Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Melangkah jauh

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari sabat ini. 

Matius 5:38 48

Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Matius 5:41

Katanya mengalah itu indah, faktanya seringkali membuat lelah. Berulang kali membuat mata basah dan mulai muncul keinginan untuk menyerah karena terus saja dipaksa mengalah. Mengalah memang buat hati resah, tapi percayalah bahwa pada akhirnya akan indah.

Mengalah sebetulnya bukan berarti kalah. Mengalah bukan suatu hal yang pasif. Saya bisa melawan, bisa menjawab, bisa membalas tetapi saya memilih tidak melakukannya. Saya aktif melepaskan, tidak mempertahankan hak yang seharusnya menjadi milik saya. Mengalah merupakan tindakan murah hati.

Ayat emas menjelaskan tindakan mengalah secara harafiah. Pada zaman Alkitab dituliskan belum ada sepeda, motor, mobil, sepatu roda atau segway. Transportasi umum pada saat itu adalah berjalan kaki. Berjalan kaki ke mana mana pada zaman itu hal biasa. Namun, ketika kita berjalan karena terpaksa dan dipaksa, nah itu berbeda. Yang biasanya ringan menjadi beban. Yang biasanya dilakukan dengan sumringah, seketika jadi masalah. Bagaimana cara mengatasinya? Belajarlah mengalah! Lakukan dengan sukarela maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Kapan mengalah mulai jadi masalah? Ketika kita lakukan dengan jengkel, sebel, ngedumel, ngegerundel, dan mangkel. Nah, saat itulah mengalah menjadi masalah dan membuat lelah.

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk melakukan extra mile. Mengasihi orang yang mengasihi kita itu mile pertama, mengasihi orang yang jahat pada kita itu extra mile. Berdoa untuk mereka yang mendukung kita itu mile pertama, berdoa bagi musuh kita itu extra mile. Menolong orang yang selama ini baik pada kita itu mile pertama, menolong mereka yang selama ini benci pada kita itu extra mile.

Yesus juga berkata janganlah kita menjadi serupa dengan dunia tapi berubahlah oleh pembaruan budi. Saudara dan saya harus berubah dan tampil berbeda. Kita tidak perlu ikut arus melainkan berani melawan arus. Kita tidak ikut kebiasaan umum melainkan menuruti kebiasaan Tuhan. Belajarlah mengalah, berhentilah berkeluh kesah. Tinggalkan amarah dan mulailah mengalah.

Refleksi diri:

Kapan terakhir kali Anda aktif untuk mengalah? Bagaimana perasaan Anda dan adakah hasil yang didapatkan?

Apa komitmen yang ingin Anda ambil saat belajar untuk mengalah?

Mengapa menantikan Tuhan saja penting di dalam kehidupan kita?

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Ruang Tunggu Tuhan

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari ini. 

Ratapan 3

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
Ratapan 3:25 26

Jika masuk ke ruang tunggu kadang kita merasa tidak enak. Adakalanya kita harus menunggu dalam waktu yang lama. Kita bisa gelisah, nggak sabar, berkali kali melihat nomor antrean. Namun, ruang tunggu juga mengajarkan kita untuk belajar bersabar. Ketika nama kita dipanggil, ah akhirnya, betapa leganya.

Bagaimana jika Anda masuk ruang tunggu Tuhan? Kita bukan antre untuk mendapat giliran, melainkan untuk mendapat jawaban doa, seakan Tuhan terlalu banyak urusan melayani permintaan doa doa dari miliaran orang. Di ruang tunggu Tuhan, kita bisa belajar untuk memercayai Tuhan kembali, menyerahkan semua harapan kita kepada Nya.

Yeremia mengalami kesedihan yang mendalam saat ia menyaksikan bangsa Israel harus mengalami penderitaan di bawah kekuasaan bangsa lain, bait Allah dihancurkan, dan penduduk Yerusalem diangkut paksa. Orang Israel banyak kehilangan, mereka seperti ditinggalkan oleh Allah. Pasti banyak keputusasaan dialami orang Israel. Hari hari berubah menjadi gelap, masa depan tidak jelas. Kita pun bisa mengalami keadaan yang begitu berat sampai sampai merasa sangat tidak berdaya dan keputusasaan mulai membayangi.

Namun, kitab Ratapan adalah kitab dengan pengharapan juga. Di tengah segala kesulitan yang dialami bangsa Israel, firman Tuhan mengingatkan bahwa di dalam keadaan berat sekalipun, pengharapan tetap ada, TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. atau kalimat ini juga bisa berarti demikian, Tuhan adalah baik bagi orang yang menantikan Dia. Berharap kepada Tuhan seperti kita sedang di dalam ruang tunggu Tuhan. Kita hanya menantikan Tuhan sendiri, bukan yang lain. Penantian terpenting sebenarnya sudah digenapi di dalam Tuhan Yesus. Juruselamat yang sudah datang membebaskan kita dari hukuman dosa.

