Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

 Meragukan Panggilan Tuhan

Yunus 1:1 3

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
 Amsal 3:5

Banyak orang berkata, Zaman sekarang mah gampang mau kemana mana, tinggal liat aja Google Maps atau Waze. Saya juga merasakan kecanggihan aplikasi tersebut, meski beberapa kali juga dibuat bingung karena disuruh berbelok di jalan tanpa belokan atau petunjuk yang berubah ubah karena posisi ponsel yang salah. Meski sudah demikian maju, teknologi tetap memiliki kekurangan dan tidak dapat menjadi satu satunya pegangan untuk menunjukkan arah. Bagaimana dalam menjalani hidup? Sering kita mendengar himbauan menjadikan Tuhan satu satunya pegangan dalam hidup, tetapi permisi bertanya: benarkah demikian?

Kisah panggilan Yunus menyajikan potret jujur dari natur keberdosaan manusia. Yunus seorang nabi utusan Allah, tetapi ia memberikan penolakan yang luar biasa terhadap panggilan Allah. Apa yang terjadi? Mengapa ia bereaksi hingga demikian? Mari kita kenal lebih dalam Yunus dan juga penghuni kota Niniwe.

Yunus terkenal sebagai nabi yang ditelan oleh ikan besar, tetapi bagi orang Israel pada zaman itu ia adalah nabi yang nasionalis. Ia dipakai oleh Tuhan di Israel Utara pada zaman Raja Yerobeam bin Yoas untuk menubuatkan perluasan daerah Israel (2Raj. 14:25). Sedangkan, penghuni kota Niniwe adalah orang Asyur, musuh bebuyutan orang Israel. Inilah pergolakan batin Yunus, bagaimana seorang yang menyuarakan kebaikan bagi Israel juga menyerukan pertobatan kepada musuh bebuyutan mereka?

Kegalauan hati Yunus semakin terlihat dalam doanya, … Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, …, yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan Nya. (Yun. 4:2b). Ia tahu Tuhan akan memaafkan orang Asyur sehingga lebih memilih lari dari tugasnya (ay. 3). Yunus mengenal Tuhan dan tahu apa yang akan Dia perbuat, tetapi ia meragukan tindakan Tuhan adalah pilihan yang terbaik.

Panggilan Tuhan buat kita mungkin tidak seperti panggilan Nya kepada Yunus. Namun, jelas tertulis di Alkitab bahwa kita yang dahulunya pembangkang telah ditebus oleh darah Yesus agar kita dapat melakukan pekerjaan baik yang sudah Dia persiapkan (Ef. 2:10). Mari terus berjuang untuk melakukan firman Tuhan dalam hidup, meski kadang harus mendorong kita keluar dari zona nyaman diri kita.

Refleksi Diri:

Apa panggilan/perintah Tuhan yang paling sulit Anda lakukan? Mengapa?

Adakah Tuhan menggerakkan hati Anda untuk mengerjakan sesuatu bagi orang lain?

Doa
Tuhan yang limpah dengan anugerah, aku menyerahkan hari ini ke dalam tangan-Mu. Apapun yang akan kukerjakan pada hari ini kiranya selaras dengan kebenaran-Mu, sehingga dengan demikian aku dapat hidup dengan menyenangkan hati-Mu. Sertailah diriku senantiasa dengan Roh-Mu, karena hanya dekat dengan diri-Mu saja aku merasa tenang. Di dalam penyertaan-Mu itu aku juga akan mengalami keberhasilan demi keberhasilan. Aku menyerahkan hidup di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu sebagai persembahan yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala yang baik, aku berdoa. Amin.

Share:

 Jadilah Kuat Dalam AnugerahNya

2 Timotius 2:1 10

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2 Timotius 2:1

Kita bersyukur kemajuan dan perkembangan teknologi yang cepat telah memberi kemudahan dan kecepatan dalam berbagai bidang. Namun, kemajuan teknologi tidak menjamin kehidupan manusia menjadi lebih kuat dan tangguh di saat menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan hidup. Kita mungkin pernah mendengar orang orang yang sukses dalam karier, tetapi hidupnya hampa dan hanyut dalam keputusasaan. Pertanyaannya adalah apakah yang perlu kita pahami agar di tengah kemajuan dan perkembangan teknologi, kita tetap menjadi pribadi yang kuat dan tangguh?

Rasul Paulus menasihati Timotius agar kuat oleh anugerah Allah. Nasihat ini penting bagi Timotius yang masih muda dan belum banyak pengalaman agar tetap kuat dalam mengembalakan jemaat Efesus. Kesulitan dan tantangan pelayanan bisa membuat Timotius menjadi lemah dan mudah putus asa. Paulus selama hidupnya telah memberikan teladan bagaimana saat menghadapi tantangan dan kesulitan pelayanan, ia berhasil melewatinya di dalam anugerah Allah karena anugerah tersebut tidaklah sia sia (1Kor. 15:10).

Paulus menasihati dengan memberikan tiga gambaran bagaimana seharusnya menjadi seorang murid Kristus. Seorang murid Kristus haruslah kuat seperti seorang prajurit yang baik, olahragawan yang mengikuti peraturan dengan benar (taat), dan petani yang bekerja keras (ay. 4 6). Setiap gambaran karakter memerlukan ketekunan dan ketahanan untuk menghadapi kesulitan yang dihadapi jika ingin berhasil. Prajurit yang tidak fokus sebelum perang berakhir, tak akan meraih kemenangan. Olahragawan yang tidak menaati peraturan peraturan pertandingan, tak akan meraih medali. Dan petani yang bersantai santai sebelum musim panen dimulai, tak akan menuai hasil. Ketiganya membutuhkan kekuatan, ketaatan, dan kerja keras yang bersumber kepada Allah, Sang Sumber Kekuatan. Selain itu, sadarilah bahwa kekuatan itu tidak datang ketika seseorang duduk diam dan mengira Tuhan akan mencurahkannya begitu saja ke dalam dirinya.

Janganlah pernah takut secepat apa pun perubahan dunia karena dalam menjalani hidup kita tidak sendirian. Ada Tuhan Yesus yang menjadi Sahabat yang selalu memberi kekuatan dan pertolongan. Marilah menjadi kuat dalam anugerah Allah meskipun kesulitan dan tantangan datang silih berganti. Ketaatan dan kerja keras di dalam Yesus Kristus akan membawa setiap kita mengalami kelimpahan anugerah Allah supaya hidup dan pelayanan kita senantiasa digerakkan oleh anugerah Allah.

Refleksi Diri:

Apa yang Anda lakukan sekarang saat menghadapi kesulitan dan tantangan hidup berdasar firman Tuhan hari ini?

Apakah Anda sudah memintakan anugerah Allah yang membuat Anda kuat, taat, dan mampu bekerja keras?


Doa.
Tuhan, aku bersyukur untuk hari-hari yang telah aku lewati di tahun yang baru ini. Di setiap waktu aku dapat merasakan tangan-Mu memegang dan menuntun hidupku untuk berjalan di jalan-Mu yang benar. Aku percaya hari ini Engkau akan melakukan hal yang sama di dalam hidupku. Sertailah diriku di setiap waktu, dan tuntunlah diriku agar aku sanggup membuat keputusan-keputusan yang berkenan kepada-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Jauhkanlah diriku dari pencobaan dan lindungilah diriku dari yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala yang baik, aku berdoa. Amin.

Share:

Kasih Berkualiatas

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45)

Hidup yang mulia adalah hidup di dalam kasih yang berkualitas mulia, yaitu kasih yang tidak bersyarat. Tentu kualitas kasih yang paling rendah adalah kasih yang egoistis, di mana orang hanya mengasihi dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Kasih yang lebih baik daripada itu adalah kasih yang bersifat timbal balik. Yaitu hanya mengasihi orang yang berbuat baik terhadap kita. Namun tidak demikian halnya dengan kasih yang mulia. Itulah kasih yang tidak tergantung kepada perilaku dari orang yang kita kasihi. Entah yang bersangkutan berbuat baik terhadap diri kita atau tidak, kita tetap mengasihi yang bersangkutan. Apapun yang ia lakukan terhadap diri kita, kita tetap mengasihi dirinya.

