesalan dan pengampunan sebagai jalan keluar untuk kembali kepada Rajanya. Ayat  27. Pengampunan adalah hak Allah kepada manusia yang pernah melanggar ketetapan serta perintah Raja. 
Dari hal ini dapat kita merenungkan bahwa ketika kita melakukan  kesalahan  dan melanggar perintah Allah. Tidak ada jalan yang terbaik selain mengakui kesalahan dan mohon ampun kepada Tuhan. 
Pada masa saya Sekolah dasar kelas 3  pernah di suruh menulis 100 kali kalimat dalam sebuah kertas buku tulis dua lembar. kata dengan kalimat" saya tidak akan mengulangi perbuatan lagi"  Perasaan jengkel dan malas mulai terjadi dalam benak karena tangan terasa pegal dan capek. Inilah didikan yang membangun sikap dan karakter masa kecil. Untuk mengatahui kesalahannya. 
Sudah berapa kah kita mengakui kesalahan kita kepada Tuhan? AMIN.(YS )
TIDAK DAPAT DI SESALI JIKA KITA TIDAK PERNAH MENYESALI APA YANG KITA PERBUAT.
Share:

SEDIKIT YANG TERPILIH

Matius 22:1-14

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." (Matius 22:14)

            Melalui bacaan Alkitab kita hari ini, Yesus kembali memberikan perumpamaan kepada para Imam dan orang farisi, yaitu perumpamaan tentang perjamuan kawin ini. Perumpamaan ini memiliki banyak persamaan dengan perumpamaan sebelumnya, yaitu perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
            Perjamuan kawin memberikan gambaran tentang perjamuan Mesias, dimana undangan diberikan dua kali.  Orang-orang yang menerima undangan pertama mengabaikannya dengan alasan mereka sedang sibuk bekerja. Undangan kedua diberikan kepada orang-orang yang sebenarnya tidak layak menerimanya, tetapi justru orang-orang inilah yang meresponinya dan datang di perjamuan tersebut.
            Dari perumpamaan ini kita bisa belajar dua hal:
Yang pertama: Panggilan Allah membutuhkan tanggapan manusia
Injil Yesus Kristus adalah undangan dari surga kepada manusia. Pertama kepada orang-orang Yahudi dan kemudian kepada bangsa-bangsa lain. Undangan ini membutuhkan tanggapan manusia dan ada batas waktunya. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia (Roma  1:16). Orang yang menolak Injil berarti menolak untuk menerima anugerah keselamatan dari Allah, maka mereka akan menerima murka Allah.

Yang kedua: Panggilan Allah merupakan kasih karunia kepada manusia
Para imam dan orang Farisi adalah orang Yahudi yang sebenarnya sudah menerima undangan tersebut tetapi mereka mengeraskan hati menolaknya. Maka undangan keselamatan tersebut akhirnya bergerak kepada bangsa-bangsa lain yang sebelumnya tidak masuk dalam perjanjian dengan Allah. Bagian ini sangat penting kita perhatikan: kita adalah bagian dari orang-orang yang sebenarnya tidak layak menerima undangan keselamatan tersebut tetapi karena kasih karunia-Nya kita dilayakkan untuk mendengar dan beriman kepada berita Injil, bisa percaya kepada Yesus Kristus.

            Oleh sebab  itu kita perlu terus-menerus mensyukuri hidup kita yang sudah dipanggil dan diselamatkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Wujud rasa syukur terbaik adalah dengan menanggalkan baju lama dan mengenakan baju baru yang telah disediakan Allah untuk merayakan perjamuan Mesias. Meninggalkan hidup lama yang berdosa dan memakai hidup yang baru dalam kebenaran dan kekudusan adalah bukti nyata kita menghormati Allah Yang Maha Kudus yang telah mengundang kita dalam pesta-Nya. 

kita perlu terus-menerus mensyukuri hidup kita yang sudah dipanggil dan diselamatkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus
Di sadur dari renungan Kirbat baru.
Share:

Sebab Firman itu Hidup



Ibrani 4:12. Sebab Firman itu hidup.

