Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: yosua 13
Tampilkan postingan dengan label yosua 13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yosua 13. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian "Kontinuitas Pekerjaan"

Yosua melanjutkan pembagian tanah pusaka yang ditetapkan Musa

Kontinuitas Pekerjaan

Yosua 13:8–33

Pergantian pemimpin sering kali diikuti dengan perubahan kebijakan. Tidak jarang muncul pola pikir: “Ganti pemimpin, ganti aturan.” Seolah-olah pemimpin baru harus selalu membuat sesuatu yang berbeda agar terlihat lebih hebat dari pendahulunya.

Namun Yosua memberi teladan yang berbeda.

Ketika ia menggantikan Musa memimpin Israel, ia tidak membatalkan keputusan yang telah dibuat sebelumnya. Dua setengah suku—Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye—telah menerima milik pusaka mereka di sebelah timur Sungai Yordan pada masa Musa (ay.8). Yosua mengakui dan melanjutkan keputusan itu. Bahkan pembagian wilayah tersebut dicatat dengan rinci (ay.9–33).

Padahal usia, pengalaman, dan gaya kepemimpinan Musa dan Yosua tentu berbeda. Yosua bisa saja membuat kebijakan baru agar tampak lebih “visioner” atau “progresif.” Tetapi ia memilih menjaga kontinuitas.

Mengapa?
Karena yang terpenting bukanlah nama pemimpin, melainkan keberlangsungan rencana Tuhan.

Tidak semua hal lama harus diganti. Jika suatu keputusan lahir dari kebenaran dan kehendak Tuhan, maka tugas pemimpin berikutnya adalah melanjutkannya dengan setia. Perubahan memang perlu jika ada kesalahan atau penyimpangan. Namun perubahan demi popularitas pribadi justru merugikan banyak orang.

Kontinuitas adalah bentuk kerendahan hati. Ia menunjukkan bahwa kita menghargai fondasi yang telah dibangun sebelumnya. Ia juga menunjukkan bahwa kita sadar, pekerjaan Tuhan lebih besar daripada satu generasi atau satu nama.

Dalam kehidupan pribadi pun demikian. Kita adalah penerus dari banyak hal baik:

  • Nilai iman dari orang tua.

  • Pelayanan yang dirintis generasi sebelumnya.

  • Prinsip kebenaran yang telah diajarkan sejak lama.

Jangan tergoda untuk membuang semuanya hanya demi terlihat berbeda. Lanjutkan yang baik. Perbaiki yang kurang. Dan pastikan semua tetap selaras dengan firman Tuhan.

Yosua mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal menciptakan nama baru, tetapi memastikan rencana Allah terus berjalan tanpa terputus.

Kiranya kita pun menjadi pribadi yang menjaga dan meneruskan hal-hal baik demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

Doa

Tuhan, ajarku memiliki hati yang rendah untuk menghargai dan melanjutkan hal-hal baik yang telah Engkau kerjakan melalui orang lain. Jauhkan aku dari ambisi pribadi yang merugikan banyak orang. Pakailah aku untuk menjaga kesinambungan karya-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian "Tak Ada Kata Pensiun!"

Yosua lanjut usia tetap dipakai Tuhan membagi tanah pusaka

Tak Ada Kata Pensiun!

Yosua 13:1–7

“Yosua telah tua dan lanjut umur…” (ay.1). Kalimat ini terdengar seperti penutup sebuah perjalanan panjang. Seolah-olah tugas besar sudah selesai dan kini saatnya beristirahat.

Namun justru pada titik itu, Tuhan kembali berbicara.

Masih ada wilayah yang belum ditaklukkan (ay.2–6). Pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tetapi alih-alih menggantikan Yosua begitu saja, TUHAN tetap memercayakan tanggung jawab kepadanya: membagi tanah pusaka kepada suku-suku Israel (ay.6–7).

Usia lanjut tidak membuat Tuhan berhenti memakai Yosua.

Memang, mungkin ia tidak lagi memimpin peperangan seperti ketika masih muda. Tenaganya tentu tidak sama seperti saat ia menjadi salah satu dari dua belas pengintai di zaman Musa. Namun perannya berubah—bukan berakhir. Kini ia mengemban tugas memastikan warisan janji Tuhan dibagikan dengan setia.

Sering kali dunia memandang usia sebagai batas. Produktivitas diukur dari kekuatan fisik, kecepatan, dan efisiensi. Ketika semua itu berkurang, seseorang dianggap kurang relevan.

Namun dalam cara pandang Tuhan, setiap musim kehidupan memiliki maknanya sendiri.

Tuhan melibatkan semua generasi dalam penggenapan janji-Nya:

  • Yang muda dengan tenaga dan keberanian mereka.

  • Yang dewasa dengan kestabilan dan tanggung jawab mereka.

  • Yang lanjut usia dengan hikmat, pengalaman, dan ketekunan mereka.

Tidak ada kata pensiun dalam panggilan untuk setia.

Selama Tuhan masih memberi napas, selalu ada peran yang bisa dijalani—mungkin bukan lagi di garis depan, tetapi dalam doa yang tekun, nasihat yang membangun, teladan hidup yang menguatkan generasi berikutnya.

Yang terpenting bukan seberapa besar peran kita terlihat, melainkan seberapa setia kita menjalankannya.

Jika hari ini kita merasa sudah melewati “masa emas”, ingatlah: Tuhan belum selesai. Selama Ia memberi kekuatan, hidup kita tetap berharga dalam rencana-Nya.

Mari mempersembahkan setiap musim hidup—muda maupun lanjut usia—untuk kemuliaan-Nya.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melihat usia sebagai batas untuk melayani-Mu. Ajarku setia dalam setiap musim kehidupan. Pakailah hidupku, apa pun kondisiku, untuk menggenapi rencana-Mu. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.