Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

LEBIH DARI PEMENANG

Roma 8:31-39 

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Roma 8:37)

                Salah satu pernyataan Alkitab tentang siapa kita di dalam Kristus adalah: lebih dari pemenang. Kita bukanlah pemenang, tetapi lebih dari pemenang. Seorang pemenang adalah seseorang yang mengalami kemenangan karena usaha atau perjuangannya sendiri. Tetapi seorang yang lebih dari pemenang adalah seseorang yang menikmati kemenangan karena ada orang lain yang telah berjuang untuknya.
                Ada beberapa hal yang membuat kita beroleh kasih karunia untuk menjalani kehidupan lebih dari pemenang, yaitu:
Pertama. Karena Allah di pihak kita (ayat 31)
Semua musuh kehidupan kita, apapun bentuknya tidak ada yang sanggup melawan atau mengalahkan kita. Bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, tetapi karena Allah ada di pihak kita. Kita tidak pernah bertempur sendirian, Dia bersama kita dan ikut bertempur di depan kita.
Kedua :Karena Allah tidak menyayangkan Anak-Nya bagi kita (ayat 32).
Demi kita (yang berdosa) Allah rela menyerahkan Anak-Nya untuk berjuang sampai berdarah-darah bahkan sampai mati di kayu salib agar kita bisa mengalami kebebasan dari penindasan kuasa dosa dan maut. Kebangkitan Yesus adalah sebuah kemenangan yang gilang-gemilang atas kuasa maut. Hasil dan kuasa kemenangan tersebut kemudian dianugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Ketiga Karena Allah kasih-Nya kekal kepada kita (ayat 39)
Kasih Allah yang sempurna tersebut tidak pernah berubah bagi kita. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, apapun tantangan, perlawanan dan tekanan yang menimpa kita, tidak akan bisa memisahkan kasih Allah kepada kita. Dia tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kita apapun yang terjadi.
Kalau Allah ikut berperang di pihak kita, rela mengorbankan apapun demi kita dan tetap mengasihi kita apapun yang terjadi, bukankah ini sebuah kepastian kemenangan dalam hidup kita. Kemenangan yang tidak bergantung kekuatan dan kepandaian kita sendiri, tetapi bergantung kepada Dia yang mengasihi kita. Inilah kehidupan yang seharusnya diyakini, dijalani dan dialami setiap orang yang di dalam Yesus Kristus. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menjalani hidup dengan ketakutan dan rasa malu, karena kita ini lebih dari pemenang. Tidak ada alasan bagi kita untuk menjalani hidup dengan ketakutan dan rasa malu, karena kita ini lebih dari pemenang. 
Untuk dapat menikmati kemenangan dalam hidup kita ketiga hal tadi harus menjadi hidup di dalam kita. Amin
Share:

Tindakan

1Korintus 13:13

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13 i_TB)
 
Kita pengikut Kristus yang telah memercayakan diri kepada Tuhan Yesus sekali untuk selamanya, telah dikaruniakan Roh Kudus yang tinggal dalam kita dan mencurahkan kasih Allah dalam hati kita.
Kita bertumbuh dalam iman yang semakin teguh dan dalam pengharapan yang semakin pasti akan segala janji yang Tuhan nyatakan kepada kita. Semua janji yang kita percaya dan yang kita harapkan itu pasti menjadi kenyataan pada waktu Tuhan dengan cara Tuhan.
Namun hal yang paling besar ialah kasih Allah yang dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang memungkinkan kasih kita semakin bertumbuh kepada Allah dan kepada sesama manusia.
Kita semakin bertumbuh dalam kesabaran, kebaikan, kerendahan hati, penyangkalan diri, pengampunan, keadilan, kebenaran, ketabahan, dan bertambah kuat dalam menghadapi penderitaan yang disebabkan oleh Iblis dan dunia yang membenci kita.
Karena itu kita harus lebih sungguh-sungguh melakukan segala perintah Kristus dengan kuasa dan dengan dipimpin oleh Roh Kudus dan kita akan bertumbuh dalam kasih dan menjadi berkat bagi orang lain.
Pengingat ini perlu lebih kita perhatikan pada masa pandemi Covid-19 yang sedang kita alami saat ini dan masih akan berlanjut beberapa bulan ke depan.
Kita perlu mengikuti pimpinan Roh agar kita tetap dapat mengasihi Tuhan dan sesama dengan tindakan nyata meskipun ada pembatasan protokol kesehatan “jaga jarak-pakai masker-cuci tangan”.
Roh Kudus dapat memberikan kita inspirasi agar kita tetap menyatakan kasih kita kepada Tuhan dan kepada sesama manusia pada masa pandemi ini tanpa terikat dengan kebiasaan-kebiasaan kita sebelum masa pandemi.
Di mana ada Roh Kudus, di situ ada kemerdekaan.amin
.

