Jangan Melupakan Tuhan
Renungan dari Yosua 22:1–8
Dalam hidup, sering kali kita lebih mudah mencari Tuhan saat sedang kesulitan. Ketika masalah datang, ketika kebutuhan terasa berat, kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan berharap Tuhan menolong kita.
Namun ketika keadaan berubah menjadi lebih baik, ketika berkat datang dan hidup terasa nyaman, tanpa sadar kita mulai melupakan Tuhan.
Inilah salah satu godaan terbesar dalam perjalanan iman.
Bangsa Israel akhirnya memasuki tanah Kanaan. Tuhan telah menepati janji-Nya. Mereka menerima tanah pusaka, menikmati ketenteraman, dan merasakan berkat yang melimpah. Orang Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye juga sudah menerima bagian mereka seperti yang dijanjikan Tuhan melalui Musa.
Di tengah situasi yang penuh berkat itu, Yosua memberikan pesan yang sangat penting:
jangan melupakan Tuhan.
Yosua mengingatkan mereka untuk tetap mengasihi Tuhan, berpegang pada firman-Nya, dan setia melakukan kehendak-Nya. Berkat yang mereka terima seharusnya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan, tetapi justru semakin mendekat kepada-Nya.
Renungan ini juga berbicara kepada kita hari ini.
Tuhan telah memberikan begitu banyak kebaikan dalam hidup kita. Ia memberi keselamatan melalui Yesus Kristus. Ia memelihara hidup kita setiap hari. Ia menolong kita melewati berbagai pergumulan.
Tetapi apakah kita tetap mengingat Tuhan ketika hidup berjalan baik?
Jangan sampai berkat membuat kita lupa kepada Sang Pemberi berkat. Jangan sampai kenyamanan membuat kita berhenti bersandar kepada Tuhan.
Sebaliknya, setiap berkat seharusnya menjadi alasan untuk semakin mengasihi Tuhan dan hidup setia kepada-Nya.
Mari kita belajar untuk tetap dekat dengan Tuhan, baik saat susah maupun saat senang.
Doa
Tuhan, terima kasih atas segala kebaikan dan berkat-Mu dalam hidupku. Ampuni aku jika sering melupakan Engkau ketika hidup terasa nyaman. Tolong aku untuk selalu mengingat-Mu, mengasihi-Mu, dan hidup setia kepada firman-Mu dalam setiap keadaan. Amin.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar