Roma 6:17-18 (TB) Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
RENUNGAN:
Arti merdeka:
Pertama, merdeka dapat diartikan sebagai bebas dari belenggu, penjajahan, dan sebagainya.
Kedua adalah tidak terkena, atau lepas dari berbagai tuntutan. Sedangkan
arti ketiga dari merdeka adalah tidak terikat, tidak bergantung pada pihak atau orang tertentu, dan leluasa.
Hari ini bangsa kita, Indonesia sedang merayakan kemerdekaan yang ke 75 tahun.
Kemerdekaan yang diperoleh bangsa kita merupakan hasil Perjuangan dari perjuangan dari seluruh rakyat Indonesia.
Banyak Pejuang bangsa dan rakyat Indonesia yang telah gugur di medan peperangan demi merebut kembali Kemerdekaan dari tangan para penjajah.
Demikian juga secara rohani, manusia itu sedang dijajah dan berada dibawah kekuasaan Dosa dan maut.
Puji Tuhan ada satu pribadi yang telah berjuang bagi umat manusia 2000 tahun yang lalu yaitu Yesus Kristus.
Dia berjuang mempertaruhkan, mengorbankan nyawanya, mati di kayu Salib untuk membebaskan, melepaskan umat manusia dari belenggu dosa supaya manusia itu terlepas dari belunggu dosa dan hukuman yaitu kematian kekal.
Yesus Kristus, Dia rela mati di kayu Salib mengorbankan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.
1 Timotius 2:5-6 (TB) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia ....
Ibrani 2:14 (TB) Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
Yohanes 3:16-17 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, jangan menghambakan diri lagi kepada Dosa.
Bagi orang yang mau dilepaskan dari kuasa dosa, Datanglah kepada Tuhan Yesus, Terimalah Dia dengan segenap hatimu, sebab hanya Dia yang sanggup melepaskan umat manusia dari perbudakan Dosa dan Kematian kekal.
"""Merdeka"""
MERDEKA
Rawat Iman Imun dan Aman
Roma 1:17 (TB) Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Bukan omong kosong lagi jika hidup kita harus berdasarkan apa yang kita katakan dan juga di lihat orang. Karena setiap kita di tuntut apa yang kita lakukan dan katakan, untuk itu sebagai orang percaya harus selalu hidup dengan transparan tidak perlu di tutupi lagi.
Iman yang kita miliki ini membawa kita kepada hikmat untuk hidup dalam kasih karunia Tuhan di saat apapun dan kondisi yang semakin buruk pun kita tetap kuat dan selalu berjaga jaga. Seperti di masa covid 19 ini. Banyak hal yang terjadi di luar kemampuan kita. dan siapapun tidak bisa menolak.
Inilah yang di maksud iman, hidup yang bergantung kepada Allah dengan segala pikiran kemampuan dan daya kita. Kita tidak bisa membiarkan hidup kita berjalan semaunya. Hidup kita harus selalu berserah. Seperti Firman katakan. "Orang benar akan hidup oleh iman"
Latar belakang sejarah-budaya
Surat Roma memang berbeda dari surat-surat lain yang dikirm oleh Paulus. Perbedaan yang mencolok antara surat Roma dengan surat yang lain ialah surat Roma ditujukan kepada jemaat yang sama sekali belum dikenal oleh Paulus, bahkan Paulus tidak memiliki hubungan dengan pendiri jemaat Roma. Hal inilah yang membuat Paulus tidak banyak menyinggung masalah-masalah praktis dalam surat Roma. Dari surat-surat yang dikirim oleh Paulus, surat Romalah yang paling mendekati sebagai suatu risalah teologis. Untuk itulah Paulus menekankan kehidupan orang percaya hidup oleh iman.
Apa yang perlu kita lakukan menghadapi situasi yang terjadi hari-hari ini?
a. Merawat iman. Iman adalah kekuatan kita.
b. Menjaga imun. Merupakan tubuh kita dari virus virus yang ingin merusak kita.
c. Mencari aman. Merupakan senjata keselamatan jiwa dari serangan orang orang yang pingin menghancurkan kita. Dimasa pandemic covid 19 ini iman, imun dan aman sangat di perlukan, sebab untuk apa kita punya iman tapi imun kita lemah, untuk apa punya iman dan imun yang kuat tapi keamanan kita terampas. Untuk bisa aman kita harus protokol kesehatan dan jaga jarak.
