Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

MENGERJAKAN PANGGILAN-MU


Kisah Pr. Rasul 1:6-9

“Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Pr. Rasul 1:8)
Ada anak-anak Tuhan yang kuliah bercerita bahwa mereka tidak tahu pekerjaan apa yang akan dikerjakan setelah lulus. Mereka sering kebingungan pada akhir studi dengan masalah tersebut. Mereka menanti-nantikan panggilan hidup yang spesifik dari Tuhan. Mereka sering dipenuhi ketakutan kalau-kalau pekerjaan yang mereka pilih ternyata salah dan tidak sesuai kehendak-Nya.

Ketika Tuhan Yesus akan terangkat ke surga, dengan jelas Dia menyatakan bahwa murid-murid-Nya akan menerima kua…
[07:33, 5/24/2020] Pak Yanes Gkkk Tepas: Gema suara Illahi
24 Mei 2020

MENGAMPUNI SEPERTI YESUS

Baca: Lukas 23:33-43

Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lalu mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)

Hari ini merupakan hari pengamlpunan bagi umat muslim hari yang fitri dan suci. Pertanyaannya apakah cukup di ampuni di hari ini saja?
Setiap bertemu orang yang tidak mau mengampuni, kata-kata mereka hampir sama. “Dia menyakitiku, aku akan membalasnya”, “Aku akan membuatnya menderita”, “Aku memang berkata memaafkanmu tapi sejak sekarang tidak mau berurusan denganmu,” kata mereka. Ini adalah pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Atau, kalau mereka mengaku mengenal Yesus, mereka menolak mengikuti teladan Yesus.

Tergantung di atas kayu salib adalah puncak penderitaan Yesus. Bukan hanya fisik-Nya yang sangat disakiti, tapi juga psikis-Nya. Yesus dipermalukan, ditelanjangi, diolok-olok. Di tengah kondisi sangat tidak enak inilah Yesus memohon kepada Bapa agar mereka diampuni, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Banyak orang, termasuk saya menolak mengampuni seseorang dengan alasan dia tahu apa yang dia perbuat, “dia bahkan sengaja berulangkali menyakitiku, jadi kok enak betul diampuni”. Betul sering kali kita jadi korban, tetapi Tuhan Yesus mau kita mengampuni seperti Dia. Bagaimana Yesus mengampuni kita? Dengan cuma-cuma dan sepenuh hati. Jangan membuat pengorbanan Yesus di atas kayu salib menjadi percuma karena kita tidak sudi mengampuni.

Dia mengampuni dosa-dosa masa lalu kita, Dia mengampuni dosa-dosa yang kita perbuat baru saja, Dia mengampuni hal-hal besar maupun kecil yang membuat orang lain susah. Kita adalah umat pilihan Tuhan, sehingga ampunilah orang-orang yang menyakiti kita. Tidak usah meminta syarat dia harus begini atau begitu lebih dulu baru kita mau mengampuninya. — RTG

JIKA INGIN MENGASIHI SEPERTI YESUS, MAKA KITA HARUS MENGAMPUNI SEPERTI YESUS
Share:

MENGERJAKAN PANGGILAN-MU


Kisah Pr. Rasul 1:6-9


“Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Pr. Rasul 1:8)
Ada anak-anak Tuhan yang kuliah bercerita bahwa mereka tidak tahu pekerjaan apa yang akan dikerjakan setelah lulus. Mereka sering kebingungan pada akhir studi dengan masalah tersebut. Mereka menanti-nantikan panggilan hidup yang spesifik dari Tuhan. Mereka sering dipenuhi ketakutan kalau-kalau pekerjaan yang mereka pilih ternyata salah dan tidak sesuai kehendak-Nya.

Ketika Tuhan Yesus akan terangkat ke surga, dengan jelas Dia menyatakan bahwa murid-murid-Nya akan menerima kuasa dari Roh Kudus dan akan menjadi saksi-Nya. Murid-murid dipanggil untuk menjadi saksi-Nya bahkan sampai ke ujung bumi. Secara lebih jelas menjadi saksi-Nya dapat berarti memberitakan Kristus dan memuridkan (Mat. 28:19). Panggilan itu tidak terbatas pada satu tempat saja, tetapi sampai di mana pun mereka berada panggilan itu tetap mengikuti untuk dikerjakan. Tuhan Yesus tidak hanya mengutus, tetapi Dia juga menyatakan bahwa mereka tidak akan berjalan sendiri karena ada Roh Kudus yang akan memampukan mereka dan memberi kuasa dalam mengerjakan panggilan tersebut.

