Siapakah yang Kamu Cari?
Renungan Harian dari Yohanes 18:1–11
Dalam hidup, ketika kita tahu sesuatu yang buruk akan terjadi,
kebanyakan dari kita akan berusaha menghindar.
Kita mencari jalan keluar.
Kita bersembunyi.
Kita menunda.
Namun Yesus justru melakukan hal yang berbeda.
Ia tahu bahwa penangkapan-Nya akan membawa-Nya pada penderitaan dan kematian di kayu salib. Tetapi Ia tidak lari. Ia tidak bersembunyi.
Sebaliknya, Ia maju dan bertanya,
“Siapakah yang kamu cari?”
Pertanyaan ini bukan hanya ditujukan kepada para prajurit saat itu.
Pertanyaan ini juga ditujukan kepada kita hari ini.
Siapakah yang kita cari dalam hidup ini?
Saat masalah datang, apakah kita mencari jalan kita sendiri?
Ataukah kita sungguh-sungguh mencari Tuhan?
Yesus menunjukkan ketaatan yang sempurna.
Ia tahu rencana Bapa harus digenapi, dan Ia memilih untuk taat—meskipun itu berarti penderitaan.
Di sisi lain, kita melihat respons manusia:
Yudas datang dengan pengkhianatan.
Petrus bertindak dengan emosi dan mencoba melawan dengan kekuatannya sendiri.
Bukankah kita sering seperti Petrus?
Ingin membela Tuhan, tetapi dengan cara kita sendiri.
Bertindak tanpa hikmat, tanpa benar-benar memahami kehendak Tuhan.
Namun Yesus tidak memilih jalan kekerasan.
Ia memilih jalan ketaatan.
Ia menyerahkan diri-Nya, bukan karena lemah,
tetapi karena kasih dan ketaatan kepada Bapa.
Renungan ini mengajak kita untuk merenung:
Apakah kita sungguh mempercayai rencana Tuhan?
Apakah kita berani tetap taat, bahkan ketika jalan itu tidak mudah?
Mengikut Yesus bukan berarti hidup tanpa masalah.
Tetapi berarti kita percaya bahwa di balik setiap proses, Tuhan sedang menggenapi rencana-Nya.
Hari ini, mari kita belajar menyerahkan kendali hidup kita kepada Tuhan.
Tidak lagi berjalan menurut kehendak sendiri, tetapi memilih taat seperti Yesus.
Karena di dalam ketaatan itulah,
rencana Tuhan yang indah dinyatakan dalam hidup kita.
Doa
Tuhan Yesus, sering kali aku ingin menghindari jalan yang sulit. Ajarku untuk taat seperti Engkau. Beri aku hati yang percaya kepada rencana-Mu, dan mampukan aku menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Amin.