Mari kita lakukan hidup dengan iman meskipun dalam hal ini sangat sulit. Karena apa yang kita punya semua dari padanya. Amin
Lakukan Semua Untuk Tuhan
2 Timotius 4:5 (TB) Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Dalam situasi yang sekarang ini di dimasa pandemik covid 19 ini masih terus menegangkan, membuat hidup semakin hari semakin panas dan serba menimbulkan kecemburuan dan permasalahan, untuk itu kita di tuntut kepekaan dalam segala sesuatu apalagi sikap tutur kata dan tindakan serta penampilan kita, supaya tidak membuat orang lain tersinggung karena kita.
Firman Tuhan yang paulus tuliskan ini mengajarkan kepada anak didiknya Timotius supaya dia berhati hati dalam menjalani kehidupan. Paulus sadar bahwa Timotius ini masih muda, bahwa anak muda itu memiliki sikap yang tegas berani dan kadang tidak memikirkan orang lain. Oleh karena itu Paulus menegaskan kepada Timotius .
Oleh karena itu kita belajar dari timotius pribadi yang mau untuk di ajar dan belajar. Supaya injil dapat di ceritakan.
Apa yang Timotius ajarkan supaya dapat menjadi berkat dalam segala pelayanan kita. Ada 4 prinsip pelayanan yang timotius ajarkan dalam hidup kita.
Yang pertama kuasailah diri. Kuasai diri merupakan langkah awal dalam pelayanan, dengan berbagai cara dan metode yang berbeda beda untuk kuasai diri ini, mengenal baik karakter orang orang di sekitar kita. Bagaimana berbicara bersikap dan bertindak dengan mereka, apakah kita diterima ditengah tengah mereka apa tidak. Kuasai diri ini perlu adanya relasi pribadi dengan Tuhan melalui doa supaya kita tidak jatuh dalam melangkah dalam menjadi berkat bagi mereka, siapa yang kita ajak berbicara dan ketemu dengan mereka kuasai diri.
Yang kedua. Sabarlah menderita. Tidak mudah hidup di masyarakat yang pluralis, banyak karakter dan tabiat seseorang yang selalu kita temui di lingkungan kita, banyak juga gesekan dan perlawanan yang muncul dalam pribadi kita, kadang caci makian kadang di tolak orang lain, bahkan juga menantu dan keluarga kita karena kita bersikap beda dengan mereka.
Yang ketiga. Lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil . Rintangan dan tantangan dalam hidup ini Sebenarnya Tuhan menginginkan pekerjaannya terus di lakukan tanpa berhenti dan putus asa supaya hasilnya akan menjadi gemilang baik mereka ataupun kita yang melakukan pekerjaan itu.
Yang keempat. tunaikanlah tugas pelayanan. Banyak orang yang tidak paham bahwa kita bekerja itu sebenarnya untuk penuaian tugas yang Allah berikan kepada kita, kalau Allah yang menyuruh kita sebenarnya tidak ada kata menolak dan ugah ugahan dengan Allah.
Mari apapun yang kita lakukan di bumi ini untuk kemuliaannya. Jadikan ke 4 prinsip ini menjadi kekuatan kita. Amin.(YS).
Masalah menimpa? Pilihan ada pada kita. Menjadi better(lebih baik) atau sebaliknya bitter (kepahitan)?
Semua Adalah Saudara
Matius 25:40 (TB) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Sadar atau tidak bahwa setiap apa yang kita lakukan sebenarnya semua di bawah kontrol Allah yang maha tahu. Kita mau berbuat kebaikan, kejahatan, ataupun itu namanya kita tetap di bawah pengawasannya Allah. Berarti segala sesuatu yang kita perbuat dan lakukan di bumi ini dalam kuasa Allah.
Dalam nas ini Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai akhir zaman. Dimana semua orang akan tunduk di bawah otoritas Allah dan menyembah Allah yang benar apapun itu perbuatan
Yang di lakukannya semua orang.
Dari nas ini kita dapat merenungkan 2 hal bahwa Allah mengerjakan semua bagi kita.
Yang pertama: segala sesuatu ada di dalam kuasanya. Gerak gerik, siasat rencana kita sering kali kita mengerjakannya dengan kekuatan kita sehinngga muncul kesombongan dalam diri kita. Apapun yang kita lakukan dan kerjakan sering kali kita gunakan untuk membedakan apa yang akan kita hasilkan, sehingga menutupi natur alami kita bahwa kita adalah hidup dalam kasih mengasihi. Dalam zaman yang serba canggih ini kasih mengasihi sudah mulai berkurang bahkan langka. Banyak dipengaruhi kalau sama dengannya kasihnya besar kalau tidak sama kasihnya hancurkan dan musnahkan. Di dalam kekristenan apa yang kamu lakukan sebenarnya memancarkan kasih Allah. Kasih yang tidak membedakan status dan jenis kelamin. Karena segala sesuatu ada di dalam kuasanya.