 
Share:

LEBIH DARI PEMENANG

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang MENANG, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Ayat ini berkata “kita lebih dari orang-orang yang MENANG”. Tentang orang-orang yang MENANG kita mengerti, namun sekarang mengapa Alkitab berkata lebih dari orang-orang yang MENANG? Apakah yang dimaksud lebih dari orang-orang yang MENANG? Orang yang MENANG adalah orang yang menjalani pertandingan, dan kemudian dengan seluruh usahanya Ia mengalahkan musuhnya, dan akhirnya ia menjadi PEMENANG. Tanpa bertanding, seseorang tidak dapat memperoleh KEMENANGANNYA. Namun, tidak demikian di dalam Kristus. Kristus telah “bertanding” bagi kita di atas kayu salib, dan pada saat Ia bangkit dari maut, Ia memperoleh KEMENANGAN-Nya dan diberikan kepada kita. Sehingga kita, yang percaya kepada Yesus, memperoleh KEMENANGAN yang tidak kita raih sendiri, namun KEMENANGAN yang kita dapatkan melalui pengorbanan Kristus. Pada saat masalah datang, kita dapat berkata “Saya telah MEMENANGKAN masalah ini, melalui Yesus!” Itu yang membuat setiap orang percaya dapat melangkah dengan pasti menghadapi semua permasalahan dan pergumulan, karena kita tahu bahwa bersama YESUS kitalah PEMENANGNYA
Maukah kita jadi orang yang menang. Amin.
Share:

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

Yesaya 40:31)
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN ... mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
 
Menanti-nantikan Tuhan adalah sebuah upaya dan aktivitas kerohanian yang memerlukan beberapa kondisi, karena banyak orang yang gagal dalam "menanti-nantikan Tuhan." Bagaimana kita dapat menanti-nantikan Tuhan Allah yang Mahakuasa, sedangkan tubuh dan jiwa kita seringkali diliputi dengan kelemahan, kecemasan, kekuatiran, ketakutan bahkan keterbatasan dalam berbagai hal. Tidaklah mudah untuk memahami kemahakuasaan Allah.
 
Akibat wabah pandemi Covid-19, banyak orang yang menghadapi kenyataan bahwa bisnisnya bangkrut. Ada yang penghasilannya jauh berkurang, bahkan banyak karyawan perusahaan yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Akibatnya banyak orang, termasuk anak-anak Tuhan yang jiwanya letih lesu dan berbeban berat. Mereka seperti bangsa Israel yang tidak diperhatikan dan merasa tidak dibela oleh Allah. Allah pun bertanya kepada mereka. Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (Yesaya 40:27). Inilah saat di mana kita perlu untuk menanti-nantikan Tuhan.
Allah mau agar mereka datang kepada-Nya dan percaya kepada Allah Sang Pencipta dan pemelihara hidup ini. Ia yang tidak menjadi lelah ataupun lesu dan tak terduga pengertian-Nya. Menanti-nantikan Tuhan memerlukan bukan hanya kerinduan yang sungguh; tapi juga kesabaran dan ketekunan berdoa menantikan Roh Kudus bekerja; sampai kehadiran, jawaban dan jalan keluar dari Tuhan menjadi milik kita. Pusatkanlah iman kita kepada Tuhan yang Mahakuasa dan kenali rencana maupun kehendak-Nya bagi kita.
 
Nabi Yesaya memberi kepastian, mereka yang tekun menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru dalam jiwa dan roh mereka. Mereka akan terbang tinggi bagai burung rajawali, berlari tidak menjadi lesu dan berjalan tidak menjadi lelah. Betapa dahsyat akibat yang ditimbulkan olehnya. Sudahkah Anda berusaha untuk menanti-nantikan Tuhan? Mulailah sekarang dan alami kehebatan kuasa-Nya yang bekerja dalam diri Anda. (phm)
 
Doa: “Tuhan, aku mau menanti-nantikan Engkau dengan tekun dan setia. Kupegang janji-Mu bahwa Engkau besertaku dan akan memberikan kekuatan kepadaku. Amin.”
Share:

Kencan Dengan Tuhan

Bacaan: Amsal 21:13 “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.” Renungan: Melakukan sesuatu untuk menolong orang lemah bukanlah perkara mudah. Kesulitan itu sebenarnya tidak terletak pada kemampuan jasmani, apalagi untuk orang yang memunyai banyak harta benda. Kesulitan itu terletak pada motivasi untuk menolong, sebab menolong orang lemah, kecil kemungkinan untuk mendapatkan balas jasa darinya. Inilah yang membuat seseorang tergoda untuk terus mengabaikan orang lemah. Ingatlah, Allah yang empunya mereka adalah Allah yang sama yang mengizinkan kita memiliki harta benda. Jika kita tidak memerhatikan orang lemah, suatu ketika saat kita mengalami hal yang sama dengan mereka, maka Allah tidak akan menolong kita, seperti tertulis dalam Amsal 21:13: “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.” Oleh sebab itu, sekalipun motivasi kita bukan untuk mendapat upah dari Allah, memerhatikan orang lemah merupakan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah lebih dulu ditolong oleh Allah. Mari kita lihat di sekitar kita, siapa yang dapat kita tolong. Tuhan memberkati. Doa: Yesus, penuhilah aku dengan roh belas kasihMu, agar aku dapat tergerak untuk melakukan suatu tindakan untuk menolong mereka yang lemah dan menderita sebagaimana Engkau telah lebih dulu mengasihi dan menolong aku. Yesus, jadikanlah hatiku seperti hatiMu. Amin.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.