Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Segera bertindak jangan Diam

Selamat pagi bapak ibu jemaat gimana kabarnya hari ini. 

Keluaran 14:15-31

"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.'" (Keluaran 14:15)

Sekalipun Musa telah memperingatkan orang-orang Israel untuk tidak takut meski dikejar pasukan Firaun, dan ia tahu benar bahwa keselamatan dari Tuhan sudah disediakan, dan kemenangan ada di pihak mereka (baca Keluaran 14:13), tapi jika ia sendiri tak mau bertindak dan bergerak maju, maka kemenangan itu hanya akan menjadi sebuah wacana saja. Karena itu Tuhan berfirman kepadanya: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?" (ayat nas). Tuhan menghendaki Musa dan orang-orang Israel segera berangkat. Inilah yang disebut tindakan iman! "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Semula Musa lupa punya tongkat yang dapat membuat tanda-tanda mujizat, seperti kata Tuhan "Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat." (Keluaran 4:17). Barulah Musa menyadari kuasa Tuhan menyertainya. "Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering." (ayat 16).

Menghadapi masalah dan tantangan hidup berat kita sering kali takut. Kita kalah sebelum bertindak. Kita lupa Tuhan telah memperlengkapi kita dengan tongkat (kuasa) untuk mengalahkan musuh. Tuhan berkata, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu." (Lukas 10:19). Kita lupa menggunakan kuasa kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan dan mematahkan segala kutuk dosa, dan di dalam kita ada kuasa Roh Kudus yaitu Roh "...lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (1 Yohanes 4:4b). Ketika Musa bertindak dengan iman dan menggunakan "tongkat" itu, perkara besar pun terjadi.

"Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu." (Yohanes 14:12)

Jangan kendor tetap prokes dan jaga stamina Tubuh dan tetap sehat, Gbu.
Share:

Perbuatan Menghidupkan

"Kata Yesus kepadanya: 'Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.'" (Lukas 10:28)

Pertanyaan Tuhan dalam kehidupan berguna untuk mengetahui sejauh mana pemahaman umat-Nya tentang berbagai hal dalam kehidupan ini dan bagaimana memperoleh petunjuk Allah untuk seluruh proses kehidupan.
Jawaban yang benar berasal dari pemahaman yang benar tetapi sering terjadi bahwa semuanya hanya berakhir di pengetahuan. Hindari memahami persoalan dari sudut pandang yang salah sehingga hidup tidak dimatikan olehnya.

Tahu yang benar tetapi tidak melakukannya berarti berdosa. Tahu yang baik tetapi tidak melakukannya berarti jahat.

Kesalahan yang membutakan mata banyak manusia adalah kebenaran yang dipatoknya untuk diri sendiri dan tidak ditanyakannya kepada Tuhan. Hal seperti ini membentuk karakter diktator yang selalu mau dipenuhi keinginannya atau kaum idealis yang menjadi kecewa kalau apa digariskannya tidak dilalui oleh orang-orang yang terkait dengannya.

Memperbuat yang benar itu menghidupkan dan hidup yang dimaksud bukanlah hanya dari tersedianya sarana fisik yang memadai untuk nafas tetap ada tetapi hidup yang dalam segala aspeknya Allah hadir dan memberi berkat damai sejahtera.

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius 5:10)
Share:

Melangkah jauh

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari sabat ini. 

Matius 5:38 48

Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Matius 5:41

Katanya mengalah itu indah, faktanya seringkali membuat lelah. Berulang kali membuat mata basah dan mulai muncul keinginan untuk menyerah karena terus saja dipaksa mengalah. Mengalah memang buat hati resah, tapi percayalah bahwa pada akhirnya akan indah.

Mengalah sebetulnya bukan berarti kalah. Mengalah bukan suatu hal yang pasif. Saya bisa melawan, bisa menjawab, bisa membalas tetapi saya memilih tidak melakukannya. Saya aktif melepaskan, tidak mempertahankan hak yang seharusnya menjadi milik saya. Mengalah merupakan tindakan murah hati.

Ayat emas menjelaskan tindakan mengalah secara harafiah. Pada zaman Alkitab dituliskan belum ada sepeda, motor, mobil, sepatu roda atau segway. Transportasi umum pada saat itu adalah berjalan kaki. Berjalan kaki ke mana mana pada zaman itu hal biasa. Namun, ketika kita berjalan karena terpaksa dan dipaksa, nah itu berbeda. Yang biasanya ringan menjadi beban. Yang biasanya dilakukan dengan sumringah, seketika jadi masalah. Bagaimana cara mengatasinya? Belajarlah mengalah! Lakukan dengan sukarela maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Kapan mengalah mulai jadi masalah? Ketika kita lakukan dengan jengkel, sebel, ngedumel, ngegerundel, dan mangkel. Nah, saat itulah mengalah menjadi masalah dan membuat lelah.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk melakukan extra mile. Mengasihi orang yang mengasihi kita itu mile pertama, mengasihi orang yang jahat pada kita itu extra mile. Berdoa untuk mereka yang mendukung kita itu mile pertama, berdoa bagi musuh kita itu extra mile. Menolong orang yang selama ini baik pada kita itu mile pertama, menolong mereka yang selama ini benci pada kita itu extra mile.

Yesus juga berkata janganlah kita menjadi serupa dengan dunia tapi berubahlah oleh pembaruan budi. Saudara dan saya harus berubah dan tampil berbeda. Kita tidak perlu ikut arus melainkan berani melawan arus. Kita tidak ikut kebiasaan umum melainkan menuruti kebiasaan Tuhan. Belajarlah mengalah, berhentilah berkeluh kesah. Tinggalkan amarah dan mulailah mengalah.

