Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar: identitas anak tuhan
Tampilkan postingan dengan label identitas anak tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label identitas anak tuhan. Tampilkan semua postingan

Renungan HArian " Hidup Sesuai dengan Hak Istimewa "

Ilustrasi orang berdiri di bukit memandang terang sebagai simbol hidup sesuai firman Tuhan

Hidup Sesuai dengan Hak Istimewa

Renungan dari Yosua 16:1–17:18

Ada kalanya kita menerima banyak berkat, tetapi hidup kita tidak mencerminkan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.

Dalam bagian ini, kita membaca tentang pembagian tanah kepada keturunan Yusuf—Efraim dan Manasye. Mereka adalah suku yang istimewa. Yusuf mendapat hak kesulungan ganda, sehingga keturunannya memperoleh dua bagian tanah. Itu adalah anugerah, kehormatan, dan kepercayaan besar dari Tuhan.

Namun, ketika mereka menerima bagian itu, respons mereka justru mengecewakan. Mereka merasa tanah yang diberikan kurang luas. Mereka mengeluh. Mereka melihat jumlah mereka yang besar, tetapi tidak melihat kuasa Tuhan yang menyertai mereka.

Ketika Yosua menantang mereka untuk membuka hutan dan menguasai wilayah yang masih belum digarap, mereka justru takut. Mereka berkata bahwa orang Kanaan memiliki kereta besi. Ketakutan membuat mereka lupa siapa diri mereka dan siapa Allah yang menyertai mereka.

Bukankah sering kali kita juga seperti itu?

Kita disebut anak-anak Allah. Kita menerima kasih karunia, pengampunan, dan janji penyertaan-Nya. Kita memiliki hak istimewa sebagai pengikut Kristus. Namun ketika menghadapi tantangan, kita mudah mengeluh. Kita lebih fokus pada “kereta besi” masalah daripada pada Tuhan yang Mahakuasa.

Renungan hari ini mengajak kita bertanya secara pribadi:
Apakah hidupku sudah sesuai dengan identitasku sebagai anak Tuhan?
Ataukah aku masih hidup dalam ketakutan dan keluhan?

Hak istimewa selalu diikuti dengan tanggung jawab. Tuhan tidak pernah salah memberi bagian. Jika Dia memberi kita tanggung jawab, Dia juga memberi kekuatan untuk menjalaninya.

Mari belajar hidup sesuai dengan nama yang kita sandang. Bukan hanya disebut orang percaya, tetapi benar-benar mempercayai. Bukan hanya menerima berkat, tetapi berani melangkah dalam iman.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menjadikanku anak-Mu. Ampuni aku jika sering kali aku lebih melihat masalah daripada melihat kuasa-Mu. Tolong aku hidup sesuai dengan identitasku sebagai pengikut Kristus. Beri aku keberanian untuk melangkah dalam iman dan tidak hidup dalam keluhan atau ketakutan. Pakailah hidupku untuk memuliakan nama-Mu. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.