Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

BERHARAP KEPADANYA

Mazmur 119:49-56

Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. (Mzm. 119:49)

Berharap pada seseorang tidak selalu berakhir dengan manis. Adakalanya harapan itu berubah menjadi kekecewaan. Kenyataan yang terjadi memang sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kekecewaan dan pengalaman lain yang tidak menyenangkan bisa menyebabkan seseorang enggan untuk berharap atau menurunkan ekspektasinya. Namun, apakah hal yang sama bisa terjadi ketika kita berharap kepada Tuhan? Tentu saja!

Kita juga bisa mengalami kekecewaan ketika berharap kepada Tuhan. Kekecewaan itu biasanya terjadi karena kita mendasarkan harapan pada apa yang kita mau dan anggap baik saja. Kita terkadang lupa bahwa harapan tidak bisa lepas dari siapa sosok yang kepadanya kita menaruh harapan. Harapan yang kita miliki pada orang lain haruslah juga mempertimbangan keterbatasan yang dimiliki orang tersebut. Pemazmur mendasarkan harapannya bukan pada orang biasa atau apa yang ia inginkan, melainkan pada janji dan hukum Tuhan. Ia berharap penuh karena tahu janji dan pertolongan Tuhan pasti terwujud dalam kehidupannya. Mungkin tidak terwujud seperti yang ia mau, tetapi hal itu pasti baik menurut Tuhan. Itulah yang menghibur dan membuatnya tetap hidup ketika mengalami berbagai penderitaan dan kesengsaraan. Ia yakin kalau iman dan harapan kepada Tuhan tidak akan sia-sia. Ia belajar untuk tunduk kepada Tuhan dalam segala keterbatasan yang ia miliki.

Jemaat yang terkasih sandarkanlah harapan kita kepada Allah; bukan dengan pengertian kita sendiri, melainkan dalam ketundukan dan iman yang penuh. Sebab, Allah adalah pemelihara hidup kita. Ingat, tidak ada yang sia-sia di dalam Tuhan.

1. Mengapa pemazmur mendasarkan harapannya kepada Tuhan?
2. Bagaimana cara Anda mengatasi kekecewaan ketika berharap?

Pokok Doa: Berharap di dalam Tuhan dengan ketundukan dan iman yang penuh.

Tetap patuhi prokes ya, jangan lupa masker dan hindari kontak brrsalaman. Tetap racun 3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan.

Share:

Jangan Mengambil keputusan yang salah

 

Yohanes 18:38b 19

Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,
Yohanes 19:8

Hidup adalah seni menggambar tanpa sebuah penghapus, jadi berhati hatilah dalam mengambil keputusan di tiap lembaran berharga dalam hidup. Jangan buat keputusan selagi emosi marah atau pun saat khawatir dan takut. Buatlah keputusan saat pikiran jernih dan hati tenang.

Pilatus berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Di satu sisi, ia menghadapi banyak orang Yahudi yang berteriak kejam menuntut eksekusi orang yang tidak bersalah, Yesus Kristus. Di sisi lain, pria ini tampaknya menentang pemerintah yang berkuasa dan Pilatus tidak dapat membuat pengadilan itu kembali ke Roma. Pilatus tidak bisa lolos dari keputusannya.

Apakah ketakutan Pilatus berasal dari banyak orang Yahudi yang ingin membunuh Yesus atau ketakutannya terhadap otoritas Romawi atau konsekuensi dari membunuh orang yang tidak bersalah? Pada akhirnya yang kita tahu hanyalah bahwa Pilatus takut, ia membuat keputusan dan bertindak karena takut. Keputusan karena rasa takut akhirnya bukan saja mengorbankan orang yang tidak bersalah tetapi juga mengkhianati keadilan dan fakta kebenaran.

Ketakutan dapat menyebabkan kita membuat keputusan buruk. Keputusan yang kita buat karena takut memang tidak memiliki konsekuensi yang sama seperti keputusan Pilatus. Namun, hasil keputusan itu tetap serius. Kadang kadang bahkan dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi kita, bagi anggota keluarga kita, dan bagi komunitas kita. Ya, jangan buat keputusan karena rasa khawatir dan ketakutan. Ambillah waktu tenang, minta Tuhan memberikan ketenangan agar dapat mengambil keputusan yang jernih dan tepat.

Saudara, ketakutan tidak perlu dan tidak boleh menjadi kekuatan pendorong di balik setiap keputusan yang kita buat. Di dalam Kristus kita telah dibebaskan dari segala macam hal, termasuk ketakutan. Sebagai anak anak Tuhan yang merdeka, jangan kita terjebak untuk mengambil keputusan dan tindakan berdasarkan ketakutan yang menguasai diri kita. Carilah Tuhan untuk ketenangan. Jika dirasa belum tenang, mintalah Tuhan tunjukan teman yang tepat agar bisa berbagi dan berdoa bersama. Jika masalah datang, tenangkan pikiran. Tak perlu memaksakan mengambil keputusan saat pikiran sedang kusut dan takut.


