Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Pujian Ibadah Minggu 30 Juni 2024

 

Share:

Agar Hidup Bersama dalam Damai

Kehidupan bersama dalam suatu komunitas, baik itu keluarga, lingkungan kerja, atau masyarakat luas, sering kali menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu kedamaian dan keharmonisan. Salah satu penyebab utama dari ketidakharmonisan ini adalah buruknya komunikasi. Ketika orang lebih memilih untuk memendam kekecewaan dan sakit hati, hal ini dapat memicu ledakan emosi yang merusak relasi dan kadang hampir mustahil untuk dipulihkan.

Pentingnya Komunikasi yang Baik: Pelajaran dari Abraham dan Abimelekh

Kisah Abraham dan Abimelekh dalam Kitab Kejadian memberikan kita pelajaran penting tentang bagaimana membangun komunikasi yang baik demi terciptanya hidup bersama yang damai.

  1. Latar Belakang Pengalaman Buruk:

Abraham, sebagai seorang pendatang di Gerar, pernah mengalami kejadian yang menimbulkan trauma bagi Abimelekh, raja Gerar. Abraham, karena ketakutannya, mengatakan bahwa Sara adalah adiknya, bukan istrinya. Hal ini membuat Abimelekh hampir mengambil Sara sebagai istrinya, tetapi Allah memperingatkannya bahwa tindakan itu salah (Kejadian 20:1-7). Akhirnya, Abimelekh mengembalikan Sara kepada Abraham dan menghadapi situasi dengan rasa marah dan kekecewaan yang mendalam.

  2. Inisiatif Abimelekh untuk Komunikasi Terbuka:

Meskipun memiliki pengalaman buruk, Abimelekh memilih untuk berkomunikasi langsung dengan Abraham. Ia menemui Abraham untuk mengikat perjanjian bahwa Abraham tidak akan berlaku curang lagi kepadanya dan keturunannya. Abimelekh secara jujur menyampaikan perasaannya dan trauma yang ia alami, serta bertindak antisipatif dengan mengusulkan perjanjian untuk mencegah kejadian serupa di masa depan (Kejadian 21:22-24).

  3. Penyelesaian Konflik tentang Sumur:

Selain itu, Abraham juga menyampaikan pengalamannya terkait dengan sumur yang dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh. Masalah ini dapat diselesaikan dengan baik melalui dialog yang jujur dan terbuka. Kedua belah pihak setuju untuk mengikat perjanjian demi menciptakan hidup bersama yang damai (Kejadian 21:25-27).

Prinsip-Prinsip Komunikasi yang Membangun Kedamaian

Kisah ini memberikan beberapa prinsip penting tentang komunikasi yang dapat membantu kita dalam menciptakan hidup bersama yang damai:

  1. Kejujuran dalam Komunikasi:

Kejujuran adalah kunci utama dalam komunikasi yang baik. Abimelekh dengan jujur mengakui trauma yang ia alami dan berbicara terbuka dengan Abraham. Kejujuran ini memungkinkan kedua belah pihak untuk memahami perasaan dan situasi satu sama lain, serta mencari solusi yang baik.

  2. Kerendahan Hati untuk Mendengarkan:

Kerendahan hati untuk mendengarkan adalah sikap yang sangat penting. Abraham dan Abimelekh menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan satu sama lain dan menerima protes atau keluhan dengan bijaksana. Ini membantu mereka untuk menemukan solusi bersama yang membawa kelegaan dan kedamaian bagi kedua belah pihak.

  3. Kesediaan untuk Memaafkan dan Melupakan:

Kedua tokoh ini juga menunjukkan kesediaan untuk memaafkan dan melupakan kesalahan masa lalu. Abimelekh, meskipun mengalami trauma, bersedia untuk berdialog dan mencari solusi bersama. Sikap ini membantu mengurangi ketegangan dan membuka jalan bagi hubungan yang lebih baik di masa depan.

  4. Pencegahan Melalui Perjanjian atau Kesepakatan:

Mereka menyadari bahwa untuk menjaga kedamaian dan mencegah konflik di masa depan, perlu ada perjanjian atau kesepakatan yang jelas. Dengan mengikat perjanjian, mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan yang baik dan damai.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Membangun Komunikasi yang Jujur dan Terbuka:

Kita dapat belajar dari kisah ini untuk selalu berkomunikasi secara jujur dan terbuka. Jangan takut untuk menyampaikan perasaan atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Hal ini dapat membantu mencegah kesalahpahaman dan memperkuat hubungan kita dengan orang lain.

  2. Menghargai Pendapat dan Perasaan Orang Lain:

Belajarlah untuk mendengarkan dengan baik dan menghargai pendapat serta perasaan orang lain. Sikap ini akan membantu kita untuk lebih memahami satu sama lain dan menciptakan suasana yang damai dan harmonis.

