Batasan Itu Berkat
Pepatah Jawa berkata, “sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati.” Bahkan sentuhan kecil di dahi atau pergeseran batas tanah selebar jari bisa memicu pertikaian. Mengapa? Karena batas adalah perkara serius. Ia menyangkut harga diri, hak, dan ketertiban hidup bersama.
Dalam Yosua 15, batas wilayah suku Yehuda dijelaskan dengan sangat rinci—dari selatan, timur, utara, hingga barat (ay.1–12). Tidak samar, tidak mengambang. Semuanya ditetapkan dengan jelas. Demikian juga Hebron ditegaskan menjadi milik Kaleb sesuai janji Tuhan (ay.13–19).
Mengapa Alkitab mencatat detail seperti ini?
Karena batasan menghadirkan ketenangan. Dengan batas yang jelas:
-
Tidak perlu curiga pada suku lain.
-
Tidak perlu khawatir tanah digeser.
-
Tidak perlu bingung menentukan wilayah tanggung jawab.
Batas menciptakan rasa aman.
Sering kali kita menganggap batasan sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan. Padahal justru sebaliknya—batasan yang sehat melindungi kita. Tanpa batas, kebebasan berubah menjadi kekacauan.
Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini juga berlaku:
-
Batas dalam hubungan menjaga kita dari pelanggaran dan luka.
-
Batas dalam komunitas menciptakan keteraturan.
-
Batas moral dalam firman Tuhan menjaga kita dari dosa yang merusak.
Kita memang orang merdeka di dalam Tuhan. Tetapi kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa aturan. Tuhan memberikan batas bukan untuk menekan, melainkan untuk melindungi dan menuntun kita pada kehidupan yang damai.
Bayangkan hidup tanpa batas—tidak ada aturan, tidak ada garis yang jelas, tidak ada tanggung jawab yang tegas. Yang ada hanyalah kebingungan dan konflik.
Sebaliknya, ketika batas jelas, setiap orang tahu bagiannya. Setiap orang tahu sampai di mana ia boleh melangkah. Dan dari situlah lahir kenyamanan serta ketenteraman.
Yosua 15 mengingatkan kita bahwa batasan bukanlah musuh kebebasan. Batasan adalah anugerah. Ia menjaga kita tetap berada di jalur yang benar dan hidup berdampingan dengan damai.
Kiranya kita belajar menghargai batas-batas yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita—sebab di sanalah tersembunyi berkat-Nya.
Doa
Tuhan, ajarku melihat batasan sebagai berkat, bukan beban. Tolong aku menghormati batas yang Engkau tetapkan dalam hidupku dan dalam relasiku dengan orang lain. Biarlah melalui batas itu, aku hidup dalam damai dan ketertiban. Amin.