Salam jernih dan tenang ketika ambil keputusan.

Refleksi diri:

Apakah Anda pernah mengambil keputusan di saat sedang takut? Bagaimana dampak keputusan tersebut?

Apa yang Anda akan lakukan jika satu saat diperhadapkan dengan situasi menakutkan dan harus mengambil keputusan?

Tetap patuhi prokes ya, jangan lupa masker dan hindari kontak brrsalaman. Tetap racun 3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan.

Share:

Taman Eden Ke dua

Kidung Agung 7:10 13

Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.
Kidung Agung 7:10

Manakah tempat terindah di dunia? Beberapa orang berpendapat Venesia dengan gondolanya, yang lain di bawah pohon sakura Jepang. Sebetulnya tempat terindah yang pernah ada di dunia adalah Taman Eden ketika belum tercemar dosa. Ini bukan pendapat saya, melainkan kata Alkitab. Sungguh sayang sesudah kejatuhan, tidak ada lagi keindahan. Tuhan mengusir manusia dari Taman Eden dan menghukum mereka dengan susah payah dalam pekerjaan (Kej. 3:17) dan rasa sakit ketika melahirkan (Kej. 3:16a). Hukuman yang jarang diingat, berkaitan dengan hubungan pria wanita, yaitu seorang istri akan berahi kepada suami tetapi suami akan menguasainya (Kej. 3:16b).

Apa kaitannya dengan sebaris ayat pendek yang baru kita baca? Meski terlihat seperti kata kata romantis yang insignifikan, ternyata ada nilai teologis penting terkandung di dalamnya. Kata gairah hanya muncul tiga kali di seluruh Perjanjian Lama, yakni birahi (Kej. 3:16b) dan menggoda (Kej. 4:7). Hukuman Tuhan kepada Hawa (dan seluruh perempuan) adalah mereka akan haus cinta suami sehingga lebih mudah merasa tidak disayang. Saat di mal mata pasangan meleng sedikit atau pasangan lupa ulang tahunnya, ia merasa pasangannya tidak mencintainya. Tidak romantis juga diidentikkan sebagai tidak cinta.

Namun, ayat pendek ini berkata sebaliknya. Justru si suami yang akan bergairah kepada istrinya. Ayat ini ingin menegaskan bahwa pernikahan yang indah akan membalikkan hukuman Tuhan atas dosa. Pernikahan yang indah membawa laki laki dan perempuan kembali ke Taman Eden. Hasrat istrinya untuk cinta, hal hal romantis, diimbangi dengan hasrat suaminya. Sepanjang kitab Kidung Agung membuktikannya, begitu banyak yang dilakukan sang suami untuk mengekspresikan cintanya.

Sayangnya, di masa kini justru banyak suami memanfaatkan tempat kerjanya sebagai pelarian dari rumah. Di sisi lain, istri juga memusatkan seluruh perhatiaannya hanya kepada anak agar tidak perlu menanggapi suami. Pernikahan bukannya menghadirkan Taman Eden, tetapi neraka dunia. Hidup ini susah. Dunia penuh kegilaan dan penderitaan. Bukankah merupakan sebuah kebaikan ketika Anda dan pasangan dapat kembali ke Taman Eden ke 2 yang hadir di rumah Anda?

Refleksi Diri:

Di manakah Taman Eden Anda? Apakah Anda menggunakan tempat kerja, gereja atau tempat tempat lainnya sebagai tempat melarikan diri dari rumah, tepatnya dari pasangan Anda?

Hal konkrit apa yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan ketika Anda menghabiskan waktu bersama pasangan?

Tetap patuhi prokes ya, jangan lupa masker dan hindari kontak brrsalaman. Tetap racun 3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan.
Share:

Bergandengan Tangan

Galatia 6:1 10

Bertolong tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
 Galatia 6:2

Saya pernah menyaksikan video dari negara lain, berupa rekaman seorang anak yang tertabrak dan tergeletak di jalan kecil. Dari rekaman CCTV terlihat belasan orang lalu lalang di jalan itu hanya melihat dan tidak ada yang tergerak hatinya untuk menolong. Mungkin yang ada di pikiran orang orang tersebut, aduh nanti repot kalo nolongin, harus bawa ke RS. Kalau anak itu nggak ada keluarganya, gimana? Nanti saya yang harus tanggung biayanya. Biarlah nanti juga ada orang yang menolong lah, tapi jangan saya. Memang perlu hikmat Tuhan dalam hal menolong seseorang yang butuh bantuan. Namun, perlu diingat nasihat Paulus agar bertolong tolongan menanggung beban, terutama kepada saudara seiman. Mengapa perintah ini penting dilakukan oleh orang Kristen?

