Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Pekerjaan Yesus

Aku sudah memuliakan Engkau di atas bumi sambil menyempurnakan pekerjaan yang telah Engkau serahkan kepada-Ku akan membuat dia.

Yohanes 17:4 (TB)  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Yokanan 17:4 Kawula sampun ngluhuraken Paduka wonten ing bumi kanthi patrap anggen Kawula sampun ngrampungaken padamelan ingkang Paduka bebahaken dhateng Kawula supados katindakaken.


Di sini Yesus menyampaikan kepada Bapa-Nya salah satu doa terakhir-Nya di bumi ini. Dalam ayat ini, Dia merujuk pada pekerjaan yang telah Dia selesaikan. Dia tahu bahwa waktu-Nya di bumi telah berakhir. Dia telah melihat hidup-Nya dan Dia berkata, yang intinya, "Bapa, Aku telah melakukan yang terbaik yang Aku bisa. Tidak ada lagi yang harus Aku lakukan di sini. Aku telah mempersiapkannya sebaik mungkin. Sudah saatnya bagi-Ku untuk melakukan apa yang harus Kulakukan." Dan dengan demikian, hal itu dimulai. Tindakan cinta terbesar yang diketahui umat manusia akan segera terungkap. Bahwa Yesus harus mati di kalvari, Yesus harus bijak dalam menentukan pilihan  hidup, secara normal manusia tidak berani untuk menyerahkan nyawanya, bahkan pikir pikir dulu, namun Yesus mau melakukan pekerjaan yang istimewa ini berkorban bagi manusia yang berdosa. 
Trimalah Dia sebagai teladan dan pedomam hidup dalam menentukan pilihan mu. Amin

Doa
Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu atas apa yang telah Engkau lakukan bagi saya di Kalvari. Kau memberikan hidup-Mu untukku. Kau mencintaiku tanpa syarat. Kau menderita dan mati untukku. Bantulah aku untuk layak menerima pengorbanan-Mu. Amin.
Share:

Pekerjaan Yesus

Aku sudah memuliakan Engkau di atas bumi sambil menyempurnakan pekerjaan yang telah Engkau serahkan kepada-Ku akan membuat dia.

Yohanes 17:4 (TB)  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Yokanan 17:4 Kawula sampun ngluhuraken Paduka wonten ing bumi kanthi patrap anggen Kawula sampun ngrampungaken padamelan ingkang Paduka bebahaken dhateng Kawula supados katindakaken.


Di sini Yesus menyampaikan kepada Bapa-Nya salah satu doa terakhir-Nya di bumi ini. Dalam ayat ini, Dia merujuk pada pekerjaan yang telah Dia selesaikan. Dia tahu bahwa waktu-Nya di bumi telah berakhir. Dia telah melihat hidup-Nya dan Dia berkata, yang intinya, "Bapa, Aku telah melakukan yang terbaik yang Aku bisa. Tidak ada lagi yang harus Aku lakukan di sini. Aku telah mempersiapkannya sebaik mungkin. Sudah saatnya bagi-Ku untuk melakukan apa yang harus Kulakukan." Dan dengan demikian, hal itu dimulai. Tindakan cinta terbesar yang diketahui umat manusia akan segera terungkap. Bahwa Yesus harus mati di kalvari, Yesus harus bijak dalam menentukan pilihan  hidup, secara normal manusia tidak berani untuk menyerahkan nyawanya, bahkan pikir pikir dulu, namun Yesus mau melakukan pekerjaan yang istimewa ini berkorban bagi manusia yang berdosa. 
Trimalah Dia sebagai teladan dan pedomam hidup dalam menentukan pilihan mu. Amin

Doa
Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu atas apa yang telah Engkau lakukan bagi saya di Kalvari. Kau memberikan hidup-Mu untukku. Kau mencintaiku tanpa syarat. Kau menderita dan mati untukku. Bantulah aku untuk layak menerima pengorbanan-Mu. Amin.
Share:

Hormati Orang Tuamu

Hai anakku! peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu.
Amsal 6:20 (TB)  Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.
Wulang Bebasan 6:20 (JAWA81)  He anakku, pepakone bapakmu estokna, lan aja ninggal piwulange ibumu.

Inspirasi pagi
Di dalam Alkitab, kita berkali-kali diingatkan akan pentingnya menghormati orang tua kita. Nasihat itu khusus untuk kepatuhan dan perintah. Kita harus patuh dan belajar dari orang tua kita. Tuhan menghargai keluarga sebagai suatu unit dan peran orang tua adalah yang terpenting dalam rencana Tuhan. Ketika kita menghormati orang tua kita, kita menyenangkan Tuhan.
Lalu bagaimana dengan orang tuanya yang sudah mati, apakah aku harus pergi ke kuburnya setiap hari minta doa doanya. Tidak! Kita akan terus menghormati wejangan wejangan yang diberikan sebelum meninggal, kita menghormati kasih sayangnya, menghormati imannya selama masih hidup. Jangan karena sudah tidak ada kita juga  tidak lagi menghormatinya. Apakah kita harus, bikin selamatannya Untuk menghormati. Bukan juga. Orang yang sudah mati tidak perlu kehormatan dari manusia, sebab yang sudah mati itu urusannya Allah, kita yang hidup ini adalah mempertangung jawabkan untuk menghormati Tuhan yang memberi kehidupan, sebab hanya Tuhan yang layak mendapatkan penghormatan. Bukankah. Kita menjadi sombong ketika kita bisa menghormati dengan nyembelih sapi, kambing, untuk tetangga kita, siapa yang di hormati, almarhum. Tentu bukan. Orang pasti berkata. Yang punya acara. Untuk itu. Hormatilah kasih dan wejangan wejangannya, keteladanan keteladanannya, dan imannya.

