Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Hidupku Terjamin

1 Tesalonika 1:3 (TB)  Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

Segala yang kita lakukan di dunia ini, sebenarnya sesuatu yang indah dan berguna. Untuk menjadi berguna serta indah maka apa yang di lakukan tidak hanya sekedar melakukan melainkan dengan penuh percaya diri dan komitmen yang tepat. 
Demikian juga dengan kehidupan rohani kita. Tidak bisa berjalan sendiri melainkan ada usaha dan komitmen untuk menjalaninya. Komitmen apa itu? 
Pertama: pekerjaan iman. Tidak ada iman yang berjalan sendiri tanpa didorong oleh pekerjaan yang pasti. Karena iman itu muncul saat kita memiliki tindakan nyata bahwa iman itu tidak hanya di pikirkan tapi di kerjakan dengan Sungguh. Sudahkah mengerjakan pekerjaan iman dalam setiap hidupmu. 
Kedua: usaha kasihmu. Untuk mendapatkan keinginan tentu butuh usaha. Seorang gadis pingin mendapat pasangan dia  berusaha dengan kasihnua, atau sebaliknya cowoknya dengan sungguh berusaha untuk mr dapatkannya. Kasih harus diusahakan supaya baik dan mengenal kasihnya. 
Ketiga : ketekunan pengharapan. Tekun dalam pengharapan adalah akhir dari kehidupan yang terjamin. Dengan ketekunan pengharapan maka apa yang ada di depan kita akan selalu terbuka. Sebab pengharapan merupakan cita cita hidup yang berarti. Dan hidup yang dapat di raih. Bukankah hidup kita yang kita jalani ini merupakan hasil dari pengharapan kita di hari hari hidup kita. 

Biarlah hidup yang terjamin itu ada pada kita karena kita hidup dalam standar dan aturan Tuhan. Bukan standar dan aturan kita. Amin.
Share:

Peperangan Hidup yang meraih kemenangan

Ulangan 20:4 (TB)  sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.

Kehidupan kita ibarat peperangan yang belum selesai. Siapa yang gigih dan kuat akan mengalami kemenangan. 
Mari koreksi diri kita apakah kita sudah benar benar mengenal Allah yang ada dalam hidup kita. Orang yang mengenal Allah maka Allah akan memberikan  kekuatan untuk melawan peperangan serta pergumulan kita. 
Yang pertama. Allah yang mendahului kita. Allah ikut merasakan dan berperang memberikan strategi dan taktik untuk dapat mengenai musuh kita. Tuhan yang duluan menanggung semua pergumulanmu. Jika peluru itu kena maka Allahlah yang berkorban lebih dulu bahkan menyertainya. Jangan pernah putus asa saat mengalami peperangan dan pergumulan yang ada. 
Kedua. Melawan musuh. Saat hidup kita  di dalam peperangan sebenarnya bukan kita saja yang harus bertempur untuk berperang melainkan Allah juga ambil bagian, untuk itu percayalah kepada Allah. 
Ketiga :memberi kemenangan. Hasil akhir dari setiap peperangan dan pergumulan adalah kemenangan dan kebahagiaan. Saat hidup di landa  masalah sudah selayaknya kita menjadi semangat dalam keberanian hidup yang semangat, dan selalu berserah kepada Tuhan yang sudah menyediakan berkat Rohani dengan kemenangan demi kenebangan. 
Hiduplah dalam peperangan yakin dan percayalah hidup adalah anugerah yang Allah berikan. Amin.
Share:

Yang Tuhan Mau

Roma 12:12 (TB)  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Saat masalah datang bertubi tubi. Apa yang kita mau itu berbeda dengan apa yang Tuhan mau. Kita maunya cepat berlalu gak perlu lama lama. Tapi Tuhan membawa kepada suatu keadaan yang jauh berbeda dari apa yang kita harapkan. Proses untuk menuju apa yang di inginkan Tuhan inilah yang harus ada dalam hati dan pikiran kita. Tuhan mau apa yang kita harus kerjakan 
Ada 3 hal yang Tuhan mau. Pertama. Bersukacitalah dalam pengharapan. 
Kedua. Sabarlah dalam kesesakan. Yang ketiga : bertekunlah dalam doa. 
Paulus hendak mengaitkannya dengan dasar menaruh tempat kepercayaan yang benar. Kehidupan orang percaya bersukacita bukan hanya di dalam hal-hal yang baik saja, namun hingga dalam penderitaan sekalipun. Belajar dari realitas kehidupan diatas maka penulis ingin mengetengahkan tentang bagaimana hidup bersukacita dalam pengharapan dan bertekun dalam doa untuk menghasilkan jemaat yang handal dan kuat dalam mencapai kedewasaan iman dalam jemaat. Dari pengalaman dan penelitian penulis sebagai pelayan diperlukan jemaat yang disiplin, cakap, memiliki semangat juang yang tinggi, tekun, sabar, dan bertahan sampai kepada kesudahan jaman. Kedewasaan iman jemaat adalah sesuatu yang urgent hari-hari ini maka diperlukan mempersiapkan jemaat Tuhan yang teguh hal inilah yang akan diterapkan dalam jemaat yang dipercayakan semuanya ini diperlakukan dan dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.
Sudahkah kita menghadapi hidup ini tetap ada pada yang kumau apa yang Tuhan mau. Amin