Kepada siapa kita berharap akan menentukan seperti apa sikap hidup kita dan apa yang nanti akan kita tuai. Pacar, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, orangtua, anak, saudara seiman, hamba Tuhan, bukanlah sumber pengharapan kita. Tuhan Yesus saja pengharapan kita. Belajarlah menantikan Yesus dengan sepenuh hati, menaruh pengharapan yang sungguh kepada Nya. Sekalipun kehidupan terkadang mengecewakan, tetapi menantikan Tuhan tidak pernah mengecewakan.

Refleksi diri:

Setelah membaca renungan di atas, apa yang mau Anda lakukan bersama Tuhan di tengah situasi yang berat?

Mengapa menantikan Tuhan saja penting di dalam kehidupan kita?

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Tuhan Yang Memampukan kira

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari ini. 

Baca: Keluaran 3:1-22
"Tetapi Musa berkata kepada Allah: 'Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?'" (Keluaran 3:11)

Musa adalah manusia biasa seperti kita, punya keterbatasan dan ketidakmampuan. Hal ini terlihat dari reaksi Musa saat ia dipilih Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel. Saat dipanggil Tuhan, awalnya Musa tidak antusias maupun mengiyakan karena dia tahu "siapa dirinya dan latar belakangnya". "Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian." (ayat 1a). Selama bertahun-tahun Musa menghabiskan waktu di padang belantara bersama domba-domba mertuanya.

Alasan Musa sempat menolak panggilan Tuhan adalah: Pertama, Musa merasa kurang mampu. Adalah hal yang masuk akal bila Musa menyatakan ketidakmampuannya, apalagi secara biologis, fisiknya kurang mendukung; usianya sudah 80 tahun tatkala Tuhan memanggil sehingga dia merasa sudah tua dan rapuh dan berdaya. Pernyataan yang disampaikan Musa merupakan satu ungkapan yang logis dari sudut pandang manusia. Namun Tuhan menjawab "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau:.." (ayat 12). Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan jaminan penyertaan kepada Musa dan akan berkarya melalui hidup Musa.

Bukankah kita sering berkata seperti Musa? Berbagai dalih dan alasan kita kemukakan untuk menolak panggilan Tuhan dalam hidup kita karena merasa tidak mampu, tidak punya bakat, sok sibuk, dan sebagainya. Adalah manusiawi bagi Musa menjadi gentar karena dari seorang gembala domba dipanggil untuk menjadi pemimpin suatu bangsa yang besar. Itu tidak mudah!

Kedua, Musa merasa tidak punya kredibilitas. Selain kurang mampu, Musa juga merasa bahwa pilihan Tuhan terhadap dirinya itu salah karena dia sama sekali tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Musa memikirkan apa yang harus dikatakannya kalau suatu saat ia bertemu dengan banyak orang: "...apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" (ayat 13).

Manusia tidak akan pernah mampu jika hanya mengandalkan kekutan sendiri tanpa pertolongan Tuhan!

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Kreatif dan produkti

Lukas 19:11 27

Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
Lukas 19:26

Pandemi adalah masa yang menjadi tantangan baru bagi setiap orang. Banyak hal yang harus diadaptasi dalam situasi ini. Waktu lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Kita harus mengerjakan segala macam aktivitas (bekerja, sekolah atau pelayanan), hampir semuanya dari rumah. Salah satu rintangan yang seringkali dihadapi adalah mencari cara agar tetap kreatif dan produktif di masa pandemi. Nah, melalui firman Tuhan di Lukas 19 kita diajarkan bagaimana agar tetap kreatif dan produktif meski terpaksa diam di rumah.

Dikisahkan seorang bangsawan hendak pergi keluar negeri untuk dinobatkan menjadi raja. Dia menitipkan uang sepuluh mina kepada sepuluh hambanya (ay. 12 13). Sang tuan memerintahkan para hamba agar menggunakan uang tersebut untuk berdagang dan mendapatkan keuntungan. Sekembalinya, ia meminta tanggung jawab mereka (ay. 15).

Orang pertama dan kedua melaporkan bahwa mereka sudah mendapatkan keuntungan sepuluh dan lima mina. Mereka dipuji tuannya sebagai hamba yang baik dan setia (ay. 17). Namun, orang ketiga tidak mengusahakan uang tersebut. Ia malah menyimpannya saja. Alhasil, raja menghukumnya.

Mengapa raja tidak menyukai tindakan orang ketiga itu? Bukankah jumlah uangnya tidak berkurang? Ternyata, raja ingin agar hambanya bertindak keatif dan produktif dalam menggunakan potensi yang dipercayakan kepadanya. Meskipun hanya satu mina atau talenta, potensi tersebut tidak boleh diremehkan dan disimpan begitu saja. Mina atau talenta harus dikelola supaya berkembang dan bertambah banyak, serta memberi manfaat kepada diri sendiri dan lingkungan.