Tuhan tidak ingin kita bingung dan takut memikirkan apa pekerjaan yang akan dipilih. Oleh pembaharuan budi (Rm. 12:2), kita dimampukan memilih apa yang baik, termasuk memilih pekerjaan berdasarkan minat dan potensi kita. Jadi apa pun pekerjaan kita dan di mana pun kita bekerja tidak menjadi masalah, asalkan kita mengerjakan panggilan Tuhan untuk terus menjadi saksi-Nya. Marilah kita tidak hanya terfokus pada pekerjaan kita, tetapi melakukan panggilan-Nya dalam pekerjaan kita. — ANT

APA PUN PEKERJAAN KITA, JADILAH SAKSI-NYA DAN NYATAKAN ANUGERAH-NYA
Share:

MEMBERI SEDEKAH


Matius 6:1-4.
“Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang…” (ay. 2)

            Hidup nyata dengan tindakan  diri adalah salah satu kebutuhan manusia. Ketika Allah merancang manusia, Ia telah melengkapi manusia dengan kemampuan berimajinasi dan daya cipta sehingga manusia menjadi makhluk yang kreatif dan produktif. Maka tidak heran manusia menjadi tertekan jika merasa tidak berguna dan tidak ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
            Tetapi hal nyata hari hari ini kita lihat  dimana BLT langsyng sembako,  bahkan zakat fitrah  menjadi sebuah kewajiban umat muslim.  jebakan bila kita tidak bijaksana dalam mewujudkannya. Perikop kita hari ini, Yesus memperingatkan agar kita bersikap yang benar dalam menjalankan aksi kemanusiaan  hal-hal benar. Perbuatan yang baik harus dilakukan dengan sikap yang benar.

            Pertama, Yesus mengingatkan: “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka.” Secara alami manusia senang kalau dihargai dan diakui sebagai orang baik. Namun kalau tidak bijaksana akan membuat motivasi ibadah kita menyimpang. Kita berdoa, beribadah, memuji dan menyembah Tuhan, melayani di gereja dan melakukan kegiatan-kegiatan rohani lainnya bukan lagi bertujuan untuk memuliakan Tuhan, tetapi justru untuk mencari kemuliaan diri sendiri. Kita terjebak melakukan semuanya itu hanya sebagai pekerjaan sosial. Melalui hal-hal tersebut kita ingin mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitar kita – bukan lagi bertujuan untuk menyenangkan hati Tuhan. Jika demikian kita tidak akan beroleh upah dari Bapa di sorga.

            Kedua, Yesus memberikan contoh dari kewajiban agama yang sering mencuri kemuliaan Allah, yaitu: memberi sedekah. Pada hakekatnya manusia itu ingin melakukan kebaikan, tetapi karena dosa manusia cenderung berpusat pada diri sendiri. Manusia hidup dalam keakuannya. Maka ketika memberi sedekah pun hatinya cenderung tidak murni. Sedekahnya dipakai untuk mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang lain.

            Untuk itu Yesus mengajar kita untuk belajar memberi sedekah dengan hati yang murni, tanpa berusaha memamerkannya kepada orang lain dan mencari pujian/penghargaan. Segala kebaikan yang kita lakukan karena kita tahu, bahwa hal itu merupakan rencana Tuhan bagi hidup kita yang akan mengembangkan karakter kita sebagai anak-anak Allah. Kemurnian yang seperti inilah yang akan mendatangkan upah dari Bapa di sorga. (HTB)

Yesus mengajar kita untuk belajar memberi sedekah dengan hati yang murni, tanpa berusaha memamerkannya kepada orang lain

Doa. Tuhan ajari kami hidup dengan bijaksana tatkala melakukan sosial dengan apa yang ku bisa agar tidak terjebak dalam kesombongan kami. Dalam nama Yesus .amin
Share:

TIDAK MENDAPATKAN APA-APA

Markus 6:1-6

“Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” (ayat 3)