Hasil dari orang yang hidup dalam Firman Tuhan akan mengerti dan mampu memahami bahwa.
Setiap manusia akan mendapatkan semua balasan dari apa yang telah dia perbuat. Dan apa yang diperbuat itu semua adalah catatan kehidupannya. Ingat, semua orang pasti akan mati. Dan kematian merupakan awal yang baru untuk menuju kehidupan yang abadi dan kekal. Jadi, kehidupan merupakan waktumu sendiri, kehidupan itu usiamu sendiri, tergantung apa yang kamu isi didalamnya, karena itulah kehidupan yang sesungguhnya.

Sudahkan hidupmu sebagai alat kemuliaannya. Sebagai tabungan di kekekalan Nya.? (YS)

SEMUA YANG KITA LAKUKAN DAN JALANI DALAM KEHIDUPAN SEMUA ITU ADALAH KARENA FIRMANNYA
Share:

Sahabat Sejati


2 Samuel 15:13-37. (21)  Tetapi Itai menjawab raja: "Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada."

Kisah di atas merupakan kisah peperangan antara Daud dengan anaknya Absalom. Absalom berusaha untuk merebut kerajaan Daud dan berusaha untuk membunuh ayahnya beserta dengan prajurit serta angkatan perangnya yang handal. Inilah bukti bahwa orang yang tidak mengenal Allah dan dekat kepada Allah maka hidupnya di kuasai oleh kegelapan dan keserakahan jelas saja absalom tidak menghormati raja dan ayahnya sendiri. 
Daud adalah raja yang di urapi Allah. dan kemanapun Raja Daud. Pergi Allah menyertai dan menjaga bahkan melindunginya. Terbukti ketika Daud di serang dan mau di bunuh oleh absalom anaknya sendiri. Ada sahabat Daud yang tetap setia kepadanya yaitu Itai.adalah putra zeruya. Inilah kelegaan dan kedamaian serta kenyamanan Daud ada sahabat yang setia di kala sulit. 
Bagaimana dengan Kita. Amin.( YS)

SAHABAT YANG DEKAT ADALAH TAHU SAAT KONDISI SAHABATNYA. 

Met Pagi dan met menikmati kasih sayang Tuhan dan sahabat kita.
Share:

MENGUMPULKAN KREDIT


Baca: Filipi 3:7-14

Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. (Filipi 3:8b)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 1-2

Thanos adalah tokoh antagonis dalam film Avengers: Infinity War. Ambisinya ialah mengumpulkan semua batu-batuan sakti yang tersebar di beberapa tokoh di seluruh penjuru bumi. Karuan saja penonton dibikin cemas tatkala ia berhasil mengumpulkannya satu demi satu guna melengkapi mata cincin di tangannya—tentu saja dengan cara menaklukkan pemiliknya. Karena, dengan bertambahnya batu-batuan terkumpul padanya, makin perkasalah ia!

Pada dasarnya, sebagai manusia berdosa, kita ingin mengandalkan kekuatan sendiri—dalam segala perkara. Termasuk perkara kerohanian. Itu sebabnya kita tak ingin tampak lemah. Caranya dengan mengumpulkan apa saja demi membangun istana kredensial kita. Mengumpulkan angka-angka kredit bagi tabungan jasa prestasi kita. Lalu menghitungnya sebagai modal kekuatan—seperti yang dilakukan Paulus dulu. Namun, sekarang semua itu ia anggap “sampah”—tak ada nilai kreditnya sama sekali (ay. 7-8). Mengapa? Sebab kebaikan Allah datang melalui Kristus, dicurahkan sebagai hujan anugerah. Dialami oleh siapa yang percaya dan mengandalkan Yesus dan karya penebusan-Nya—bukan dirinya sendiri (ay. 9-11).

Dalam hal kerohanian, yang paling berbahaya ialah kecongkakan rohani. Yaitu saat kita mulai mengumpulkan dan menghitung jumlah jasa, kesalehan, kesetiaan dan pelayanan kita sebagai kredit yang memberi keuntungan. Bahkan sebagai nilai lebih dibandingkan orang lain. Seolah-olah Tuhan begitu terpikat dibuatnya. Jika memang demikian, masih adakah dan perlukah Kristus dalam hidup kita? — PAD

ALLAH TIDAK PERNAH TERPESONA OLEH APA YANG KITA LAKUKAN, SEBAB APA YANG KRISTUS LAKUKAN BAGI KITA LEBIH DARI SEGALANYA
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.