Doa
Bapa, aku berterima kasih kepada-Mu atas orang tuaku. Atas ilmu, kebijaksanaan, dan perhatian yang telah mereka berikan kepadaku. Bantu aku untuk mengingat pelajaran yang telah mereka ajarkan kepadaku dan bantu aku untuk menghormati mereka dalam semua hal yang aku lakukan. Amin

Share:

Lakukan Firman

Yakobus 1:22 (TB)  
Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri.
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Yakobus 1:22 (JAWA81)  Nanging padha nglakonana ing pangandika, aja mung ngrungokake bae, jalaran manawa ora mangkono kowe ngapusi awakmu dhewe.

Dalam ayat ini, Yakobus mengajak kita untuk melakukan tindakan nyata. Kita tidak boleh hanya mendengarkan firman Tuhan tapi tidak melakukan apa-apa. Ini tidak berguna bagi perkembangan kerajaan Tuhan. Kita harus menjadi pelaku firman. Mewujudkan firman Tuhan. Membuat perbedaan. Jika kita hanya mendengar, kita hanyalah "penumpang bangku gereja". Kita tidak lebih berarti daripada cat yang menempel di dinding. Kecuali kita mewujudkan firman Tuhan dalam perbuatan kita, kita tidak berguna bagi kerajaan Tuhan. Jadilah pelaku firman.
Doa. 
Bapa, aku tidak ingin hanya menjadi cat yang menempel di dinding. Aku ingin umat-Mu yang berguna. Aku mohon bantulah aku untuk menjadi pelaku firman-Mu, bukan hanya orang yang mendengar dan tidak melakukan apa-apa.
Share:

Pengharapan di balik pergumulan

Mazmur 73:1 28

Sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah dan memperhatikan kesudahan mereka.
 Mazmur 73:17

Bagaimana perasaan Anda ketika menyaksikan orang orang yang tidak mengenal Tuhan dan suka menghujat Dia, tetapi justru hidup mereka makmur dan berhasil? Sebaliknya orang orang yang percaya Tuhan dan taat kepada firman Nya, tampaknya hidup mereka biasa biasa saja bahkan terkadang hidup di dalam kekurangan.

Mazmur 73 ini memperlihatkan ungkapan kegalauan hati pemazmur karena apa yang ia percayai tentang Allah, berbeda dengan kenyataan yang dialaminya. Pemazmur tahu Allah itu baik dan memberkati umat Nya yang hidup benar, tetapi menghukum mereka yang tidak percaya. Namun realitanya, ia melihat musuh musuhnya justru hidup makmur, lancar, dan tidak kena tulah (ay. 3 12). Sedangkan orang yang melayani Allah tampaknya lebih menderita (ay. 13 14). Pemazmur cemburu dan tawar hati ketika dia membandingkan penderitaannya dengan kebahagiaan orang orang fasik (ay. 1, 13).

Di tengah tengah pergumulannya tersebut pemazmur berseru kepada Tuhan. Akhirnya ia mendapat jawaban yang menguatkan dirinya. Pertama, orang orang fasik bisa saja berhasil dan makmur di dunia karena itu adalah anugerah umum dari Allah. Akan tetapi kemakmuran yang mereka nikmati hanya sementara sebab mereka akan dibinasakan dalam sekejap mata (ay. 18 20). Kedua, menyadari bahwa berkat sesungguhnya bagi umat Allah adalah tidak hanya berupa materi tetapi juga rohani. Mereka mengenal Tuhan dan menikmati damai dan sukacita bersama Dia di bumi dan di sorga (ay. 23 28). Ini adalah orientasi hidup yang berfokus kepada kekekalan di sorga.

Mari kita belajar tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain supaya tidak timbul kemarahan dan iri hati atas keberhasilan mereka. Percayalah bahwa setiap orang mendapatkan berkatnya masing masing. Lihat dan renungkan semua berkat Tuhan yang sudah Anda terima dan bersyukurlah kepada Nya senantiasa. Sebab kemakmuran orang fasik hanya sementara, tetapi orang benar akan memperoleh upah yang kekal. Kita perlu belajar percaya dan menyerahkan pergumulan kita kepada Tuhan serta mendoakan mereka yang belum percaya. Hiduplah dalam kekudusan dan kebenaran.

Refleksi diri:

Apakah Anda pernah memiliki perasaan yang sama dengan pemazmur yang marah dan iri hati dengan keberhasilan orang lain?

Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi kemarahan dan iri hati tersebut?

 Tetap  3 M. Karena covid belum selesai. Dan selalu andalkan Tuhan

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.