Refleksi diri:

Kapan terakhir kali Anda aktif untuk mengalah? Bagaimana perasaan Anda dan adakah hasil yang didapatkan?

Apa komitmen yang ingin Anda ambil saat belajar untuk mengalah?

Mengapa menantikan Tuhan saja penting di dalam kehidupan kita?

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Ruang Tunggu Tuhan

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari ini. 

Ratapan 3

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
Ratapan 3:25 26

Jika masuk ke ruang tunggu kadang kita merasa tidak enak. Adakalanya kita harus menunggu dalam waktu yang lama. Kita bisa gelisah, nggak sabar, berkali kali melihat nomor antrean. Namun, ruang tunggu juga mengajarkan kita untuk belajar bersabar. Ketika nama kita dipanggil, ah akhirnya, betapa leganya.

Bagaimana jika Anda masuk ruang tunggu Tuhan? Kita bukan antre untuk mendapat giliran, melainkan untuk mendapat jawaban doa, seakan Tuhan terlalu banyak urusan melayani permintaan doa doa dari miliaran orang. Di ruang tunggu Tuhan, kita bisa belajar untuk memercayai Tuhan kembali, menyerahkan semua harapan kita kepada Nya.

Yeremia mengalami kesedihan yang mendalam saat ia menyaksikan bangsa Israel harus mengalami penderitaan di bawah kekuasaan bangsa lain, bait Allah dihancurkan, dan penduduk Yerusalem diangkut paksa. Orang Israel banyak kehilangan, mereka seperti ditinggalkan oleh Allah. Pasti banyak keputusasaan dialami orang Israel. Hari hari berubah menjadi gelap, masa depan tidak jelas. Kita pun bisa mengalami keadaan yang begitu berat sampai sampai merasa sangat tidak berdaya dan keputusasaan mulai membayangi.

Namun, kitab Ratapan adalah kitab dengan pengharapan juga. Di tengah segala kesulitan yang dialami bangsa Israel, firman Tuhan mengingatkan bahwa di dalam keadaan berat sekalipun, pengharapan tetap ada, TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. atau kalimat ini juga bisa berarti demikian, Tuhan adalah baik bagi orang yang menantikan Dia. Berharap kepada Tuhan seperti kita sedang di dalam ruang tunggu Tuhan. Kita hanya menantikan Tuhan sendiri, bukan yang lain. Penantian terpenting sebenarnya sudah digenapi di dalam Tuhan Yesus. Juruselamat yang sudah datang membebaskan kita dari hukuman dosa.

Kepada siapa kita berharap akan menentukan seperti apa sikap hidup kita dan apa yang nanti akan kita tuai. Pacar, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, orangtua, anak, saudara seiman, hamba Tuhan, bukanlah sumber pengharapan kita. Tuhan Yesus saja pengharapan kita. Belajarlah menantikan Yesus dengan sepenuh hati, menaruh pengharapan yang sungguh kepada Nya. Sekalipun kehidupan terkadang mengecewakan, tetapi menantikan Tuhan tidak pernah mengecewakan.

Refleksi diri:

Setelah membaca renungan di atas, apa yang mau Anda lakukan bersama Tuhan di tengah situasi yang berat?

Mengapa menantikan Tuhan saja penting di dalam kehidupan kita?

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Tuhan Yang Memampukan kira

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari ini. 

Baca: Keluaran 3:1-22
"Tetapi Musa berkata kepada Allah: 'Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?'" (Keluaran 3:11)

Musa adalah manusia biasa seperti kita, punya keterbatasan dan ketidakmampuan. Hal ini terlihat dari reaksi Musa saat ia dipilih Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel. Saat dipanggil Tuhan, awalnya Musa tidak antusias maupun mengiyakan karena dia tahu "siapa dirinya dan latar belakangnya". "Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian." (ayat 1a). Selama bertahun-tahun Musa menghabiskan waktu di padang belantara bersama domba-domba mertuanya.

Alasan Musa sempat menolak panggilan Tuhan adalah: Pertama, Musa merasa kurang mampu. Adalah hal yang masuk akal bila Musa menyatakan ketidakmampuannya, apalagi secara biologis, fisiknya kurang mendukung; usianya sudah 80 tahun tatkala Tuhan memanggil sehingga dia merasa sudah tua dan rapuh dan berdaya. Pernyataan yang disampaikan Musa merupakan satu ungkapan yang logis dari sudut pandang manusia. Namun Tuhan menjawab "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau:.." (ayat 12). Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan jaminan penyertaan kepada Musa dan akan berkarya melalui hidup Musa.

Bukankah kita sering berkata seperti Musa? Berbagai dalih dan alasan kita kemukakan untuk menolak panggilan Tuhan dalam hidup kita karena merasa tidak mampu, tidak punya bakat, sok sibuk, dan sebagainya. Adalah manusiawi bagi Musa menjadi gentar karena dari seorang gembala domba dipanggil untuk menjadi pemimpin suatu bangsa yang besar. Itu tidak mudah!

Kedua, Musa merasa tidak punya kredibilitas. Selain kurang mampu, Musa juga merasa bahwa pilihan Tuhan terhadap dirinya itu salah karena dia sama sekali tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Musa memikirkan apa yang harus dikatakannya kalau suatu saat ia bertemu dengan banyak orang: "...apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" (ayat 13).

Manusia tidak akan pernah mampu jika hanya mengandalkan kekutan sendiri tanpa pertolongan Tuhan!

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.