Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

LEBIH DARI SEKADAR PERCAYA!

Ibrani 4:16
Matius 11:28 (TB)  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Dalam sebuah acara, pembicara bertanya kepada para audiens, “Apakah Anda semua percaya air ini bisa menghilangkan rasa haus?”, “Percaya”, jawab audiens serempak. “Apakah rasa haus Anda akan hilang ketika Anda percaya?” Tanya pembicara itu kembali. Pertanyaan itu kemudian menjadi kesimpulan dari sang pembicara untuk menjelaskan tentang kepercayaan kepada Tuhan. Kita bisa katakan bahwa kita percaya kepada Tuhan. Namun kepercayaan tersebut tak lantas menjawab berbagai “kebutuhan”, “pertanyaan”, dan “masalah” dalam kehidupan kita. Bukannya Tuhan tak mampu menolong, permasalahannya adalah apakah kita mau datang dan menyambut pertolongan tersebut. Seperti halnya rasa haus akan hilang ketika kita mulai mengambil dan meminum air, maka kita pun bisa menikmati bagaimana Tuhan yang kita percayai itu ketika kita “merasakan Tuhan” secara nyata di dalam kehidupan kita. Singkatnya, kita harus “mengalami Tuhan” sebagai pengalaman-pengalaman rohani dalam perjalanan iman kita. Ketika susah, kita merasakan Tuhan menghibur. Saat sakit, kita mengalami bagaimana Tuhan menyembuhkan. Tatkala lemah, kita menikmati bagaimana Tuhan menguatkan, dan berbagai macam keadaan di mana Tuhan selalu bisa menolong dan bisa kita andalkan, asalkan kita menghampiri-Nya. 
Inilah yang Yesus katakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Yesus mengajak kita agar datang menghampiri-Nya, sehingga kita mendapat kelegaan. Sayangnya, banyak orang percaya yang ahirnya berpikir Tuhan tidak bisa dipercayai hanya karena Ia tidak menolong hidupnya. Lebih dari percaya, kitalah yang seharusnya datang dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia Tuhan, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Hanya karena tidak langsung menerima pertolongan, bukan berarti Tuhan tidak layak kita percayai. Jangan-jangan masalahnya karena kita tidak datang dan meminum air dari Tuhan. [RS]

REFLEKSI DIRI 
1. Apakah Anda pernah meragukan Tuhan? Apa alasannya?
2. Lebih dari sekadar percaya, bagaimana seharusnya sikap kita dalam mengharapkan pertolongan Tuhan?

YANG HARUS DILAKUKAN
Lebih dari percaya, datanglah kepada Tuhan dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia Tuhan, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
POKOK DOA
Bapaku yang baik dan penuh dengan kasih karunia. Pada-Mu tersedia segala rahmat dan pertolongan, asalku datang dan menghampiri takhta kasih karunia-Mu. Terima kasih ya Tuhan. Di dalam nama Yesus. Amin.
HIKMAT HARI INI
“Percaya saja tidak cukup! Itu memang baik, tetapi setan-setan pun percaya.”
Share:

Tuhan Yang Berusaha?!