  3. Mengambil Inisiatif untuk Menyelesaikan Konflik:

Jangan menunggu sampai konflik menjadi besar dan merusak hubungan. Ambillah inisiatif untuk menyelesaikan konflik secepat mungkin dengan cara yang baik dan bijaksana. Ini akan membantu kita untuk menjaga hubungan yang baik dengan orang lain.

  4. Membangun Komitmen untuk Kedamaian:

Seperti Abraham dan Abimelekh yang mengikat perjanjian untuk menjaga kedamaian, kita juga perlu membangun komitmen untuk menciptakan kedamaian dalam setiap hubungan kita. Ini dapat dilakukan melalui kesepakatan bersama atau melalui tindakan nyata yang menunjukkan komitmen kita untuk hidup bersama dalam damai.

Kisah Abraham dan Abimelekh mengajarkan kita pentingnya komunikasi yang baik dalam menciptakan hidup bersama yang damai. Kejujuran, kerendahan hati, kesediaan untuk memaafkan, dan komitmen untuk menjaga hubungan yang baik adalah prinsip-prinsip yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita terus berusaha untuk membangun komunikasi yang jujur, tulus, dan terbuka, serta saling menghargai dan menerima, agar kita dapat hidup bersama dalam damai dan keharmonisan.

Mari kita berkomitmen untuk menciptakan kedamaian melalui komunikasi yang baik, jujur, dan penuh kasih. Dengan demikian, kita dapat menikmati hidup bersama yang penuh dengan damai dan kebahagiaan.

 

Share:

Taklukkanlah Padang Gurunmu!

Kisah Hagar dan Ismael dalam Kitab Kejadian menggambarkan sebuah perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan penderitaan, tetapi juga dipenuhi dengan pertolongan dan janji Allah. Momen ketika Hagar dan Ismael diusir dari rumah Abraham dan harus bertahan hidup di padang gurun bukan hanya sebuah narasi sejarah, tetapi juga refleksi dari perjalanan hidup kita yang kadang dipenuhi oleh kesulitan dan tantangan yang mirip dengan padang gurun yang tandus dan tidak bersahabat.

Perjalanan Hagar dan Ismael: Tantangan dan Pertolongan

  1. Pengusiran dan Ketidakpastian:

Hagar dan Ismael tiba-tiba diusir dari rumah Abraham dengan hanya bekal yang sangat minim: roti dan satu kantong air (Kejadian 21:14). Hal ini tentu menggambarkan betapa tidak memadainya persiapan mereka untuk menghadapi perjalanan panjang dan berat di padang gurun. Rasa pilu pasti menyelimuti hati Hagar sebagai seorang ibu yang harus melihat anaknya, Ismael, yang baru berusia 16 tahun, menderita akibat dehidrasi akut di tengah padang gurun yang ganas.

  2. Pertolongan Allah di Tengah Kesulitan:

Dalam saat-saat yang paling genting, ketika Hagar tidak tahan melihat Ismael mati dan meninggalkannya di bawah semak (Kejadian 21:15-16), Allah mendengar tangisan mereka. Melalui malaikat-Nya, Allah memberikan harapan dan pertolongan kepada Hagar, meminta Hagar untuk tidak takut dan mengangkat Ismael, serta memegangnya erat-erat (Kejadian 21:17-18). Tuhan kemudian membuka mata Hagar untuk melihat sebuah sumur, yang tidak hanya melepaskan dahaga mereka tetapi juga menjadi tempat tinggal mereka (Kejadian 21:19-20).

Makna dan Aplikasi dalam Kehidupan Kita

  1. Kondisi Seperti Hagar dan Ismael: Ujian dalam Kehidupan:

Seperti Hagar dan Ismael, kita mungkin juga pernah atau sedang menghadapi “padang gurun” dalam kehidupan kita, yakni situasi yang penuh dengan ketidakpastian, ketakutan, dan penderitaan. Ini bisa berupa kehilangan pekerjaan, masalah keluarga, penyakit, atau kesulitan lainnya yang membuat kita merasa seperti diusir dari zona nyaman kita dan terlempar ke dalam kondisi yang sangat sulit dan tidak pasti.

  2. Janji dan Pertolongan Tuhan: Harapan di Tengah Kesulitan:

Dalam situasi seperti itu, penting untuk mengingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Allah telah berjanji untuk selalu menyertai kita dan memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. Sama seperti Tuhan tidak meninggalkan Hagar dan Ismael, Dia juga tidak akan meninggalkan kita. Kita mungkin merasa putus asa, tetapi di dalam Tuhan selalu ada harapan dan jalan keluar.