Pertama, identitas orang percaya adalah bagian dari tubuh Kristus. Orang yang percaya Tuhan Yesus otomatis menjadi bagian dari tubuh Kristus maka setiap kita tidak pernah terlepas menjadi bagian umat Allah. Jika kita adalah anggota tubuh Kristus, kita juga akan merasakan beban yang dialami oleh saudara seiman kita.

Kedua, hubungan ini bukan satu arah melainkan dua arah yang saling membantu. Setiap kita dan saudara seiman kita bukanlah orang yang mampu untuk menanggung beban hidup sendirian. Rasul Paulus menyadari bahwa hidup di dunia tidaklah mudah, apalagi untuk orang Kristen pada masa itu. Tuhan menyediakan saudara seiman untuk saling bertolong tolongan. Jangan hanya bisa berkata kepada saudara kita yang kesulitan, Kasihan yah kamu.. tapi tidak melakukan apa apa padahal kita bisa membantunya. Adakalanya kita perlu membagikan kesulitan kita dan meminta tolong kepada saudara seiman supaya kita tidak menjalani dan menanggung beban hidup sendirian.

Ketiga, dengan bertolong tolongan menanggung beban berarti kita sedang memenuhi hukum kasih Kristus. Tuhan mau kita hidup di dalam kasih, seperti yang Dia katakan di dalam Yohanes 13:34, yaitu kita bisa saling mengasihi karena Kristus sudah terlebih dahulu mengasihi setiap kita.

Yuk saudaraku, kita punya sumber daya kekal untuk mengasihi, menolong saudara seiman kita. Pintakan selalu kepada Yesus hati yang tulus untuk mengasihi saudara seiman kita.

Refleksi diri:

Apakah Anda sudah memiliki komunitas di gereja tempat Anda bisa saling mengasihi saudara seiman? Mengapa komunitas ini penting?

Apa yang mau Anda lakukan untuk membantu saudara seiman yang sedang mengalami kesulitan?

Tetap patuhi prokes ya, jangan lupa masker dan hindari kontak brrsalaman. Tetap racun 3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan.

Share:

Mintalah, pasti dapat!

Matius 7:1 11

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
 Matius 7:7 8

Matius 7:7 8 adalah ayat favorit orang Kristen. Apa pun yang diminta, pasti akan Tuhan kabulkan karena Tuhan Yesus sendiri yang menjanjikannya. Apakah betul segala permintaan kita akan dikabulkan? Ayat ini terletak dalam konteks khotbah Tuhan Yesus di bukit. Dalam pasal 6:9 13, kita menemukan doa yang terkenal, Doa Bapa kami. Apa isi permintaan doa ini? Kedatangan kerajaan Allah, jadilah kehendak Tuhan, makanan secukupnya, pengampunan dosa, kelepasan dari pencobaan.

Dengan memahami konteksnya, maka kita tidak bisa menarik kesimpulan bahwa apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Doa yang dikabulkan adalah bukan doa yang berisi keinginan kita tetapi kebutuhan kita. Selain itu, permintaan kita haruslah merupakan permintaan yang sesuai dengan kehendak Allah. Dia tidak mungkin mengabulkan permintaan yang bertentangan dengan kebenaran atau kekudusan Nya. Allah juga tidak akan mengabulkan doa yang jawabannya dapat kita usahakan sendiri. Misalnya, Anda berdoa minta Tuhan mengirim makan siang karena Anda sedang malas masak atau membeli.

Ayat ini mengajari tentang iman, yaitu percaya bahwa Allah itu Mahatahu dan Mahabaik. Ketika Anda mengetok pintu maka Anda tidak melihat pribadi yang di belakang pintu itu. Namun Anda percaya, yang di belakang pintu itu tahu dan akan membukanya. Demikian pula, Allah pasti akan membuka pintu dan menjawab doa kita. Dia akan memberikan yang terbaik bahkan lebih baik daripada yang kita minta.

Ayat ini juga mengajari kita tentang pentingnya berusaha, bukan hanya berdoa. Carilah, maka kamu akan mendapat. Beriman bukan berarti berdiam diri, tetapi mencari, berusaha, berjuang. Ada pepatah terkenal: Ora et labora. Berdoa dan bekerja. Namun, ada lagi pepatah lain yang kurang dikenal: Laborare est orare. Bekerja adalah berdoa/beribadah. Jadi, orang yang bekerja adalah orang yang berdoa. Orang yang berdoa adalah orang yang berjuang giat mewujudkan doanya.

Refleksi diri:

Bagaimana isi permintaan doa Anda selama ini? Apakah isinya menuruti keinginan diri atau kehendak Bapa di Sorga?

Sudahkah Anda berusaha dan berjuang mewujudkan permintaan doa Anda?





Tetap patuhi prokes ya, jangan lupa masker dan hindari kontak brrsalaman. Tetap racun 3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.