Kasih yang mulia seperti itulah yang diajarkan oleh Yesus di dalam Matius 5. Di situ dicatat Ia menyuruh para pengikut-Nya agar mengasihi orang lain dengan kasih yang tidak bersyarat. Ia berkata: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Kemudian Ia menjelaskan bahwa kasih yang seperti itulah yang ada pada diri Allah Bapa, "...yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik..." Ia menjelaskan pula bahwa hanya dengan demikian barulah para pengikut-Nya akan pantas untuk disebut sebagai anak-anak Allah. Itulah kehidupan yang mulia. Dengan kata lain, hidup yang mulia adalah hidup dengan mengasihi orang lain secara tidak bersyarat.

Apakah yang menjadi kendala bagi Anda untuk meneladani Allah di dalam mengasihi semua orang secara tidak bersyarat? Mengapa demikian?

Aplikasi
Mari pàgi ini, kita ingat bahwa Tuhan selalu memberi anugerahmu, kalau saja kasih-Mu bersyarat maka Engkau tidak akan pernah mengasihi diriku. Sebab sesungguhnya diriku tidak layak untuk Engkau kasihi. Aku menyadari bahwa diriku adalah orang yang berdosa dan penuh dengan noda. Namun dengan kasih yang tidak terbatas Engkau telah menerima diriku apa adanya, menghapuskan masa laluku dan memberikan masa depan yang baru bagi diriku. Bapa yang penuh rahmat, aku mengaku bahwa sikap egois telah menghalangi diriku untuk mengasihi semua orang seperti diri-Mu. Tolonglah diriku dengan Roh dan firman-Mu agar aku dapat meneladani kasih-Mu, supaya dengan demikian aku layak untuk disebut sebagai anak-Mu.
 
Doa. 
Dengan merendahkan hati di hadapan-Mu aku memohon agar Engkau berkenan menyertai diriku di sepanjang hari ini. Melalui semua hal yang kualami pada hari ini bentuklah hatiku agar menjadi semakin serupa dengan hati-Mu. Pakailah aku untuk menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang bertemu dengan diriku pada hari ini. Supaya dengan demikian apabila ada di antara mereka yang belum mengenal diri-Mu maka melalui kehidupanku aku dapat memperkenalkan kasih-Mu kepada mereka. Tuhan, berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Di dalam tuntunan-Mu jadikan semuanya itu berkenan kepada-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.
Share:

Prioritas Yang Tepat

2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:2-4)

Prioritas kehidupan seseorang akan menentukan kualitas dari kehidupan yang bersangkutan. Prioritas itu dapat dilihat dari apa yang akan ia utamakan di saat berada di dalam keadaan yang terdesak. Orang yang mutu kehidupannya rendah akan mendahulukan kebutuhan dirinya yang bersifat sesaat, dan bahkan untuk itu ia rela mengorbankan hal-hal yang bersifat abadi. Sebagai contoh, ketika didesak untuk memilih antara jabatan atau iman kepada Kristus, ia akan menjual imannya demi memperoleh jabatan yang ia inginkan. Namun apabila ia tetap mengutamakan hal-hal yang bersifat abadi, walaupun untuk itu ia harus mengesampingkan hal-hal yang bersifat sementara, pilihan tersebut menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang memiliki kualitas kehidupan yang luhur.

Hal itulah yang terlihat di dalam diri Yesus Kristus sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 4. Sesudah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, dan Ia merasa lapar, Yesus menolak bujukan Iblis untuk mengubah batu menjadi roti. Bukan karena Ia tidak mampu melakukannya, namun oleh sebab Ia tidak bersedia menuruti perkataan Iblis. Dengan kata lain, Ia lebih mendahulukan komitmen-Nya kepada firman Allah yang bersifat abadi daripada mengatasi rasa lapar yang bersifat sementara yaitu dengan menuruti perkataan Iblis. Prioritas yang diambil oleh Yesus ini, yaitu mengutamakan hal-hal yang bersifat abadi lebih dari pada hal-hal yang bersifat sementara, menjadi teladan tentang kualitas kehidupan yang luhur bagi kita, para pengikut-Nya.

Pertanyaan untuk Direnungkan

Selama ini apabila Anda didesak untuk memilih antara hal-hal yang bersifat abadi atau sementara, manakah yang Anda prioritaskan? Apakah buktinya?