  3. Dengar Suara-Nya dan Taklukkan Padang Gurunmu:

Dengarkanlah suara Tuhan di tengah-tengah kesulitan yang kita alami. Seperti Hagar yang akhirnya melihat sumur yang disiapkan oleh Tuhan, kita juga harus membuka mata hati kita untuk melihat pertolongan Tuhan yang mungkin sudah ada di sekitar kita, tetapi belum kita sadari. Tuhan seringkali menyediakan “sumur” berupa berkat, kekuatan, dan hikmat untuk membantu kita melewati masa-masa sulit.

Langkah-Langkah Praktis dalam Menaklukkan Padang Gurun

  1. Percayalah pada Rencana Tuhan:

Keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik untuk kita akan membantu kita tetap tenang dan penuh harapan di tengah kesulitan. Yakinkan diri bahwa setiap padang gurun yang kita lalui adalah bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar untuk kebaikan kita.

  2. Carilah Pertolongan Tuhan:

Ketika kita berada dalam kesulitan, berdoalah dan carilah pertolongan dari Tuhan. Jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi libatkan Tuhan dalam setiap langkah dan keputusan yang kita ambil.

  3. Temukan Sumur Berkat Tuhan:

Percayalah bahwa Tuhan telah menyediakan sumur berkat yang dapat kita gunakan untuk mengatasi kesulitan kita. Ini bisa berupa dukungan dari keluarga, teman, gereja, atau bahkan peluang-peluang yang tampaknya kecil tetapi dapat membantu kita bangkit dari kesulitan.

  4. Belajar dari Pengalaman:

Setiap kali kita berhasil melewati padang gurun kehidupan, kita akan semakin kuat dan bijaksana. Pengalaman ini dapat menjadi sumber kekuatan dan pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

Kisah Hagar dan Ismael adalah pengingat bahwa Tuhan setia kepada janji-Nya dan selalu hadir untuk menolong umat-Nya, bahkan di tengah-tengah kondisi yang paling sulit sekalipun. Kita diajak untuk tidak takut, tetapi untuk bersandar kepada kasih dan pertolongan Tuhan. Dengan mendengarkan suara-Nya dan menaklukkan padang gurun kehidupan kita, kita akan menemukan berkat dan kekuatan yang Tuhan sediakan untuk kita. Semoga kita selalu ingat akan kasih Tuhan dan bersyukur atas setiap pertolongan yang diberikan-Nya.

Mari kita taklukkan padang gurun kita dengan percaya dan berserah kepada Tuhan, serta mencari dan menemukan berkat-Nya yang telah disediakan untuk kita.

 

Share:

Mukjizat Sejati

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mukjizat diartikan sebagai suatu kejadian luar biasa yang tidak dapat dijelaskan oleh nalar manusia. Sementara itu, dalam Alkitab, mukjizat didefinisikan sebagai suatu peristiwa yang terjadi semata-mata karena kehendak Allah.

Narasi ini dimulai dengan sebuah pernyataan yang memukau, "TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya" (1). Mukjizat hanya bisa terjadi jika Tuhanlah yang mengupayakannya, dan mukjizat tidak akan terjadi di luar kehendak-Nya. Setiap mukjizat memiliki maksud yang jelas, dan Tuhan mengerjakan mukjizat dalam kehidupan umat-Nya supaya mereka dapat bersaksi tentang kebesaran-Nya. Tuhan memberi Abraham berbagai kesempatan untuk bersaksi tentang kebesaran-Nya, tetapi Abraham tidak memanfaatkan kesempatan tersebut (lihat Kej. 20). Sebagai individu yang menerima janji setia Tuhan (kovenan), Allah ingin menggunakan Abraham sebagai berkat bagi bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Dia (lihat Kej. 12:2-3, 15:4-5, 17:3-8).

Karena itu, peristiwa kelahiran Ishak, yang sudah dinubuatkan oleh Tuhan dan dijanjikan setahun sebelumnya, menjadi momen bagi Sara untuk menyaksikan kebesaran Tuhan (2-6).

Sara menekankan bahwa Tuhan mampu membungkam orang-orang yang meremehkan keagungan-Nya (7), dan melalui karya-Nya, Tuhan menegaskan bahwa Dia adalah Allah yang hidup, yang berkarya dan berkuasa.

Kesaksian hidup seorang beriman harus dimulai dari titik di mana dia mengalami perjalanan iman bersama Allah. Sara sempat menertawakan janji Tuhan (Kej. 18:12), namun Tuhan mampu mengubah tawa sinis itu menjadi tawa sukacita karena mereka menyaksikan mukjizat Tuhan yang nyata.

Ketika kita berdoa dan menjalani iman kita, apakah kita melihat tangan Tuhan yang menuntun kita? Apakah kita bergantung pada janji pemeliharaan Tuhan? Apakah kita mengakui dan mengimani bahwa Tuhan sungguh hidup dan berkuasa, serta mampu mengerjakan mukjizat dalam kehidupan kita?

Share:

Pujian Ibadah Minggu 23 Juni 2024

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.