Tak Ada Kata Pensiun!
“Yosua telah tua dan lanjut umur…” (ay.1). Kalimat ini terdengar seperti penutup sebuah perjalanan panjang. Seolah-olah tugas besar sudah selesai dan kini saatnya beristirahat.
Namun justru pada titik itu, Tuhan kembali berbicara.
Masih ada wilayah yang belum ditaklukkan (ay.2–6). Pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tetapi alih-alih menggantikan Yosua begitu saja, TUHAN tetap memercayakan tanggung jawab kepadanya: membagi tanah pusaka kepada suku-suku Israel (ay.6–7).
Usia lanjut tidak membuat Tuhan berhenti memakai Yosua.
Memang, mungkin ia tidak lagi memimpin peperangan seperti ketika masih muda. Tenaganya tentu tidak sama seperti saat ia menjadi salah satu dari dua belas pengintai di zaman Musa. Namun perannya berubah—bukan berakhir. Kini ia mengemban tugas memastikan warisan janji Tuhan dibagikan dengan setia.
Sering kali dunia memandang usia sebagai batas. Produktivitas diukur dari kekuatan fisik, kecepatan, dan efisiensi. Ketika semua itu berkurang, seseorang dianggap kurang relevan.
Namun dalam cara pandang Tuhan, setiap musim kehidupan memiliki maknanya sendiri.
Tuhan melibatkan semua generasi dalam penggenapan janji-Nya:
-
Yang muda dengan tenaga dan keberanian mereka.
-
Yang dewasa dengan kestabilan dan tanggung jawab mereka.
-
Yang lanjut usia dengan hikmat, pengalaman, dan ketekunan mereka.
Tidak ada kata pensiun dalam panggilan untuk setia.
Selama Tuhan masih memberi napas, selalu ada peran yang bisa dijalani—mungkin bukan lagi di garis depan, tetapi dalam doa yang tekun, nasihat yang membangun, teladan hidup yang menguatkan generasi berikutnya.
Yang terpenting bukan seberapa besar peran kita terlihat, melainkan seberapa setia kita menjalankannya.
Jika hari ini kita merasa sudah melewati “masa emas”, ingatlah: Tuhan belum selesai. Selama Ia memberi kekuatan, hidup kita tetap berharga dalam rencana-Nya.
Mari mempersembahkan setiap musim hidup—muda maupun lanjut usia—untuk kemuliaan-Nya.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melihat usia sebagai batas untuk melayani-Mu. Ajarku setia dalam setiap musim kehidupan. Pakailah hidupku, apa pun kondisiku, untuk menggenapi rencana-Mu. Amin.