Zakharia 1:7-17
Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion,
- Zakharia 1:14b
Jika ada satu hal yang Tuhan tidak perlu lakukan, hal itu adalah berusaha. Untuk apa? Dia adalah Allah yang Mahakuasa! Untuk apa berusaha? Jika ini adalah pikiran kita, kita harus siap-siap terkejut.
Bagian ini memulai serangkaian penglihatan yang Tuhan berikan kepada Nabi Zakharia. Penglihatan pertama adalah empat penunggang kuda yang menggambarkan mata Tuhan yang mengawasi keempat penjuru mata angin. Seluruh bumi berada dalam keadaan aman. Apakah ini sesuatu yang baik? Rupanya tidak! Bangsa-bangsa di dunia merasa tenang-tenang saja, padahal mereka hidup di dalam kejahatan. Terlebih, mereka baru saja menindas umat Tuhan dengan kejam di dalam pembuangan.
Menarik sekali bahwa hal ini membuat Tuhan murka. Israel berada di bawah payung penghukuman. Dia marah karena dosa-dosa mereka. Bahkan ketika Tuhan tengah menghukum umat-Nya, Dia tetap tidak rela bangsa-bangsa lain memperlakukan mereka semena-mena! Ibaratnya Anda sedang menghukum anak Anda, kemudian teman-temannya ikut menjahatinya. Tidak peduli bahwa anak Anda tengah dihukum, Anda akan marah kepada mereka, bukan? Demikian pula Tuhan. Meskipun umat-Nya telah berdosa dan sedang di bawah hukuman, Tuhan tidak mengabaikan mereka di tangan penjajah. Inilah sebabnya Tuhan berjanji akan melimpahi mereka dengan kebajikan dan menghibur mereka (ay. 17).
Firman Tuhan kemarin telah memperingatkan kita untuk mawas diri akan dosa-dosa kita. Namun, bagian hari ini menjadi penghiburan bagi kita. Di dalam dosa-dosa kita, tentu Tuhan tetap akan mendisiplin kita. Pada saat itulah kita mungkin menjadi putus asa dan berpikir, “Tuhan marah padaku. Tuhan meninggalkan aku.”
Hari ini kita belajar bahwa justru ketika Tuhan mendisiplin kita dengan keras, saat itulah Dia sebenarnya sedang berusaha mati-matian agar kita berubah! Justru kalau Tuhan tidak mendisiplin kita, berarti Dia mengabaikan kita. Lihat saja perkataan Tuhan di ayat 14, “Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion.” Di balik ketegasan Tuhan dalam menghajar umat-Nya, sebenarnya Tuhan sedang berusaha untuk mereka.
Tuhan bisa saja membuat kita langsung berubah dengan satu jentikan jari, seperti tukang hipnotis. Namun, Tuhan kita bukan tukang hipnotis. Dia adalah Bapa kita yang berusaha keras mendidik kita menjadi pribadi yang semakin baik.
Refleksi Diri:
Apakah Anda pernah/sedang putus asa dan merasa Tuhan tengah menghukum Anda di tengah segala kesulitan hidup yang dihadapi?
Bagaimana Firman Tuhan hari ini menghibur dan memotivasi Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi?"
Share:

SPIRIT OF WISDOM

Efesus 1:17-18.
Yesaya 11:2 (TB)  Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; Yesaya 11:2 (JAWA81)  Iku bakal katedhakan Rohe Sang Yehuwah, rohing kawicaksanan lan pambudi, rohing pitutur lan kasantosan, rohing kawruh lan wedi-asih marang Sang Yehuwah;
Yesaya 11 adalah nubuatan mengenai Yesus. Di sana tertulis bahwa di dalam pribadi-Nya, berdiam Roh Kudus dengan atribut yang salah satunya adalah Roh hikmat. Selama Yesus di dunia, Roh hikmat bekerja dalam diri-Nya, yang menunjukkan kebenaran, pengertian, dan juga menghasilkan kebijaksanaan. Misalnya saja ketika ahli Taurat dan orang Farisi datang mencobai Yesus dengan membawa seorang yang kedapatan berbuat zinah (Yohanes 8:1-11), Yesus memutuskan dengan tepat dan cepat. Dia menunjukkan keadilan, kebenaran, dan solusi dari peristiwa tersebut. Roh hikmat juga ada dalam diri Raja Salomo. Ia harus menghadapi situasi sulit dimana dua orang wanita datang kepadanya untuk mendebatkan dan mengaku mereka adalah ibu kandung dari bayi yang mereka bawa (1 Raja-raja 33:16-28). Roh Hikmat bekerja melalui ide brilian Salomo untuk menguji kebenaran setiap saksi dari kedua wanita tesebut. Sehingga, dengan cepat Salomo dapat mengetahui bahwa wanita yang memohon untuk menyelamatkan bayi adalah ibu kandungnya.
Saat dihadapkan pada beberapa pilihan atau keputusan yang harus kita ambil dengan cepat, kita ini lemah, kita tidak tahu semua hal, kita bisa panik dan takut, sehingga kita cenderung keliru memutuskan. Namun ketika kita dipenuhi Roh Kudus, maka kita juga dapat memiliki atribut yang sama, yaitu Roh hikmat. Sebagai orang percaya, ini adalah hak istimewa kita untuk meminta Roh hikmat bekerja di dalam diri kita. Dengan begitu kita memiliki kebijaksanaan untuk mengambil keputusan dan tindakan dengan cara yang benar. Roh hikmat membimbing kita untuk bertindak dengan cara yang tepat dan memperoleh damai sejahtera. Karena itu, rendahkan hati kita dan mintalah kepada Roh Kudus yang pasti akan memberi dengan murah hati. 
REFLEKSI DIRI
1. Bagaimana supaya Roh Hikmat memenuhi dan bekerja dalam hidup Anda?
2. Bagaimana pengalaman Anda yang dipenuhi Roh Hikmat dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan dalam hidup Anda?
YANG HARUS DILAKUKAN
Berdoalah setiap hari untuk meminta Roh Hikmat ada dalam hidup Anda. Baca Firman Tuhan secara teratur untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak-Nya. Juga, belajarlah dari orang-orang yang lebih tua tentang pengalaman dan pengetahuan mereka untuk meningkatkan hikmat dan pemahaman kita.
POKOK DOA
Ya Allahku, aku merendahkan diri memohon hikmat dan kebijaksanaan dalam hidup ini. Bimbinglah aku melalui doa dan bacaan Firman-Mu untuk mengambil keputusan yang benar di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.
HIKMAT HARI INI
"Jika kamu merasa kurang hikmat, mintalah kepada Allah, yang akan memberikannya dengan sukacita." - Charles Spurgeon
Share:

JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN!

Hakim-Hakim 10:6-14

Pepatah “kacang lupa kulitnya” sering disematkan pada seseorang yang melupakan jasa baik orang lain. Mengingat jasa baik yang pernah kita terima adalah tindakan yang sepatutnya kita lakukan. Kita akan termotivasi untuk menebarkan kebaikan pula kepada orang tersebut, mau pun kepada orang lainnya. Dengan mengingat kebaikan orang juga kita dapat terus menjaga hubungan baik dengan orang tersebut.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, kita mendapati bagaimana Tuhan menegur orang Israel, “Bukankah Aku yang telah menyelamatkan kamu… ketika kamu berseru kepada-Ku?” (Hakim-hakim 10:11-12). Mereka lupa akan pertolongan Tuhan, bahkan meninggalkan Tuhan dengan beribadah kepada allah lain. Hal itu membuat Tuhan murka dan menyebabkan mereka ditindas oleh orang Filistin dan bani Amon. Kesesakan itu membuat orang Israel meminta tolong kembali kepada Tuhan. Lalu Tuhan menjawab “Pergi sajalah berseru kepada para allah yang telah kamu pilih itu; biar merekalah yang menyelamatkan kamu, pada waktu kamu terdesak.” (Hakim-hakim 10:14). Walau akhirnya Tuhan menyelamatkan mereka kembali, tetapi sikap mereka yang melupakan kebaikan Tuhan telah membuat mereka mengalami penindasan. Hal yang tidak seharusnya mereka alami jika saja mereka tidak melupakan kebaikan Tuhan. Mengingat kebaikan Tuhan, itulah yang seharusnya kita lakukan, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” demikian firman Tuhan. Dengan mengingat segala kebaikan Tuhan, hati kita senantiasa takjub, bersyukur, dan membuat iman kita tetap tegar di kala menghadapi kesulitan. Misalnya saja hari ini kita sedang mengalami kesulitan, kebaikan Tuhan yang pernah kita alami tentu akan menguatkan dan membuktikan bahwa Tuhan selalu bersama kita. Mulai hari ini mari belajarlah mengingat kebaikan Tuhan. Tulislah kebaikan-kebaikan Tuhan yang membekas di hati Anda di dalam catatan harian. Jika memungkinkan buatlah sesuatu yang menjadi tanda, pengingat atau peringatan akan penyertaan, pertolongan, dan mujizat Tuhan di dalam hidup Anda. [RS]
REFLEKSI DIRI 
1. Kapan terakhir kali Anda mengingat dan mengucap syukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Bagaimana cara Anda mengingat kebaikan Tuhan?
2. Mengapa kita harus mengingat kebaikan Tuhan selama hidup kita?
YANG HARUS DILAKUKAN
Tuliskanlah kebaikan-kebaikan Tuhan yang membekas di hati Anda dan jika memungkinkan buatlah sesuatu yang menjadi tanda, pengingat atau peringatan akan penyertaan, pertolongan, dan mujizat Tuhan di dalam hidup Anda.
POKOK DOA
Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dalam hidupku. ‘Ku mau bersyukur dan senantiasa mengingat segala kebaikan-Mu. Terimakasih ya Bapa. Dalam nama Yesus. Amin.
HIKMAT HARI INI
“Rahasia kebahagiaan adalah hidup saat demi saat dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua kebaikan yang Ia kirimkan kepada kita hari demi hari.” – St Gianna Molla
Share:

Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

Zefanya 3:1-4

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
- 1 Petrus 5:3

Kok bisa ada orang yang ingin jadi pemimpin? Jika Anda adalah seorang pemimpin, entah di dalam keluarga, gereja, tempat kerja, organisasi kampus, dan lain sebagainya, tolong jelaskan pada saya. Memang, sebagai pemimpin Anda boleh memberi perintah kepada bawahan. Memang, sebagai pemimpin Anda lebih tenar daripada orang-orang lain. Tapi, apa enaknya semua ini dibandingkan dengan tanggung jawab besar yang harus Anda emban sebagai pemimpin? Anda bertanggung jawab atas mereka yang di bawah Anda! Bertanggung jawab atas diri sendiri saja susah, apalagi orang lain. Bagaimana jika Anda melakukan kesalahan atau memberi perintah yang tidak tepat? Semua orang terkena dampaknya.
Pemimpin-pemimpin Kerajaan Yehuda, orang-orang yang bertanggung jawab atas umat Tuhan, menjadi fokus di dalam bagian yang kita baca hari ini. Namun, para pemimpin politik, dalam hal ini raja, penasihat, bangsawan, dan sebagainya, malah menjadi pemangsa yang memeras rakyatnya (ay. 3). Para nabi, yakni penyambung lidah Allah, malah bernubuat palsu (ay. 4a). Para imam, kaum rohaniawan yang bertanggung jawab atas kekudusan umat, malah menajiskan ibadah dan menyelewengkan hukum Tuhan (ay. 4b). Tidak heran Kerajaan Yehuda begitu bejat. Rupanya mereka dipimpin oleh pemimpin-pemimpin seperti ini. Memang, semakin besar pengaruh seorang pemimpin, semakin banyak orang yang terkena imbasnya jika mereka melakukan kesalahan. Seorang pemimpin tidak bisa mencuci tangan ketika orang-orang yang ia pimpin melakukan kesalahan, lebih-lebih jika kesalahan itu disebabkan olehnya sendiri, baik secara langsung maupun tidak.
Menarik sekali bahwa di dalam doktrin Reformed, Tuhan Yesus menduduki tiga jabatan pemimpin, yakni raja, nabi, dan imam. Sebagai Allah, Tuhan Yesus bisa saja memimpin dari surga dan main perintah. Namun, Dia turun ke dunia dan menjadi teladan kepemimpinan yang baik. Tidak sampai di sana, Yesus bahkan rela berkorban dan mati menanggung dosa yang dilakukan mereka yang dipimpin-Nya. Dengan kata lain, Dia bersedia bertanggung jawab penuh atas umat tebusan-Nya.
Suka tidak suka, kita adalah pemimpin. Kalau tidak sekarang, mungkin di masa depan. Siapkah kita mengembang tanggung jawab ini?
Refleksi Diri:
Jika Anda seorang pemimpin, bagaimana cara Anda memperlakukan mereka yang Anda pimpin? Apakah Anda lebih banyak main perintah atau memberi teladan?
Bagaimanakah keadaan orang-orang yang Anda pimpin? Apakah mereka menjadi pribadi yang lebih baik di bawah pimpinan Anda?
"
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.