Terkadang, kita cenderung seperti orang ketiga. Dalam kerohanian, kita mungkin menyimpan talenta, bakat, dan kemampuan yang Tuhan berikan. Akibatnya, kita tidak produktif dalam pelayanan. Jangan pernah lupa, Tuhan Yesus akan datang kembali sebagai Raja yang akan menghakimi dan menuntut pertanggungjawaban atas semua talenta yang kita miliki. Mari kobarkan semangat untuk berkreasi dan menjaga produktivitas kita dalam melayani Yesus sampai kedatangan Nya kembali ke dunia. Tetap antusias! Mari maksimalkan segala talenta yang sudah Tuhan beri untuk melayani Dia dan sesama bagi kemuliaan Tuhan.

Refleksi diri:

Bagaimana sikap Anda terhadap kepercayaan Tuhan yang sudah memberikan talenta kepada Anda untuk dikelola?

Apa yang Anda lakukan agar telenta tersebut dapat berkembang dan bertambah banyak?
Share:

Musium kehidupan

Selamat pagi bpk ibu jemaat. Gimana kabarnya , sehat selalu dan tetap dalam lindungan Tuhan. Selamat beraktifitas.dan menikmati Tuhan di hari ini. 

Mazmur 147

TUHAN senang kepada orang orang yang takut akan Dia, kepada orang orang yang berharap akan kasih setia Nya.
Mazmur 147:11

Pernah mendengar nama Chiune Sugihara? Sugihara adalah seorang diplomat Jepang untuk negara Lithuania, yang karena jasanya dibuatkan museum. Jadi pada tahun 1939 1940, ia ditugaskan di Kaunas, Lithuania. Pada masa itu Sugihara setuju untuk menerbitkan visa transit untuk enam ribu orang pengungsi Yahudi dari Polandia yang ingin meninggalkan Lithuania, lari dari kejaran Nazi. Tanpa visa transit tersebut, mungkin orang orang itu tidak akan selamat. Museum itu didirikan sebagai peringatan atas jasa jasanya.

Penting untuk mengingat jasa seseorang yang berdampak bagi kehidupan kita. Mereka yang telah memberikan perubahan atas diri kita. Lebih penting juga mengingat segala karya Tuhan bagi kita. Apakah kita sungguh melihat karya luar biasa Tuhan terjadi di dalam kehidupan kita?

Mazmur 147 berisi puji pujian kepada Tuhan karena Dia layak dipuji dan disembah. Sejak awal pemazmur menceritakan segala perbuatan Allah yang Mahabesar, yang memperhatikan orang orang kecil. Segala ciptaan ada karena Dia, semuanya berjalan di dalam pemeliharaan Tuhan. Ketika ciptaan terluka, Dia membalut luka lukanya. Kita seharusnya semakin takjub ketika di ayat 5 dikatakan, Besarlah TUHAN kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan Nya tak terhingga.
Andai kita memiliki museum di hati kita, apa saja yang mau kita taruh di dalamnya? Saat kelahiran, itu karena Tuhan. Saat masuk sekolah, itu karena Tuhan. Saat mendapatkan gaji pertama, itu juga dari Tuhan. Saat menikah, itu karena Dia juga. Saat kita sedang terluka, Tuhan yang membalut kita, dan saat sedang terpuruk, Tuhan yang menopang, bahkan saat sendirian, Tuhan yang menyertai. Museum kehidupan kita seharusnya berisi tentang karya karya kebaikan Tuhan.

Namun, jangan melupakan satu yang paling penting. Alasan utama kenapa kita harus menghormati dan memuji Dia adalah karena Tuhan Yesus menyelamatkan hidup kita. Pemberian terbesar Allah adalah Kristus Yesus. Dia bukan hanya menyelamatkan enam ribu orang, tetapi seluruh orang yang percaya kepada Nya di sepanjang sejarah dunia. Jika kita sudah mengalaminya, setiap kali mengingatnya kita selayaknya mensyukuri dan memuji Dia. Ingatlah jasa Tuhan Yesus di museum kehidupan kita dan bersyukurlah untuk semuanya itu.

Refleksi diri:

Coba lihat kembali kehidupan Anda, apa karya karya indah yang Tuhan Yesus telah lakukan di dalam kehidupan Anda?

Apa karya karya yang mau Anda syukuri sampai hari ini?

Jangan kendor dan longgar tetap 6 M 
masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. menja uhi kerumunan mobilitas, makan bersama. laksanakan. Demi menghindari dan menyelamatkan keluarga dan saudara kita...amin
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.