Yang Kedua: Allah mengasihi dengan Total . Dalam hidup ini semua yang kita lakukan berjalan dengan baik dan tidak semua ada dalam pengawasan Allah. Kasih yang Allah lakukan kepada manusia tidak membeda bedakan sebab semua untuk Allah. Allah memberikan kasihnya kepada manusia semua untuk memuliakan Allah. Sebagai orang percaya kasih yang terbaik adalah disaat kita bisa mengasihi orang yang paling hina di sekitar kita. dan siapa orang yang paling hina itu apakah mereka yang miskin tidak ada pekerjaan tidak punya rumah atau yang sakit sakitan atau orang yang berjalan jalan ( gila) adalah orang yang benar benar kecil dari anda. Berarti orang orang yang tersisihkan terisolasi dan tidak terambah oleh siapapun. Secara rohani adalah orang yang kotor dan berdosa yang kehilangan kasih anugerah Allah. Kita di tuntut untuk mengasihi mereka.
Mari jadikan semua orang itu saudara di dalam Kristus. Dengan memberitakan kabar sukacita bahwa Allah mengasihi dengan Total. Amin.(YS)
Apapun yang kita lakukan untuk orang lain, entah menolong atau menyakitinya, sesungguhnya Tuhan ikut merasakan perlakuan itu.
Hidupmu tak sejauh doa.

Efesus 6:18
(TB) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Surat Efesus ini, ditulis oleh Paulus ketika dia sedang berada dalam penjara. Ketika Paulus menuliskan surat kepada jemaat Efesus, tentu saja dia mempunyai tujuan dan ada hal yang menjadi motifasi dia untuk menulis surat tersebut.[2] Tujuan Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus, didukung oleh keadaan masyarakat Efesus pada saat itu. Keadaan masyarakat Efesus pada saat itu adalah masih melakukan penyembahan terhadap Dewa Yunani. Dewa yang mereka sembah pada saat itu adalah mereka sebut dewi Artemis. Mereka memahami dan mempercayai bahwa dewi Artemis ini adalah Dewa kesuburan. Selain itu juga mereka melakukan penyembahan dan tunduk kepada Kaisar. Melihat keadaan ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan suratnya kepada jemaat di Efesus.
Efesus 6:18 hendak menunjukkan bahwa kehidupan Kristen harus dijaga dan dipelihara karena berhadapan dengan kuasa jahat di tengah dunia yang sedang mencoba melawan, merongrong dan merusak iman. Tetapi bagian tersebut tidak termasuk dalam rangkaian perlengkapan senjata Allah. Walaupun demikian, bagian terakhir ini tetap mempunyai signifikansi.
Doa bukan sekedar saat kita butuh aahatau ibarat seperti kita saat sakit dan minum obat lalu sembuh, bukan seperti itu melainkan sebuah kebutuhan yang pokok setiap manusia yang hidup. Menurut paulus kepada jemaat di efesus mengajarkan bahwa kekuatan kuasa doa itu penting bagi kita.
Kenapa di katakan penting dalam ayat 18 ini ada dua hal yang paling menguatkan imannya karena doa itu sendiri
Yang pertama: bahwa doalah setiap waktu di dalam Roh. Ketika kita berdoa dengan waktu demi waktu yang ada maka kita sebenarnya tidak mampu melakukan sesuatu untuk itulah Roh kita merindukannya.
Yang kedua. Berjaga jagalah di dalam doamu itu. Dengan berjaga jaga berarti hidup kita selalu berusaha bahwa apa sebenarnya kita tidak bisa apa apa. Dan tidak tahu apa yang akan terjadi bagi hidup kita berjaga jaga itulah yang penting.
Yang ketiga: berdalah untuk orang kudus. Karena orang kuduslah kita di jaga dan di lindungi oleh Allah, karena mereka yang selalu mendoakan kita.
Mari kita jadikan doa sebagai kesempatan untuk selalu dekat dengan Allah. Amin.
Jangan jadikan doa seperti obat yang hanya diminum saat kita sakit, tetapi jadikanlah doa seperti air yang diperlukan setiap hari.














