Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Makan Bersama

Makan bersama adalah aktivitas yang sering dilakukan dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka. Contohnya bisa ditemukan dalam Kejadian 31:43-55, di mana Yakub dan Laban, yang semula bermusuhan, akhirnya makan bersama setelah mengadakan perjanjian. Ini menunjukkan bahwa makan bersama dapat menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan dan menjernihkan pikiran sebelum membicarakan hal-hal penting. 

Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa:
1. **Menghilangkan Ganjalan**: Sebelum makan bersama, penting untuk menghilangkan rasa tidak enak atau ganjalan antara pihak-pihak yang terlibat. Ini memungkinkan mereka menikmati makanan dengan damai dan nikmat.
2. **Mempersiapkan Pikiran**: Makan bersama sebelum membahas perjanjian atau kesepakatan dapat membantu menenangkan pikiran dan mencegah emosi yang berlebihan, sehingga pembicaraan bisa berlangsung dengan lebih jernih.

Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan sesama adalah kunci untuk menikmati makan bersama tanpa rasa canggung, dan juga sebagai sarana untuk memperbaiki relasi dan mencapai kesepakatan dengan tulus dan damai.
Share:

Hati-hati dengan Niatmu

Kejadian 31 :22-42
Tulisan ini mengingatkan kita tentang pentingnya waspada terhadap niat yang ada di dalam hati. Niat yang salah bisa membawa kita kepada tindakan yang tidak benar, dan pada akhirnya, dapat menimbulkan penyesalan. Kasus Laban yang ditegur oleh Tuhan melalui mimpi menunjukkan bahwa Tuhan mengetahui setiap niat, bahkan yang tersembunyi sekalipun.

Laban berniat untuk mengejar Yakub, menantunya, setelah mengetahui bahwa Yakub telah pergi. Namun, Tuhan menegur Laban agar ia tidak berbuat jahat terhadap Yakub. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan selalu melindungi orang yang dikasihi-Nya dan juga memperingatkan mereka yang mungkin memiliki niat jahat.

Kita tidak selalu mendapatkan teguran langsung dari Tuhan seperti Laban. Oleh karena itu, kita perlu memiliki kepekaan untuk memahami teguran dari Tuhan melalui bacaan Alkitab dan doa. Penting untuk selalu memeriksa niat kita; jika niat itu baik, kita harus melaksanakannya dengan cara yang baik pula. Sebaliknya, jika niat itu jahat, kita harus segera menghilangkannya sebelum berwujud menjadi tindakan yang merugikan. Waspada terhadap niat kita adalah langkah penting untuk mencegah penyesalan di kemudian hari.
Share:

Bukti Janji Allah

Selama bertahun-tahun Yakub bekerja keras untuk mertuanya, yang mengakibatkan Laban menjadi kaya. Yakub kemudian memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya setelah mengucapkan selamat tinggal.

Sebelum pergi, Yakub meminta bagian yang seharusnya miliknya: kedua istri dan anak-anaknya (ayat 26). Selain itu, ia juga menginginkan kambing domba yang berbintik, bertutul, dan berwarna hitam sebagai upahnya (ayat 32-33).

Laban menyetujui permintaan Yakub, tetapi dengan kecurangan. Ia segera memisahkan kambing domba berwarna putih dan hitam (ayat 35-36), agar kawin silang tidak terjadi dan menyebabkan sedikitnya kambing domba yang menjadi milik Yakub.

Namun, dengan pengalaman dan kecerdikan Yakub, ia berhasil menghasilkan kambing domba sesuai harapannya. Akhirnya, Yakub tidak hanya memperoleh banyak kambing domba, tetapi juga kawanan yang kuat (ayat 37-42).

Kisah hidup Yakub mencerminkan perjalanan yang penuh tantangan. Keberhasilan yang diraihnya tidak semata-mata karena usaha kerasnya sendiri. Tuhan turut merangkai setiap langkah hidupnya. Ada janji Tuhan yang menguatkan hatinya dan menyertai setiap langkahnya.

Ketika kita merenungkan kisah ini, apa yang harus menjadi perhatian kita: berkat Tuhan bagi Yakub atau bukti bahwa Tuhan memenuhi janji-Nya kepada Yakub?

Seringkali kita cenderung terpaku pada berkat yang Tuhan berikan. Seperti Laban, kita terlalu sibuk memikirkan seberapa besar berkat yang bisa kita dapatkan dan bagaimana kita bisa mendapatkannya. Namun, kita lupa bahwa keberkahan berasal dari Tuhan yang berkuasa. Kita seringkali melupakan atau mengabaikan fakta bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup kita, termasuk hal-hal yang kita terima setiap hari, sebenarnya adalah bukti dari janji Tuhan yang telah dinyatakan-Nya. Dia hadir dalam hidup kita, Dia telah menyelamatkan kita, dan Dia selalu menyertai kita.

Jika Tuhan telah membuktikan janji-Nya kepada kita, apa yang seharusnya menjadi perhatian kita sekarang? Percayalah kepada Tuhan, karena Dia dengan adil dan setia menyediakan berkat bagi hamba-Nya.

Share:

Allah yang Berkehendak

Pesan yang Anda sampaikan sangat mendalam dan penting untuk dipahami dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan dan keinginan di dalam rumah tangga. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari kisah Yakub, Lea, dan Rahel:

  1. Kehendak Tuhan yang Utama: Dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam perencanaan keluarga dan kehadiran anak, yang terutama harus diperhatikan adalah kehendak Tuhan. Kehadiran anak adalah hasil dari kehendak-Nya, bukan hanya kemampuan manusia atau usaha teknologi.

  2. Keadilan Tuhan: Meskipun Lea awalnya tidak dicintai oleh Yakub, Tuhan memilih untuk membuka kandungannya sehingga dia bisa melahirkan anak-anak. Ini menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa untuk memenuhi janji-Nya kepada Yakub melalui Lea, meskipun situasinya tidak ideal menurut pandangan manusia.

  3. Percaya dan Menyerahkan: Kecemburuan Rahel terhadap Lea adalah pengingat bahwa kita harus selalu percaya dan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri atau menyalahkan orang lain atas situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita.

  4. Anak sebagai Anugerah Tuhan: Kehadiran seorang anak adalah anugerah dari Tuhan yang menunjukkan kedaulatan-Nya atas hidup kita. Hal ini mengajarkan kita untuk tidak menilai nilai seseorang berdasarkan kemampuan untuk melahirkan anak, tetapi untuk melihatnya sebagai bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar.

  5. Fokus pada Kehendak Tuhan: Daripada terfokus pada hasil atau keberhasilan sesaat, kita harus selalu fokus pada kehendak Tuhan bagi hidup kita. Ini mencakup bagaimana kita membangun keluarga, menghadapi tantangan hidup, dan mengembangkan karakter spiritual yang sejalan dengan kehendak-Nya.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat hidup dengan lebih damai dan penuh harapan, karena kita tahu bahwa Tuhan selalu bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Share:

Pujian Ibadah Minggu 7 Juli 2024

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.