Jangan kendor dan longgar tetap 5 M kita laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Pengharapanku

Ibrani 10:23 (TB)  Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.


Pengharapan itu akan bisa bertahan kuat jika disertai dengan setia. 

Tidak ada kesuksesan yang dapat berjalan tanpa setia. Setia itu terus menerus di lakukan walaupun belum tahu hasilnya. Rajin pegang janji Tuhan. 

Pedagang punya harapan hari ini laris. Tapi tidak setia bangun pagi menyerahkan ke Tuhan. dan tidak pernah mau mengisi dagangannya yang tidak ada.. Atau menghitung hitung apa yang tidak ada. Tidak mau senyum dengan pelanggan. Maka harapannya akan berhenti. dikala itu. Saat saya belajar menjadi petani. Apa yg saya harapkan tidak sesuai. Karena malas mencangkul tanah dan membuang rumput yang ada sehingga hasilnya tidak maksimal. Malas untuk menjenguk setiap saat. Hasilnya jauh dari harapan.

Dari perenungan ini kita di ajak belajar dua hal. 

Yang pertama;  pengharapan dunia dan manusia adalah pengharapan sesaat saja. Pengharapan yang sementara. Namun pengharapan di dalam Yesus adalah kekal. Karena janjinya tidak pernah terlambat selalu tepat memberi proses kepada kita yang berharap kepadanya. Kedua: apapun yang Anda harapkan di dalam setiap kondisi dan waktu semua akan berjalan dengan hasil yang baik jika di lakukan dengan setia. Karena setia di sini adalah karakter kristus yang di berikan kepadamu. Apapun situasi dan kondisimu hari ini, jangan abaikan kristus setia lah kepadanya. 

Mari lakukanlah pengharapan itu bersama dengan setia. Amin


Jangan kendor dan longgar tetap 5 M kita laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin

Share:

Siapa yang Kuandalkan?

Mazmur 121 

Masih ingatkah syair lagu yang mengatakan. Satu-satunya yang kuandalkan. Syair itu mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap hidup kita. Seperti yang tertulis di dalam nyanyian ziarah Mazmur. 

Mazmur 121 ini merupakan salah satu nyanyian ziarah yang dinyanyikan oleh umat Tuhan dalam perjalanan mendaki gunung Sion selama pesta-pesta besar di Bait Suci. Sampai hari ini pun mazmur ini masih dipakai dalam mengawali sebuah perjalanan.


Di sini terlihat jelas pemazmur sangat mengerti bahwa tidak ada yang bisa diandalkannya selain Tuhan. Pemazmur melayangkan matanya ke gunung-gunung untuk mendapatkan sumber pertolongan, namun tidak ada pertolongan di situ. Pada waktu itu, gunung mempunyai peran yang sangat penting sebagai tempat berlindung dari serangan musuh. Selain itu, bagi bangsa Israel gunung Sion adalah tempat Tuhan bertakhta. Bangsa-bangsa lainnya pada zaman itu juga selalu melihat gunung sebagai tempat allah mereka bertakhta.


Pemazmur memakai kata "gunung-gunung" sebagai gambaran bahwa dia sedang mencari alternatif pilihan untuk menemukan sumber pertolongan yang lain (1). Namun, dia mendapati bahwa tidak ada yang seperti Tuhan. Pemazmur melihat betapa hebatnya Tuhan. Dia dapat diandalkan dalam segala hal, Dia tidak pernah terlelap (3-4). Dia senantiasa menjaga dan memelihara, serta menjamin seluruh perjalanan hidup pemazmur (5-7).

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.