Tindakanku. 
Mari sebagai orang percaya. Yesus telah mengajar tentang bagaimana seharusnya aku mengatur prioritas kehidupan dengan benar. Dengan mendahulukan hal-hal yang bersifat abadi lebih daripada yang bersifat sementara, maka aku, bagaimanapun latar belakang hidupku di masa lampau, sekarang akan memiliki kualitas kehidupan yang luhur. Tuhan, berikanlah kepadaku hikmat agar aku sanggup membedakan antara hal-hal yang seharusnya aku utamakan dan yang tidak sepatutnya aku prioritaskan. Dengan demikian Engkau menolong diriku agar memiliki kualitas kehidupan yang semakin bermakna dan tidak sia-sia.

Doaku. 
Oleh sebab itu mengawali hari ini aku berdoa agar Engkau berkenan menuntun hidupku di sepanjang hari ini dengan Roh-Mu yang kudus. Tuntunan-Mu akan memampukan diriku untuk menjalani hari ini di dalam prioritas kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Mu. Aku memohon berikanlah kepadaku kepekaan agar aku dapat mengenali tipu daya Iblis yang mencoba menyeret diriku kepada prioritas kehidupan yang keliru. Anugerahilah diriku dengan kemampuan untuk menolak bujukan Iblis tersebut dan menang atas pencobaan yang aku hadapi di setiap hari. Tuhan, berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa. Amin.
Share:

Apakah Tujuan Hidupku?

 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya. (Matius 3:15)

Hidup yang mulia adalah hidup dengan tujuan untuk melakukan kehendak Allah. Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup. Bahkan orang yang tidak memiliki tujuan hiduppun sebenarnya juga memiliki tujuan, yaitu hidup dengan tujuan untuk tidak bertujuan, alias hidup asal hidup. Memang semua orang memiliki tujuan hidup, namun tidak semua orang memiliki tujuan hidup yang sama. Sedangkan kualitas hidup kita sangatlah ditentukan oleh tujuannya. Apabila tujuan hidup kita bersifat mulia maka bobot hidup kitapun akan menjadi mulia. Sebaliknya bila tujuan hidup kita nista maka bobot hidup kitapun akan menjadi hina. Di dalam hal ini tidak ada tujuan hidup yang lebih mulia melampaui hidup dengan maksud untuk melakukan seluruh kehendak Allah.

Hal itulah yang dikemukakan Tuhan Yesus kepada Yohanes Pembaptis di dalam Matius 3. Di situ dicatat, Ia berkata bahwa keberadaan-Nya di dunia adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Termasuk apabila Ia meminta agar Yohanes membaptis diri-Nya hal itu adalah juga untuk melakukan kehendak Allah. Dengan cara demikian Ia memberikan teladan kepada kita tentang pentingnya untuk hidup merendahkan hati, mengesampingkan kehendak diri sendiri dan memasrahkan hidup untuk melakukan kehendak Allah. Tujuan hidup inilah yang akan mengakibatkan diri kita menjadi mulia di pandangan Tuhan.

Pertanyaan untuk Direnungkan

Apakah yang menjadi tujuan hidup Anda? Sudah muliakah tujuan tersebut?

Aplikasi
Tuhan, aku bersyukur karena bagaimanapun latar belakang hidupku aku dapat menjadi orang yang mulia di pemandangan-Mu. Tanpa menimbang pada tingkat sosial manapun saat ini diriku berada, aku dapat menjadi orang yang berharga di mata-Mu. Yaitu apabila aku hidup untuk melakukan kehendak-Mu seperti yang Engkau sendiri telah teladankan bagi diriku. Tuhan, ajarlah aku untuk senantiasa hidup di dalam kerendahan hati di hadapan-Mu, dan menaklukkan kehendakku di bawah kehendak-Mu. Sebab hanya dengan demikian barulah diriku dapat menyenangkan hati-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari.

Doa
Tuhan, kembali aku menyerahkan seluruh waktu yang akan kujalani pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah diriku agar aku semakin mengenal kehendak-Mu. Berikanlah kepadaku telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat rancangan-Mu bagi hidupku. Aku memohon tuntunan Roh Kudus-Mu bagi hidupku agar supaya aku dapat berjalan menurut rancangan-Mu. Aku juga menyerahkan semua yang akan kukerjakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Sertailah diriku senantiasa agar supaya damai sejahtera-Mu berlimpah-limpah atas hidupku. Jadikanlah diriku berkat di manapun aku berada, supaya dengan demikian hidupku memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.