            Yesus selalu rindu melakukan sesuatu bagi kita, tapi sering terhalang oleh sesuatu yang ada dalam diri kita. Hal itulah yang terjadi dalam peristiwa ketika Yesus datang ke daerah asalnya, Kedatangan-Nya tidak menghasilkan apa-apa bagi masyarakat di situ bukan karena Yesus tidak mau melakukan perkara besar buat mereka tetapi karena sikap dari orang-orang yang ada di sana. Apakah itu?
Meremehkan Yesus dan firman-Nya        
Orang-orang Nazaret tidak percaya atas ke-Tuhanan Yesus Kristus, hanya karena mereka mengenal dan mengetahui keberadaan keluarga-Nya, sehingga mereka meremehkan dan merendahkan Yesus (ayat 3a). Padahal khotbah yang disampaikan Yesus sangat luar biasa dan mereka mengakuinya (ayat 2). Sikap ini menghalangi mujizat-Nya terjadi (ayat 5).
Sikap yang demikian seringkali membuat kita tidak mendapatkan apa-apa dari firmanTuhan yang kita dengar, karena meremehkan orang yang berdiri di atas mimbar misalnya. Padahal firman Tuhan itu teramat sangat kita butuhkan. Jadi penghambatnya adalah hati kita sendiri yang sombong.
Kecewa dan menolak firman Tuhan
Walaupun firmanTuhan yang mereka dengar adalah sesuatu yang menyentuh hati mereka, tetapi karena melihat pribadi yang menyampaikan firmanTuhan itu tidak seperti yang mereka pikirkan membuat mereka menjadi kecewa (ayat 3b). Dan kekecewaan ini mendorong mereka untuk menolak apa yang sebenarnya mereka akui.
Memang tidak selamanya firmanTuhan yang kita dengarakan sesuai dengan yang kita pikirkan. Kalau kita memiliki kerinduan akan firman Tuhan, apapun yang kita dengarj angan pernah menolak-Nya, sehingga kita mendapatkan lawatan Allah lewat firman-Nya.
Ketidak percayaan kepada firman Tuhan
Orang-orang di tempat asal Yesus tidak beroleh apa-apa walau mendengar pengajaranYesus dan takjub karena mereka tidak percaya kepada apa yang mereka lihat (ayat 6a). Kalau kepada apa yang mereka lihat saja mereka tidak percaya, apalagi kepada apa yang mereka tidak lihat!
Hal ini terjadi karena kesombongan mereka. Kesombongan akan membuat orang tidak percaya kepada apa yang Allah akan kerjakan dalam hidupnya. Ketidakpercayaan adalah alasan yang paling mendasar atas kuasa Allah yang tidak berkerja dalam hidup kita. (MS)
           
Ketidakpercayaan adalah alasan yang paling mendasar atas kuasa Allah yang tidak berkerja dalam hidup kita

Doa. Berikan kami hati yang hancur ya Tuhan supaya kami boleh hidup baru  dengan kasihmu dengan selalu hidup tidak sombong dan mengecewakan Tuhan.
Share:

PELIPATGANDAAN BERKAT


Markus 8:1-10.

"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. (ayat 2)

            Pelayanan Yesus yang sangat luar biasa dan berbagai mujizat yang dilakukan membuat banyak orang selalu mengerumuninya kemanapun Dia pergi. Peristiwa mujizat pelipatgandaan roti dan ikan ini agak mirip dengan peristiwa ketika Yesus memberi makan kepada lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Bagaimana pelipatgandaan berkat itu terjadi?

Yang pertama: da belas kasihan Allah
            Melihat orang-orang yang begitu setia mengikuti-Nya selama tiga hari dan tidak memiliki makanan, padahal mereka sudah lelah dan lapar, hati Yesus tergerak dengan belas kasihan untuk memberikan mereka makanan. Tapi anehnya para murid tidak menanggapinya dengan baik. spertinya mereka lupa dengan peristiwa sebelumnya dimana Yesus bisa melipatgandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang.
            Belas kasihan di hati kita kepada seseorang yang membutuhkan adalah hatinya Tuhan. Bertindak dalam iman dengan mengingat perbuatan Tuhan yang telah kita alami adalah tindakan yang mempermuliakan Tuhan.

Yang ke dus: Bersyukur dengan yang ada
            Yesus tidak mau para murid hanya fokus pada ketidakmampuannya atau keterbatasannya. Yesus langsung tanya, “Berapa roti ada padamu?” mereka menjawab ada tuju dan beberapa ikan. Yesus mengambilnya, bersyukur dan memberkati. Setelah memecah-mecahkannya menjadi kecil-kecil lalu memberikannya kepada para murid.
            Pelipatgandaan berkat akan terjadi kalau kita mau menyerahkan apa yang kita miliki kepada Tuhan dan bersyukur atas hal itu. Banyak orang tidak bisa menjadi berkat karena hanya mengeluh dengan yang ada pada dirinya, iri dengan yang dimiliki orang lain dan merasa tidak punya apa-apa.
Ada orang yang mau dipakai-Nya
            Setelah memberkati roti dan ikan, dan membaginya dengan potongan-potongan yang kecil , Yesus kemudian memberikannya kepada para murid dan menyuruh mereka membagi-baginya kepada banyak orang. Sesuatu yang tidak masuk akal, beresiko ditertawakan orang, hal ini bisa menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi ketika para murid taat melakukan apa yang diperintahkan Yesus maka mujizat mulai terjadi.
            Tuhan memanggil kita menjadi fasilitator pelipatgandaan seperti ini. Belas kasihan, bersyukur dan taat adalah prosesnya. (HTB)
Tuhan memanggil kita menjadi fasilitator pelipatgandaan seperti ini. Belas kasihan, bersyukur dan taat adalah prosesnya

Doa. Aku berdoa kepadamu Ya Tuhan atas kasimu untuk  melalui hari kami, dimana kami kau ajari hidup dengan berkatmu.melalui kasih Mu. serta bersyukur  Sehingga bisa menjadi berkat buat orang lain.amin
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.